Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Kemarahan Felicia


__ADS_3

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya akak reader.


Happy Reading 😊


"Menarik." Gumam Alex. Pria itu tersenyum mengingat bagaimana manisnya ucapan dari Felicia yang membuatnya langsung luluh.


"Iya bos, nona Felicia memang gadis yang menarik." Alex melotot tajam ke arah asisten pribadinya. Sedangkan sang asisten langsung menunduk ketika menyadari hal itu.


"Memangnya kamu tahu seperti apa wajah Felicia? Bukankah kamu jarang datang kemari? Kalau tahu juga pasti dia sudah berdandan jelek kan saat kamu datang?" Tanya Alex.


"Eh, anu bos sebenarnya saya tahu dari mantan kekasih saya, bos. Mantan saya itu adalah seorang penata rias profesional, dia pernah saya ajak ke sini, dan waktu itu melihat nona Felicia yang sedang berjaga, mantan kekasih saya mengatakan kalau sebenarnya nona Felicia itu sangat cantik meskipun di dandani jelek seperti tadi, wajahnya imut, matanya bening dan bibirnya merah alami, itu yang di katakan oleh mantan kekasih saya, bos." Jawab Asisten pribadi Alex.


"Benarkah?" Alex terlihat sedikit tertarik dengan cerita sang asisten.


"Iya bos, karena mantan saya itu pekerjaannya adalah penata rias dan sering merias wajah-wajah para wanita dari berbagai karakter, dari yang natural menjadi sangat cantik, atau yang biasa saja. Makanya kekasih saya bisa langsung tahu hanya dengan melihat sekilas wajah nona Felicia." Jawabnya antusias.


Alex berdehem membuat asistennya itu kembali normal setelah tadi begitu berbinar saat menceritakan tentang Felicia. Entah kenapa dia merasa tidak suka melihat asistennya menceritakan tentang Felicia dengan penuh kekaguman.


"Bagiku Nona Felicia cantik atau jelek itu tidak penting, karena aku tertarik pada nona Felicia bukan karena penampilannya, dia itu wanita yang berbeda, auranya sangat kuat, sepertinya aku tertarik pada wanita itu," ucap Alex mengambil minuman di depannya dan menegak habis minuman di tangannya itu tanpa sisa.


Sang asisten hanya menunduk saat tuannya itu berucap. Dia tidak mau berurusan lebih dengan tuannya apalagi berhubungan dengan wanita yang di sukai oleh Alex


"Tapi aku juga suka kepribadiannya, wanita itu benar-benar berbeda dari yang lain, saat dia dengan tegas dan berani berucap kepadaku, benar-benar wanita yang menarik," ucap Alex kembali dengan mata menerawang membayangkan kembali bagaimana ekspresi wajah Felicia yang tegas dan dingin tadi.


Alex menarik sudut bibirnya ketika mengingat sosok Felicia yang terlihat sangat luar biasa itu, seperti sosok wanita tangguh dan kuat yang setiap ucapannya bisa membuat orang selalu menurut.


"Bisakah kamu memintakan nomer teleponnya?" tanya Alex kepada asistennya.


"Baik, Tuan, akan saya lakukan."

__ADS_1


Asisten Alex langsung mengangguk. Kemudian pria jangkung itu keluar dari ruangan itu untuk menemui Felicia. Tapi setelah beberapa saat asisten itu kembali pada Alex.


"Bagaimana?" Tanya Alex.


Asisten pribadi Alex terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dia tidak mau memberikan nomernya, tuan." jawab asisten itu menunduk, takut kalau Alex marah padanya karena tidak berhasil meminta nomer Felicia. Gadis itu sepertinya memang sangat sulit untuk si dekati.


"Kenapa dia tidak mau memberikan nomor teleponnya? apa kamu tidak bisa hanya meminta nomer telepon seorang wanita?"


"Maaf, Tuan, nanti akan saya usahakan lagi, tadi Nona Felicia mengatakan bahwa dia harus segera bekerja," jawab sekretaris tersebut.


