Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 44


__ADS_3

Didalam kamar Nada, Farhan meringkuk di atas tempat tidur sambil terus menatap foto Nada. Di dalam foto itu Nada tersenyum sangat manis, membuatnya terlihat begitu cantik.


Dengan berderai air mata Farhan mengusap wajah Nada di foto itu lalu mencium nya dengan dalam seolah sedang mencium kening Nada.


"Rasanya aku tidak percaya kalau sekarang kamu sudah tidak ada. Apa ini semua hukuman untukku? Papa marah karena aku tidak bisa membahagiakan kamu seperti keinginan Papa, maka dari itu Papa memanggil mu." Ucap Farhan dengan terisak.


Andai saja waktu bisa diputar kembali, ia akan memperlakukan Nada dengan adil meskipun ada Kania dalam hidupnya yang ia cintai. Ia akan membahagiakan Nada meskipun bukan sebagai istri tetapi sebagai adik yang ia sayangi selama ini. Namun, sayangnya semua itu tidak akan bisa kembali seperti semula. Yang ada hanya penyesalan yang mungkin tak akan berujung atas semua perbuatannya selama menjadi suami Nada.


Sampai jarum jam menunjukkan pukul satu dini hari Farhan masih terus berada didalam kamar Nada. Bahkan sedetik pun ia tidak mengalihkan tatapannya dari foto Nada. Ia sudah bagaikan patung hidup yang tak bergerak diatas tempat tidur. Seluruh pikirannya hanya tertuju kepada Nada dan seolah melupakan bahwa ia memiliki istri lain yang mungkin sedang menunggunya pulang saat ini.


.


.


.


Sementara itu di apartemen milik Alfan...


Kania sudah tertidur pulas usai melayani hasrat sang kakak ipar. Alfan melakukannya berulang kali hingga membuatnya benar-benar kelelahan.


Alfan mengusap keringat di kening Kania lalu mengangkat tangannya itu ke depan wajahnya. Senyum tipis tersungging di bibirnya menatap telapak tangannya yang basah oleh keringat Kania.


"Lihatlah Farhan, Istri kedua mu sedang tertidur pulas karena kelelahan sehabis melayaniku. Aku harap kau tidak sedang mencarinya sekarang karena malam ini dia adalah milikku. Ah tidak, kau pasti tidak mencarinya karena kau sedang berduka atas meninggalnya Istri pertama mu, kan?"


Tawa renyah Alfan pun menggema didalam kamar itu, ketika membayangkan bagaimana Farhan sekarang yang sangat bersedih bahkan mungkin juga sedang menangis atas kepergian Nada untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Sama seperti dirinya dulu saat di tinggal mati oleh Hana, istrinya.


"Bagaimana rasanya kehilangan seorang Istri, Farhan? Sakit bukan? Dan sakit mu itu akan bertambah saat kau tahu Akulah yang mengambil kesucian Kania."


Tawa Alfan kembali menggema, dan beberapa saat kemudian ia terdiam sambil menatap Kania yang sama sekali tidak terganggu dengan suara tawanya.


"Kamu ingin tahu kan, kenapa Aku melakukan ini pada Farhan?" Ucap Alfan dengan lirih sambil memainkan rambut Kania.


"Karena Farhan lah yang sudah membunuh Istriku!" Ucapnya dengan rahang mengeras serta sorot mata yang tajam.


Ingatan Alfan tertuju pada kejadian tiga tahun lalu...


#Flashback on...


Pagi itu, Alfan baru saja tiba di restorannya ketika ponselnya berdering. Senyum manis seketika merekah di wajahnya ketika melihat yang menelpon adalah Hana istrinya. Namun saat menjawab telepon itu bukan suara Hana yang ia dengar melainkan suara seorang laki-laki dan terdengar kebisingan di sekitarnya.


"Maaf, apa Anda adalah keluarga pemilik ponsel ini? Karena nomor Anda lah yang ada di daftar panggilan terakhir." Tanya balik seorang laki-laki yang menelpon Alfan menggunakan ponsel Hana.


