Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 33


__ADS_3

"Hanya karena Mama tidak merestui pernikahan kamu dan Kania, kamu sampai tega mengatakan padanya kalau Mama mu ini sakit jiwa. Keterlaluan kamu, Farhan!" Ucap mama Sarah dengan bibir bergetar. Jika saja orang lain yang mengatakan itu mungkin tidak akan sesakit ini rasanya.


"Apa hebatnya perempuan itu sampai kamu lupa diri seperti ini, huh?"


Farhan tak mampu menjawab apapun. Sungguh, ia menyesali perkataannya kala itu. Saat itu ia merasa terdesak karena Kania dan keluarganya yang terus mempertanyakan ketidakhadiran mama nya dari awal lamaran sampai menjelang hari pernikahan. Karena tidak mungkin mengatakan jika mamanya tidak memberi restu maka tidak ada pilihan lain selain mengatakan bahwa mamanya memiliki gangguan kejiwaan demi agar pernikahan dengan Kania tidak dibatalkan.


"Maafkan aku, Ma." Hanya itu yang mampu Farhan ucapkan. Tubuhnya luruh ke lantai bersimpuh dihadapan mamanya.


Namun, mama Sarah memundurkan langkahnya ketika Farhan bergerak maju hendak memeluk kedua kakinya.

__ADS_1


"Pergi kamu dari sini, pulang sana kerumah Istri baru kamu itu dan jangan pernah datang kesini lagi!" Ucap mama Sarah dengan berteriak sambil menunjuk kearah pintu kamarnya yang tidak tertutup rapat. Air matanya jatuh membasahi pipinya.


Sejak awal ia sudah merasa sakit hati dengan keputusan Farhan yang akan menikah lagi, dan kini sakit hatinya bertambah atas ucapan putranya itu yang mengatakan dirinya mengalami gangguan kejiwaan hanya karena tidak mendapatkan restu darinya.


"Maafkan aku, Ma. Aku sangat menyesal, aku mohon maafkan aku." Farhan mengatupkan kedua tangannya memohon kepada mamanya. Kedua matanya nampak berkaca-kaca, sungguh ia menyesali ucapannya saat itu. Andai saja ia tahu sejak awal bahwa Kania telah mengkhianatinya, tidak akan ia membawa wanita itu kedalam kehidupannya dan menyia-nyiakan dua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya selama ini.


"Penyesalan mu itu sudah gak ada gunanya lagi, Farhan. Kamu bukan hanya menyakiti Nada tapi kamu juga sudah menyakiti hati Mama. Bahkan kamu juga sudah mengecewakan almarhum Papa kamu!" Ucap mama Sarah dengan berurai air mata.


Begitupun dengan Farhan. Air matanya semakin deras mengalir tanpa suara. Sungguh ia mengutuk dirinya sendiri yang telah membuat mamanya menangis. Ia tahu kata maaf dan penyesalan nya tidak akan bisa mengembalikan semuanya seperti semula.

__ADS_1


Semuanya sudah ia rusak hanya karena keinginannya yang ingin memiliki wanita yang begitu ia cintai sampai rela menunggu dengan waktu yang lama, namun yang ia dapati hanya kekecewaan yang mendalam. Penantiannya selama bertahun-tahun lamanya menunggu sang kekasih kembali, berbalas dengan pengkhianatan.


"Aku mohon maafkan aku, Ma. Aku janji akan memperbaiki semuanya." Ucap Farhan dengan terbata karena menahan isak tangisnya.


"Gak ada lagi yang perlu kamu perbaiki, Mama hanya mau kamu akhiri hubungan kamu dengan Nada secara baik-baik dan setelah itu Mama akan mencarikan laki-laki yang jauh lebih baik daripada kamu untuk Nada." Ucap mama Sarah.


"Ma, aku mohon jangan lakukan itu. Aku ingin memperbaiki rumah tanggaku dengan Nada. Aku sungguh menyesal sudah menyia-nyiakan dia." Ujar Farhan memohon.


Namun, mama Sarah tak merasa kasihan sedikitpun. Ia melangkah maju mendekati Farhan lalu menarik sebelah tangannya putranya itu bak anak kecil, untuk keluar dari kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2