
Berdiri di balkon kamar sambil menatap gemerlap lampu-lampu dari setiap bangunan di kejauhan sana. Kedua sudut bibir Alfan tertarik membentuk senyuman kala teringat sebuah momen di balkon ini tiga tahun lalu. Dan sebentar lagi momen itu akan kembali terulang.
Senyumnya semakin mengembang ketika mendengar derap langkah kaki yang mendekatinya dari belakang.
"Akhirnya kamu datang juga." Ujar Alfan lalu membalikkan badannya. Kedua netra nya menyoroti setiap inci tubuh wanita yang kini telah berdiri dihadapannya.
"Aku sudah lama menantikan saat ini," ujarnya lalu melangkah maju dan berhenti tepat didepan wanita itu.
Kedua tangan Alfan terangkat lalu ia letakkan di kedua bahu wanita didepannya yang tak lain adalah Kania.
"Tidak sia-sia aku mengeluarkan uang banyak. Lihatlah sekarang, kau sudah menjadi seorang Dokter, dan kau tahu aku melakukan itu semua tidak gratis. Kau harus membayar dengan cara..." Ujarnya lagi sembari melepas seragam dokter yang dipakai oleh Kania.
__ADS_1
"Jangan, Mas." Ucap Kania sembari menahan dada Alfan yang hendak mencium nya.
Dan Alfan langsung berdecak kesal dibuatnya, ia sangat tidak suka dengan penolakan. Kedua matanya menatap Kania dengan tajam.
"Kau sudah membuat aku menunggu lama, dan sekarang kau ingin menolak ku, hum?" Alfan menarik dengan paksa tubuh Kania, menempelkan ditubuhnya dan memeluknya dengan erat.
Jari-jari tangan Alfan bermain-main di wajah Kania, membuat si pemilik wajah nampak risih atas perlakuannya itu.
"Lagipula, malam ini kau harus memberi imbalan untukku, bukan? Karena orang suruhan ku berhasil membuat Nada tewas. Seharusnya kau senang karena sekarang kaulah Istri Farhan satu-satunya, dan sekarang mari kita rayakan." Ujar Alfan, tanpa melepas pelukannya ditubuh Kania ia melangkah maju masuk kedalam kamar.
"Mas Alfan, seharusnya kita tidak melakukan ini lagi karena sekarang aku sudah menjadi Istri Adik sepupu mu yang artinya aku adalah Adik ipar mu." Ujar Kania, sejujurnya saat ini ia merasa takut melihat Alfan yang sudah seperti macan kelaparan menatapnya.
__ADS_1
Namun, Alfan menanggapi nya dengan senyum menyeringai lalu merangkak naik ke tempat tidur. Dan kini tubuh Kania sudah berada dibawah kendalinya.
"Kau tahu aku bisa melakukan apapun tanpa mengotori tanganku. Jadi, jangan membuat aku marah jika kau tidak ingin semua yang kita lakukan bersama aku limpahkan kepada mu seorang diri tanpa melibatkan nama ku." Ujar Alfan.
Kania pun tak dapat berkata-kata lagi. Kini yang dapat dilakukan hanyalah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Alfan malam ini. Jika saja boleh mengulang waktu, lebih baik ia mengubur dalam-dalam impiannya untuk menjadi seorang dokter. Daripada harus terikat dengan laki-laki yang kini berada diatas tubuhnya.
Dulu, tepatnya tiga tahun yang lalu. Kania sudah hampir putus asa lantaran terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Kala itu ia sudah ingin menyerah namun, tiba-tiba saja seseorang laki-laki mendatanginya dan mengatakan akan membiayai semua kebutuhannya selama beberapa di luar negeri. Namun dengan imbalan harus menemaninya dalam semalam. Tanpa berpikir panjang Kania langsung saja menerima tawaran itu.
Setelah malam itu Kania berusaha melupakan hingga pada akhirnya ia berangkat ke luar negeri. Namun, saat kembali ternyata tidak seindah yang ia bayangkan karena mengetahui sebuah fakta bawah laki-laki yang menidurinya adalah kakak sepupu dari kekasihnya sendiri.
Saat ini, sebelum Farhan datang menjemputnya di bandara. Alfan lebih dulu datang menemuinya dan disitulah Alfan mengatakan siapa dia sebenarnya. Dan Alfan juga mengatakan tidak akan melepasnya begitu saja setelah apa yang pernah mereka lakukan, dan juga semua biaya yang ia keluarkan harus ada imbalannya.
__ADS_1
Mau tidak mau Kania harus menuruti kemauan Alfan demi terjaganya sebuah rahasia. Dan hingga saat ini Kania sama sekali tidak tahu apa tujuan Alfan sebenarnya melakukan ini semua, dengan tega menikung adik sepupunya sendiri. Namun, untuk beberapa waktu ia sedikit merasa lega karena Alfan sama sekali tidak menganggu nya sampai ia menikah dengan Farhan.
Namun, saat mengetahui ternyata Farhan memiliki istri pertama, disitulah Kania merasa kembali membutuhkan bantuan Alfan.