"Iya betul, saya suaminya. Anda siapa ya?" Tanya Alfan lagi, raut wajahnya mulai nampak khawatir. Dalam hati bertanya-tanya siapa yang menelepon nya ini menggunakan ponsel Istrinya.


"Saya salah satu pengendara yang kebetulan lewat ditempat kejadian dimana Istri Anda mengalami kecelakaan. Istri Anda menjadi korban tabrak lari, dan sekarang Istri Anda berada di rumah sakit."


"Apa?" Tangan Alfan sampai bergetar ketika mendengar penuturan seseorang di seberang telepon, dan tanpa sadar menjatuhkan ponselnya.


Detik itu juga ia langsung mendatangi rumah sakit dimana Hana istrinya berada saat ini.

__ADS_1


Namun sayangnya, ketika sampai di rumah sakit dunianya seakan runtuh ketika mendapati Hana sudah tidak bernyawa lagi. Hana tidak tertolong karena kecelakaan yang dialaminya sangat parah mengakibatkan benturan keras di kepalanya.


Di saat sedang mengurus kepulangan Jenas Hana, seorang dua orang laki-laki menghampiri Alfan dan salah satunya adalah orang yang menelpon Alfan menggunakan ponsel Hana.


Laki-laki itu menyerahkan ponsel Hana, kemudian laki-laki di sebelahnya memberikan sebuah kertas kepada Alfan yang tertulis nomor plak sebuah mobil.


"Kebetulan saya melihat kejadian kecelakaan yang dialami Istri Anda, dan saya melihat nomor plak mobil itu dan langsung mencatat nya. Barangkali itu berguna untuk mencari pelaku penabrakan Istri Anda."


Alfan mengambil kertas itu dengan kedua mata yang berkaca-kaca lalu menyimpannya kedalam saku jasnya. Setelah mengucapkan terima kasih, iapun segera pergi membawa jenazahnya istrinya pulang.


Beberapa hari setelah Hana kematian Hana. Alfan meminta bantuan kepada salah satu temannya untuk melacak nomor plak mobil yang diberikan oleh saksi mata yang melihat kecelakaan Hana.


Hanya dalam beberapa jam, temannya itu memberikan informasi bahwa pemilik mobil itu bernama Farhan Adinata.


Alfan sangat terkejut mengetahui bahwa mobil yang menabrak istrinya adalah mobil milik adik sepupunya. Namun, ia harus memastikannya lagi dengan melihat langsung plak mobil Farhan secara langsung.


Pada hari itu juga Alfan langsung mendatangi kantor tempat Farhan bekerja dan meminta pada satpam di sana untuk menunjukkan yang mana mobil milik Farhan. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat nomor plak mobil Farhan sama persis dengan nomor plak mobil yang diberikan oleh saksi mata yang melihat kecelakaan yang dialami Hana.


Alfan sangat terpukul setelah mengetahui itu, terlebih Farhan yang lari dari tanggung jawab setelah menabrak istrinya hingga kehilangan nyawa, dan seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali.


"Brengsek kau Farhan! Lihat saja, aku akan membalas kematian Istriku! Kau juga harus merasakan sakit yang aku rasakan!"


#Flashback off..


"Maaf ya Kania, Aku harus menjadikan mu salah satu korban untuk menyakiti Farhan." Alfan terkekeh. Dan korban lainnya adalah Nada yang ia tahu sudah lenyap karena kecelakaan yang ia rencanakan dan tentunya atas permintaan Kania.

__ADS_1


"Dan aku juga minta maaf karena nanti Farhan akan tahu tentang kita. Aku sudah tidak sabar menantikan saat itu, saat kehancuran Farhan berada dalam kesakitan yang mendalam. Sudah di tinggal mati oleh Istri pertama nya, dan di khianati pula oleh Istri keduanya. Dan yang lebih menyakitkan Farhan akan tahu bahwa kamu lah yang sudah melenyapkan Nada." Kekeh Alfan sambil menatap Kania yang masih tertidur pulas.


__ADS_2