Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Panik


__ADS_3

Happy Reading 😊


Morgan mengepalkan kedua tangannya saat melihat pria yang dulu pernah menjadi salah satu sahabatnya itu tiba-tiba ada di tempat tersebut.


Sahabat yang berkhianat tepatnya.


"Sudah lama kita tidak bertemu, Morgan! kamu menghindari ku selama empat bulan ini," ucap pria itu.


Morgan tidak menanggapi, merasa malas bertemu dengan musuh dalam selimut.


"Ayo sayang, kamu pilih menu makanan kesukaan mu," Morgan mengalihkan Felicia yang sejak tadi hanya diam menatap ke arah pria itu.


"Oh, apakah dia istrimu? ck, cantik! pantas saja kamu tidak tertarik dengan wanita lain, padahal aku sudah menjodohkan mu dengan adikku, kamu tahu kan kalau Milea sangat mencintaimu dan ...!"


"Untuk apa kamu ada di sini!!" putus Morgan dengan cepat. Ingin mengabaikan pria itu tetapi nyatanya tidak bisa kalau sudah menyinggung Felicia.


"Hey, aku juga menyewa Resort di sini, kau pikir hanya kamu yang bisa! dan aku sedang menunggu kekasihku, dia sedang ke toilet di atas, hai Nona, aku Troy, sahabat Mo..!


"Cukup Troy! aku belum memaafkan perbuatan mu padaku, jadi janganlah sok akrab, karena aku tidak suka di khianati!" sela Morgan dengan nada yang tinggi.


Pria yang bernama Troy itu terkekeh. "Aku tidak berkhianat, kamu pasti mengira kalau aku yang memberikan obat itu padamu! kalau selama ini pikiran mu seperti itu, kamu salah Morgan! jebakan itu adalah Felix pelakunya, dia meminta Milea untuk menggoda mu, awalnya aku juga tidak tahu, yang pasti Felix dan Milea bekerja sama, untuk bisa membuatmu menikah dengan Milea, tapi aku tahu di balik semua ini ada konspirasi karena Felix dan Milea sudah berhubungan lama, Felix mencintai Milea tapi Milea mencintaimu!" jelas Troy panjang lebar.


Membuat Morgan dan Felicia terkejut, apa mereka tidak salah dengar. "Apa maksudnya dengan jebakan?" tanya Felicia menatap dalam Morgan.


"Malam itu, pas kita pertama kali bertemu, sayang!" jawab Morgan.

__ADS_1


"Jadi kalian belum lama kenal dan langsung menikah?"


"Sudahlah Troy, sebaiknya kamu jelaskan apa yang sebenarnya kamu katakan tadi? bukankah kamu sudah tahu masalah penjebakan itu?" tanya Morgan tajam.


"Baiklah, aku akan menjelaskan semua kepadamu, kalian makan malam dulu dan setelah itu nanti kita ketemu di resort ku saja, bagaimana?"


Morgan dan Felicia saling menatap, kemudian Morgan menyetujuinya permintaan Troy.


###


Udara malam hari di Maldives memang sangat dingin, dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi dan juga langit yang mendung menandakan akan turun hujan, membuat Felicia betah berada di bawah selimut dan juga berada di pelukan Morgan.


"Sepertinya paman Felix memang harus di kembalikan ke asalnya, aku tidak peduli kalau kakek marah, yang jelas pria itu sejak dulu memang ingin menguasai kekayaan keluarga Alvares, meskipun dia hanya anak haram! ck, salah pungut anak!"


"Huss, jangan bicara seperti itu!" Felicia mencubit lengan suaminya.


Dan ternyata memang dalang di balik semua ini adalah Felix, niatnya ingin menjebak Morgan untuk bisa menjatuhkannya dan mengambil alih perusahaan dengan menyebarkan tindakan tidak senonoh Morgan. Tapi ternyata Morgan menyadari itu dan kabur setelah merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya.


"Aku akan menelepon Jimmy, sampai di mana dia mengurus Felix," ucap Morgan mengambil ponselnya.


Felicia duduk bersandar di dada Morgan, sepertinya suasana yang tadinya dingin sudah berubah menjadi hangat saat ini. Apalagi Morgan bertelanjang dada dan memperlihatkan perut sixpack nya.


"Hem, bagus Jim, aku percaya kamu bisa mengatasi Felix, buat dia tidak bisa mengakses semua gold card-nya, sudah saatnya dia meninggalkan segala kemewahan yang ku berikan!"


###

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian.


Sepertinya kehidupan Morgan dan Felicia semakin bahagia, selalu di warnai keromantisan dan kemesraan di manapun berada.


Tidak terasa usia kandungan Felicia sudah semakin membesar. Morgan juga semakin perhatian terhadap istrinya itu.


Dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Felicia.


Banyak pengawal di kerahkan untuk menjaga sang istri saat bepergian ke luar. Segala bentuk kemewahan di berikan Morgan untuk sang istri.


Tentu saja kehidupan Felicia benar-benar berubah 180%, banyak di kejar paparazi di mana-mana, sudah seperti artis saja, apalagi kalau sedang pergi berdua dengan Morgan


Pasti banyak kamera yang mengabadikan momen tersebut dan mengunggah mereka di akun sosmed. Menjadikan Morgan dan Felicia semakin terkenal.


Sungguh pasangan yang benar-benar romantis. Malam ini Morgan pulang terlambat dan melihat sang istri sudah di sofa ruang tamu di temani beberapa asisten rumah tangga.


"Sayang, kenapa tidak tidur di kamar?" ucap Morgan membangunkan istrinya.


Felicia mengerjab dan melihat Morgan sudah berada hadapannya.


"Kamu sudah pulang?" Morgan mengangguk dan tersenyum.


"Aww! perutku sakit!" seru Felicia memegang perutnya.


"Sayang, ada apa? apanya yang sakit!"

__ADS_1


"Perutku, sejak tadi rasanya sakit sekali! apa ini sudah waktunya melahirkan?" Morgan yang mendengar itu langsung panik seketika.


Bersambung.


__ADS_2