Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 81


__ADS_3

Tak ada bukti yang dimiliki Farhan untuk membela diri membuatnya harus menjadi tahanan atas kasus pelecehan. Dan kini satu minggu sudah dirinya berada didalam jeruji besi itu.


Setiap hari Nada selalu datang mengunjungi suaminya dan membawakan makanan kesukaan suaminya itu.


Udang goreng crispy yang selalu menjadi menu favoritnya itu kini seakan hambar di lidah Farhan.


Bagaimana tidak, bukan hanya kasus pelecehan yang dituduhkan padanya, tetapi juga kekerasan kepada wanita itu yang sama sekali tidak pernah ia lakukan.


Waktu itu ia memang sempat membekap mulut wanita itu karena panik, wanita itu tiba-tiba saja merobek bajunya sendiri lalu berteriak. Bertepatan dengan itu beberapa warga datang menggerebek mobilnya dan melihat aksinya membekap mulut wanita itu.


Ancaman sembilan tahun penjara membuat Farhan benar-benar merasa frustasi.

__ADS_1


Entah apa yang direncanakan Tuhan pada kehidupannya. Ataukah mungkin ini adalah hukuman untuknya yang sudah mengabaikan Nada selama ini, dan disaat ia ingin memulai semuanya dari awal, ujian kembali menerpa. Ia dan Nada harus dipisahkan dengan keadaan yang begitu cepat terjadi dalam waktu yang mungkin cukup lama.


Entah sudah beberapa belas menit Nada duduk berhadapan dengan Farhan, namun suaminya itu hanya diam saja dengan terus menatapnya dengan tatapannya yang sulit diartikan.


Yang Nada lihat, ada kecemasan dimata suaminya itu.


"Bagaimana kalau aku benar-benar berada ditempat ini dalam waktu yang lama, apa kamu masih akan setia menunggu ku?" Pertanyaan itu tiba-tiba saja lolos dari bibir Farhan setelah beberapa saat terdiam.


"Bukankah aku sudah pernah bilang? Mas Farhan tidak perlu meragukan aku." Hanya kalimat itu yang mampu Nada ucapkan. Namun, sungguh demi apapun hingga saat ini cintanya kepada Farhan tidak berkurang sedikitpun, hanya saja ia kesulitan merangkai kata yang tepat untuk meyakinkan suaminya itu akan cintanya.


Farhan tertunduk, ia percaya jika Nada akan selalu setia padanya. Hanya saja keadaan yang menimpa nya sekarang membuatnya berpikir yang tidak-tidak. Banyak kekhawatiran yang bermunculan dipikirannya apalagi mengingat mungkin ia akan berada ditempat ini dalam waktu yang lama. Tidak menutup kemungkinan diluar sana akan ada banyak laki-laki yang mendekati Nada, dan mungkin salah satunya adalah Alfan kakak sepupunya sendiri. Bagaimana jika Nada goyah dan meninggalkannya selalu menjadi kecemasan tersendiri untuknya.

__ADS_1


"Tidak perlu mengkhawatirkan apapun, Mas. Aku yakin suatu saat nanti Allah akan memberi petunjuk bahwa Mas Farhan tidak bersalah. Aku dan Mama akan berusaha mencari bukti dan menyelidiki siapa wanita itu sebenarnya dan apa motifnya melakukan ini kepada Mas."


Setelah mengatakan itu Nada menundukkan kepalanya, sebenarnya sudah beberapa hari ini ia berusaha untuk bertemu wanita itu untuk bertanya dari hati ke hati sebagai sesama wanita, namun entah kenapa begitu sulit. Seakan ada tembok yang menghalanginya untuk bertemu dengan wanita itu.


Beberapa saat ruangan itupun sunyi, Farhan dan Nada sama-sama terdiam dengan saling menggenggam erat dan saling menatap penuh kerinduan.


Farhan yang mulanya tampak suram tiba-tiba saja terkekeh pelan ketika mengingat malam pertama dan subuh pertamanya bersama Nada yang gagal.


Seakan paham dengan apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya, Nada pun ikut terkekeh.


Entahlah, mungkin ini juga salah satu rencana Tuhan yang belum menginginkan hal itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2