
Happy Reading.
Morgan merasakan tubuhnya panas dan gerah, situasi ini sama seperti beberapa tahun lalu, namun bedanya saat ini pria itu berada pada jamuan di sebuah hotel bersama dengan beberapa klien penting.
'Sial! siapa yang memberiku obat luknut ini lagi!! kenapa aku harus jatuh ke lubang yang sama!' batin Morgan menahan dirinya.
Di bawah sana sudah terasa sesak, miliknya mengeras meminta di puaskan. Rasanya sangat nyeri dan sakit, bahkan tubuhnya sudah mengeluarkan keringat dingin.
"Tuan Morgan, apa anda baik-baik saja?" tanya salah seorang klien wanita.
"Maaf, aku harus ke toilet sebentar," Morgan segera berdiri dan berjalan menuju ke toilet.
Sepertinya memang ada yang sengaja memberikan obat perangsang itu untuk menjebak Morgan. Dan sialnya, dia sedang jauh dari istrinya, Morgan sedang berada di luar kota bersama asisten pribadinya dan parahnya lagi asisten Morgan malah sakit perut dan tidak bisa ikut meeting.
Morgan kembali ke kamarnya, dia tidak bisa menahan sakit di bagian tubuhnya.
"Panas sekali, pengaruh obatnya benar-benar kuat!! Aaggrrkk! aku sudah tidak tahan! ini benar-benar menyiksa!" Morgan membuka kancing bajunya satu persatu.
Diapun membuang kemejanya asal, Morgan tidak memperdulikan pertemuan yang membahas proyek besar itu lagi, saat ini yang terpenting dia harus terbebas dari rasa sakit ini.
Tiba-tiba ada sebuah tangan melingkar di perutnya, Morgan nampak terkejut ketika sebuah benda kenyal menempel di punggung Morgan yang tanpa menggunakan baju itu. Besar dan kenyal, sudah bisa dipastikan benda itu adalah buah semangka milik seorang wanita. Suara erangan keluar dari dalam mulut Daddy dari Zidane tersebut ketika merasakan sebuah elusan di dada dan perutnya.
Sial! senjata semakin meronta kala tangan itu semakin jahil mengelus perut bagian bawah dan sedang menuju ke tempat yang sejak tadi sudah sangat keras itu. Bayangan Felicia hadir saat Morgan menutup kedua matanya, merasakan setiap sentuhan yang dilakukan oleh sang istri tercinta.
__ADS_1
"Aku bisa melayanimu, Morgan," bisik suara seorang wanita yang sejak tadi tengah menggodanya itu.
Morgan langsung membuka kedua matanya, suara itu bukan milik Felicia, dengan secepat kilat Morgan menarik tangan yang sedang bermain di perutnya dan membalikkan badan.
"Veronica!!!" seru Morgan terkejut saat melihat siapa wanita yang berani menggodanya dan lancang masuk ke dalam kamarnya itu.
"Iya Morgan, aku Veronica, ternyata kamu masih ingat denganku?" jawab Veronica tersenyum menggoda.
Wanita itu melangkah maju untuk bisa menggoda saudara iparnya itu dengan pakaian yang sangat minim, sebuah lingerie transparan mencetak bentuk lekuk tubuhnya yang memang sangat menggoda itu.
"Brengsek!! siapa yang menyuruhmu melakukan ini! kenapa kamu bisa berada di dalam kamarku!" seru Morgan menahan sakit di bagian kepala dan juniornya, tapi dia tetap tidak memperdulikan.
"Ayolah, tidak perlu tahu, yang penting sekarang kita bersenang-senang tanpa diketahui oleh Felicia, aku tahu saat ini kamu tengah menginginkan itu," goda Veronika membuka tali lingerienya perlahan.
Morgan tidak akan membiarkan wanita itu melakukannya, dengan secepat kilat Morgan menarik lengan Veronica dan langsung menyeretnya keluar dari dalam kamar.
BRAK!
Veronica terkejut ketika Morgan menutup pintu kamarnya dengan sedikit keras hingga menimbulkan bunyi yang sangat nyaring.
Morgan harus segera membereskan masalah Veronica, tapi sebelum itu, ia harus ke kamar mandi untuk menghilangkan rasa sakit yang menderanya sejak tadi.
Saat Morgan akan masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba ponselnya berdering, Morgan tidak akan mengabaikan panggilan itu karena nada deringnya sudah sangat dia hafal, yaitu nada dering panggilan dari Felicia.
__ADS_1
Morgan mengangkat panggilan video call tersebut, di layar nampak wajah sang istri yang terlihat segar dengan rambut yang basah. Morgan menelan salivanya dengan susah payah, apalagi saat ini dia sedang dalam pengaruh obat.
"Sayang, untung kamu telpon, bantu aku ya, aku sangat merindukanmu,"
"Memangnya aku bisa bantuin apa, sayang?"
Morgan tidak akan bertele-tele. "Bantu puaskan junior dan aku, sayang, aku sedang dijebak, dan sekarang dalam pengaruh obat perangsang,dari pada aku bermain solo di kamar mandi, lebih baik aku bermain denganmu lewat video call, ya?"
"Tapi siapa yang melakukannya padamu!"
"Jangan tanya dulu, sekarang bantu aku menuntaskan hasrat ini," ucap Morgan dengan suara yang parau.
"Baiklah, aku akan melakukannya, daripada kamu mencari wanita diluar sana, mending aku bantu kamu mengatasi semua ini," jawab Felicia tersenyum.
"Terima kasih, sayang,"
Felicia langsung menanggalkan jubah mandinya dan Morgan langsung terpana dengan tubuh candu milik istrinya itu. Sambil membayangkan istrinya yang berada di dekatnya, Morgan memulai aksinya dengan menanggalkan celana dan cd nya.
Akhirnya malam itu Morgan diselamatkan oleh Felicia kembali. Untuk masalah Veronica, Morgan akan mengusutnya tuntas.
π·π·π·π·
Hai akak reader semuanya π₯° jangan lupa mampir di novel terbaru othor yang judulnya My Ex Wife
__ADS_1
Cuss, langsung favorit β€οΈ ya, nanti akan ada pulsa 100rbu untuk 5 orang pemenang, bagi siapa yang kasih gift terbanyak sampai akhir bulanπ·π·π·πππ