
Happy Reading 😊
Felicia memperhatikan penampilannya di depan cermin. Dress selutut warna cream pilihan suaminya itu memang pas di badan. Sepertinya selera Morgan memang benar-benar bagus untuk masalah fashion.
Ya, namanya juga orang kaya, kalau tidak mengerti fashion sama saja dia bukan orang kaya atau hanya orang kaya abal-abal mungkin.
Tapi lihat semua barang mewah bermerek ini, bahkan ada yang baru saja di luncurkan dan beberapa barang limited edition, alias barang itu hanya di buat beberapa buah saja di seluruh dunia.
Entah bagaimana caranya Morgan mendapat semua barang-barang mewah milik perempuan ini. Oh ya, hampir lupa kalau sebenarnya Jimmy lah yang mendapatkan barangnya. Selera Jimmy benar-benar bagus.
Tetapi Morgan juga pastinya tidak pernah berpengalaman karena mereka terlahir dari kalangan orang kaya dan pasti sudah terbiasa memakai barang mewah sejak kecil
Morgan melihat penampilan sang istri dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, rasanya tidak ada bosan-bosannya Morgan menatap Felicia secara intens seperti ini. Sangat cantik dan mempesona.
Felicia membalikkan badannya, melihat sang suami yang masih menatapnya dengan mematung. Felicia merasa tidak enak hati. Apakah ia terlihat sangat jelek?
"Bagaimana dengan penampilanku? kenapa kamu menatapku seperti itu? apakah Aku terlihat aneh?" tanya Felicia.
Morgan langsung menggeleng cepat.
"Tidak, kamu cantik sekali, bahkan lebih cantik dari Mamaku, kamu tahukan kalau Mamaku wanita paling cantik di dunia ini, dan aku bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik darinya. Ternyata aku tidak salah memilihmu," ucap Morgan membuat Felicia bersemu.
Memang Mama Regina sangat cantik, meskipun usianya tidak muda lagi tetapi kulitnya masih kencang dan mulus. Itulah kenapa Morgan begitu mengidolakan Mamanya. Tidak hanya cantik, tapi hatinya juga baik.
__ADS_1
"Kamu terlalu memuji, aku tidak akan bisa seperti Mama, dan namanya juga berdandan, pasti bisa langsung terlihat cantik, kalau tidak cantik, nanti bisa-bisa kamu langsung membuang barang-barang yang ada di sini semuanya," ucap Felicia terkekeh. Berusaha untuk tidak terlalu besar kepala karena di puji oleh suaminya.
"Baiklah, setelah ini pilihlah sepatu yang cocok untukmu, kita akan berkumpul dengan keluarga besar untuk berbincang masalah keluarga setelah sarapan," ucap Morgan.
"Ya, aku akan bersiap!" jawab Felicia cepat.
Morgan berjalan mendekat ke arah Felicia dan menarik pinggang istrinya itu, menatap wajah cantik yang sekarang menjadi pemandangan nya saat bangun dan sebelum tidur. Morgan membelai pipi dan memberi kecupan dibibir Felicia. "Aku akan menunggumu di bawah jangan lama-lama ya, cepatlah sedikit," ucap Morgan memberikan kecupan sekilas, kemudian pergi dari hadapan Felicia.
Felicia tampak menghela nafas, memegang dadanya yang berdegup kencang. Morgan yang sekarang sungguh sangat berbeda Felicia tidak menyangka bahwa pria seperti Morgan bisa bersikap sangat manis dan lembut.
"Aaakk, aku jadi jatuh cinta terus kalau di perlakukan seperti ini!" seru Felicia.
"Eh, aku harus bergegas, seluruh keluarga sudah menungguku," Felicia langsung mengambil flat shoes yang dia lihat yang lebih nyaman di bandingkan dengan heels yang tinggi.
Sepertinya dia harus membiasakan diri untuk hidup di keluarga konglomerat ini, yang pasti kehidupannya sangat jauh berbeda. Apalagi keluarga Alvares adalah keluarga nomer satu di negara bagian Washington DC. Di Florida juga sudah termasuk jajaran atas keluarga besar yang terpandang.
Morgan melihat Felicia datang dari lantai atas, pria itu langsung berdiri dan menghampirinya, memberi kecupan di pipinya sebagai ungkapan sayang.
"Ayo ke sana," ucap Morgan benar-benar membantu Felicia yang sejak tadi sangat gugup.
'Untung saja kamu menghampiri ku, kalau tidak aku pasti akan sangat malu jika harus berjalan sendiri menghampiri orang-orang besar itu,' batin Felicia menatap Morgan dari arah samping.
"Duduklah, Felicia. Kita akan sarapan bersama dan setelah itu membahas masalah keluarga," ucap Aland.
__ADS_1
"Hai kakak ipar, aku Nana, adiknya Morgan, senang bisa melihat wanita yang di pilih kakak ku sebagai pendamping hidupnya. Kamu sangat keren, bisa membuat pria seperti Morgan memilihmu, pasti ada sesuatu yang spesial, ya?" Felicia hanya tersenyum ketika mendengar wanita yang ternyata adik iparnya itu.
"Nana, sudah-sudah, ayo kita sarapan dulu, jangan ganggu kakakmu" seru Regina.
Akhirnya semuanya menyantap menu sarapan yang sudah terhidang di meja makan.
###
Alice berlutut di kaki suami yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Brandon tidak main-main dengan ucapannya. Pria itu benar-benar membuktikan bahwa ia menggugat cerai Alice.
"Tolong Brandon, jangan lakukan ini padaku! kenapa kamu tega sekali, hiks!" Alice memeluk kaki pria yang sangat dicintainya itu.
Brandon hanya bisa menghela napas panjang, dulu dia dan Alice memang hanya di jodohkan karena orang tua Brandon memiliki banyak hutang pada keluarga Alice. Rasa cinta yang seharusnya tumbuh di hati Brandon untuk istrinya tetapi malah mencintai wanita lain.
Brandon sangat menyesal kenapa dulu dia menyia-nyiakan Jane dan Felicia hanya karena dia begitu takut dengan ancaman keluar Alice saat itu.
"Alice, aku sudah lelah menghadapi dirimu dan juga Veronica, aku sangat kecewa dengan sikap mu yang mengingkari janji itu, kamu benar-benar istri pembangkang, dan sekarang aku ingin hidup tenang di hari tuaku, aku akan mengembalikan seluruh harta kekayaan keluarga mu, 60% aset Bellerick akan menjadi milikmu dan Veronica, 40% lainnya untuk Felicia," ucap Brandon.
"Kenapa kamu memberikan 40% saham Bellerick pada Felicia! bukankah dia sekarang sudah menjadi orang kaya!" seru Alice tidak terima.
"Karena dia adalah darah dagingku!"
Bersambung.
__ADS_1
Maaf, baru nulis, kepala mendadak pusing tadi malam, anemia kambuh lagi 🥺🥺🤧