Alex merasa kecewa saat Felicia menolak memberikan nomer teleponnya, tapi yang pasti di akan datang lagi untuk bisa mengenal lebih dekat wanita itu.


Sedangkan Felicia kembali ke tempatnya setelah menolak bawahan dari Alex yang memintanya nomer telepon.


"Selamat bos, kamu bisa mengatasi keributan di ruangan X, benar-benar hebat." Ucap salah satu bawahan Felicia.


"Ya, karena itu adalah pekerjaanku." Felicia tersenyum dan merasa sedikit lega karena berhasil menyelesaikan satu masalah di bar itu.


Tapi masih ada satu yang sedikit merepotkan Felicia yaitu Alex. Pria itu benar-benar tidak tahu diri dan membuatnya kesal. Sebenarnya Felicia tahu kalau Alex tertarik padanya. Tapi Felicia tidak ingin berhubungan dengan orang seperti itu.


"Aku sangat tahu siapa Alex itu, pria yang sangat familiar wajahnya," batin Felicia.


Alex sudah memiliki tunangan, dan tunangan pria itu adalah kakak tiri Felicia yang bernama Veronica.


Veronica adalah putri dari Alice dan sang Ayah. Alice dan Veronica selalu menghina dan merendahkan Felicia dan sang ibu. Berbagai macam hujatan dan cacian seperti pelakor dan anak haram selalu keluar dari mulut keduanya. Bagaimana seandainya kalau Veronica tahu kelakuan tunangannya yang masih suka bermain wanita di belakangnya.


"Dasar pria hidung! Sudah punya tunangan masih saja menggoda wanita lain! Kalau calon suamiku yang seperti itu, aku pasti akan menghajarnya habis-habisan." Gumam Felicia.

__ADS_1


Malam semakin larut. Felicia masih terus mengawasi di setiap sudut bar itu. Tiba-tiba anak buah Felicia datang melaporkan sesuatu.


"Bos, aku melihat ada pergerakan dari ruangan yang suruh di awasi tadi, pria yang berada di dalam ruangan itu saat ini keluar menuju ke toilet." Ucap bawahannya.


"Oke, terima kasih atas informasinya, Jo." Felicia langsung terburu-buru mengikuti calon suaminya ke toilet di mana Morgan masuk sesuai informasi bawahannya.


Felicia melihat pria itu masuk ke dalam salah satu kamar toilet tersebut. Gadis itu pun pura-pura berpatroli dan mengamati secara diam-diam di dekat toilet umum itu agar mengetahui pergerakan apa yang akan di lakukan oleh Morgan.


Tidak lama kemudian dia melihat seorang gadis berjalan ke toilet pria dengan pakaian yang sangat minim, gadis tersebut terlihat seperti sedang memperhatikan sekitar, seakan melihat kondisi bahwa situasi di sana aman. Kemudian ia masuk ke dalam toilet pria itu.


Felicia melotot sempurna ketika melihat gadis tersebut masuk ke dalam kamar mandi sama yang di masuki oleh Morgan.


Apa-apan ini!! Bukankah tuan Fernando Alvares telah mengatakan bahwa dia akan menikah dengan ku, tetapi ternyata dia masih berani bermain dengan wanita lain dan berselingkuh di belakangku! Batin Felicia marah. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya.


"Lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu, tukang selingkuh!!" Felicia bergegas masuk ke toilet dan mencari saklar untuk mematikan lampu di dalam.


"Akkkk!" Teriak seorang wanita.


"Ssttt diam, jangan berteriak." Ucap seorang pria menyuruh wanita itu untuk diam dan Felicia mendengar semuanya dari luar.


"Dasar Alvares bodoh, gila, berani mengajak wanita masuk ke dalam toilet! Lihat aku akan memberikan pelajaran untukmu! Enak saja mau mempermainkan seorang Felicia!!" Felicia marah dengan apa yang di perbuat oleh calon suaminya.


Bersambung.


Nah loh, ada apa ini??


masih penasaran??


Mana kopinya buat othor, mau begadang nie..

__ADS_1


__ADS_2