
Happy Reading 😊
Alice dan Veronica sedang mencuci piring di sebuah restoran, mereka harus bekerja demi menghidupi biaya hidup yang memang uang mereka semakin hari semakin menipis.
Setelah perceraian dengan Brandon, Alice mendapatkan harta yang langsung di berikan secara tunai oleh mantan suaminya itu.
Alice dan Veronica menggunakan uang itu untuk membeli sebuah rumah yang lumayan cukup besar dan juga untuk biaya makan beserta perawatan untuknya dan Veronica.
Setelah berbulan-bulan lamanya mereka hanya bersenang-senang tanpa memikirkan bahwa sudah tidak ada yang membiayai lagi, atau sudah tidak ada yang menggelontorkan dana ke rekening mereka, akhirnya kedua wanita itu sadar bahwa tabungannya semakin hari semakin menipis.
Pertunangan Veronica dengan Alexander yang batal juga membuat wanita itu sempat frustasi dan selalu pergi ke klub malam untuk menghabiskan uang.
"Kenapa nasib kita jadi seperti ini, Ma!" seru Veronica meletakkan sendok yang tadi dia cuci dengan sedikit keras.
"Jangan seperti ini, nanti kalau pemilik restoran tahu pasti kita bakal di pecat!" bisik Alice.
"Tapi, Ma! aku tidak bisa bekerja di tempat seperti ini, lihatlah tanganku yang semula mulus jadi kasar begini! aku tidak terbiasa dengan pekerjaan kasar seperti ini!"
Alice mencuci tangannya dengan air, kemudian mengelapnya dengan kain yang tersedia. Kemudian dia memeluk Veronica yang sedang kesal itu.
"Maafkan Mama, sayang, semua ini adalah salah Mama, kalau saja Mama dan Papa tidak bercerai, pasti hidupmu tidak akan seperti ini! maafkan Mama, hiks!" Alice tidak kuasa menahan air matanya.
Awalnya dia begitu tegar saat berpisah dengan Brandon, tapi setelah merasakan bahwa mencari uang itu susah, Alice merasa menyesal.
__ADS_1
Seharusnya dia tidak pernah menyinggung perasaan suaminya, Alice tahu kalau selama ini Brandon sudah minta maaf dan berusaha menebus kesalahannya dengan cara menyingkirkan Jane dan Felicia dari kehidupannya.
Alice juga tahu syarat apa yang di inginkan Brandon setelah dia mengikuti keinginannya, yaitu menjauhi Jane dan Felicia, di larang mengusik kehidupan mereka, tapi nyatanya dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengganggu Jane dan Felicia.
Alice baru sadar sekarang, kalau semua ini memang kesalahannya. Membuat Morgan marah dan menceraikannya.
"Mama sekarang baru menyesal! kenapa tidak dari dulu-dulu menyesalnya!! Mama juga membawaku ikut-ikutan menghina Jane dan ibunya, dan hal itu malah berbalik padaku, karma yang ku dapat juga jauh lebih sakit saat melihat pria yang kita cintai ternyata menghamili sekretaris nya sendiri!! hiks!!"
Sekali lagi Alice memeluk putrinya yang terlihat bahunya bergetar hebat.
Tiba-tiba pintu dapur terbuka dan seorang pria masuk ke dalam dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
"Kalian di sini bekerja! bukan untuk saling menangis dan berpelukan seperti ini!! cepat bereskan cucian piring-piring ini!! aku muak melihat drama kalian yang selalu saja seperti ini!! kalau sampai aku melihat kalian masih drama dan tidak bekerja, aku tidak segan memecat kalian tanpa pesangon apapun!!" teriak pria itu yang tidak lain adalah pemilik restoran tersebut.
Veronica terlihat menitikkan air matanya, dia merasa bahwa Tuhan telah membalas semua perbuatan nya terdahulu yang selalu menghina Felicia dan memandang rendah dirinya.
"Ma, aku akan mencari uang di klub malam saja, aku tidak sanggup kalau harus bekerja seperti ini terus!" lirih Veronica.
"Kamu ini bicara apa? jangan sampai kamu menjual diri kamu di klub malam!! Mama tidak mau kalau putri Mama menjadi seorang wanita penggoda dan tidur dengan banyak pria, lebih baik kita bekerja seperti ini, masih untung ini pekerjaan yang mudah! hanya mencuci piring dan mengantarkan makanan ke mejanya, sudahlah, kita terima semua ini, Veronica!" ucap Alice menasehati putrinya itu.
Meskipun Alice terkenal sangat jahat, tetapi dia tidak ingin Veronica sampai menjadi wanita penggoda di dunia malam, prinsip Alice sangat kuat dan membenci wanita dengan profesi seperti itu.
###
__ADS_1
Felicia tersenyum sambil membelai pipi mulus Baby Zidane yang sedang menyusu kepadanya. Malam ini Baby Zidane terbangun setelah hampir 4 jam tertidur.
Meskipun ini sudah tengah malam, tetapi Felicia tidak merasa mengantuk saat sang putra terbangun dan menangis.
Dengan sigap Felicia mengambil Baby Zidane dari Box dan langsung menyusuinya.
Felicia menatap sang suami yang terlelap di ranjang mereka, melihat wajah Morgan yang terlihat kelelahan seperti itu, Felicia tidak berani membangunkan nya. Biarlah dia terjaga sendiri dengan sang putra.
Felicia benar-benar menikmati menjadi peran seorang ibu dan tidak menggunakan jasa baby sitter untuk putranya.
Dia ingin mencurahkan segala kasih sayangnya untuk baby Zidane.
Di sisi lain..
Jane masih belum bisa terlelap saat mengingat siapa yang dia lihat tadi pada waktu makan malam di restoran bersama Regina.
"Alice menjadi seorang pelayan restoran? apa benar aku tidak salah lihat?"
Bersambung.
Mana nih bunganya 🌷
udah mendekati end ya 😁
__ADS_1