Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
MOJU


__ADS_3

Happy Reading 😊


Dug!!!


"Aaww!! kenapa kamu menendang Moju ku!!" seru Morgan mengerang kesakitan sambil memegang area sensitif nya.


"Moju??" cicit Felicia saat sudah memasang kuda-kuda untuk kembali menendang milik Morgan, tapi ia urungkan setelah mendengar Morgan mengucapkan kata yang terdengar aneh di telinga nya.


"Moju 'Morgan Junior'! kenapa kamu menendangnya! nanti kalau dia sakit dan..!" Morgan menghentikan ucapannya ketika melihat Felicia yang sudah tertawa terbahak-bahak di hadapannya saat ini.


"Hahahahaha!! MOJU!! bahahahaha!!"


"Kenapa kamu tertawa! Hei, kamu mengejekku, ya!" Morgan menarik tubuh Felicia dan menguncinya di atas sofa.


"Maaf, maaf, soalnya namanya lucu, 'Moju' kenapa namanya aneh begitu?" Felicia berusaha menahan untuk tidak tertawa.


Morgan mendengus dan melepaskan Felicia dari kukungannya.


"Kenapa kamu menendang junior ku? untung saja aku bisa menghindar!" ucap Morgan yang kali ini memilih duduk di sofa.


Felicia bangkit dan ikut duduk di samping Morgan. "Itu balasan untuk orang mesum seperti mu!"


Morgan menoleh. "Kenapa kamu selalu menyebutku mesum! Padahal aku bukan orang seperti itu," Felicia melotot dan berkacak pinggang.


"Oh, benarkah? apa kamu sudah lupa dengan kejadian di Bar malam itu? sudah punya calon istri tapi masih membawa wanita masuk ke dalam toilet!! itu apa namanya kalau bukan mesum!! untung saja langsung ku tendang Moju mu itu dua kali, biar kamu dan wanita itu tidak jadi bersenang-senang, bahkan mungkin saking kerasnya aku menendang Moju sudah bisa di pastikan kamu langsung masuk rumah sakit! Hahahah... Ups!!" Felicia langsung menutup mulutnya.


Dia langsung tersadar dengan apa yang telah ia ucapkan.


'Ya Tuhan, Feli kenapa mulut mu lancar sekali menceritakan tentang rahasia itu!! bagaimana kalau Morgan menuntut mu dan memasukan mu ke dalam penjara!! Ah, sial,, aku malah membuka kartuku!!' jerit Felicia dalam hati.


Sedangkan Morgan mencerna ucapan Felicia.

__ADS_1


"Aku di bar dan mengajak seorang wanita masuk ke dalam toilet?" gumam Morgan.


'Kenapa ini seperti cerita Felix, yang menuduhku menyuruh orang memukuli 'Anunya' sampai harus di operasi?'


"Oh, jadi kamu yang melakukan itu?" tanya Morgan mengangkat kedua alisnya.


Felicia merasa ketakutan, tapi mau bagaimana lagi, mengelak pun sudah tidak mungkin, karena Morgan sudah tahu semuanya.


Sepertinya dia harus memberanikan diri untuk melawan Morgan kali ini. Percuma saja kalau Felicia harus mencari alasan dan menjelaskan pada pria itu, yang pasti Morgan memang pantas mendapatkan hukuman mu.


"Aku tanya sekali lagi, sayang? Apakah kamu benar orang yang telah memukul Anunya seseorang di dalam toilet Bar beberapa waktu lalu?" tanya Morgan mengintimidasi.


"Iya, aku yang melakukan itu!! kenapa? kamu mau protes! kamu mau menuntunku!! Silakan! Aku tidak takut, kamu memang pantas mendapatkan itu! sudah punya calon istri tapi masih saja bermain dengan wanita lain!!" seru Felicia menggebu.


Morgan semakin menyukai permainan ini.


"Oh, apakah itu artinya kamu cemburu dan tidak suka aku bersama dengan wanita lain?" Morgan mendekatkan wajahnya pada Felicia.


Felicia sudah merasa geram dengan tingkah Morgan yang menurutnya sangat keterlaluan. Bahkan dia masih berani bermain wanita lain di belakangnya.


"Huh, baiklah, aku tidak akan berbuat mesum ataupun mencari wanita di luar sana, asalkan kamu bisa melayani ku di saat aku menginginkan," ucap Morgan enteng.


Felicia mengepalkan kedua tangannya. "Kamu!! Morgan Fernando Alvares! ku peringatkan bahwa aku tidak akan pernah mau melayani mu!! aku tidak suka mempunyai calon suami yang suka menduakan pasangannya!! aku tidak mau hanya di jadikan pelampiasan saja!! aku tidak mau! aku tidak mau, Huaaaa!!!" Felicia memukul dada Morgan berkali-kali.


Berusaha mengungkap kan semua yang ada di dalam pikirannya. Morgan merasa ada sesuatu yang aneh dengan Felicia, hatinya merasa sakit saat melihat Felicia menangis seperti ini.


'Apa aku sudah keterlaluan!' batin Morgan.


"Sssttt! diamlah, jangan menangis,, kenapa sampai menangis seperti ini?" Morgan menangkap tangan Felicia dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Aku,, hiks,, aku benci penghianat, aku benci dengan orang yang suka berbohong, aku benci dengan orang yang hanya mempermainkan perasaan wanita!!" Morgan menghela napas.

__ADS_1


Sudah cukup sepertinya kesalahpahaman Felicia terhadapnya selama ini.


"Apa selama ini kamu menganggap ku mempermainkan mu? bermain wanita lain di belakang mu?" Felicia mengangguk.


"Meskipun aku yang memintamu untuk menikahi ku, bukan berarti kamu seenaknya saja berselingkuh seperti itu," lirih Felicia.


Felicia ingat dulu bagaimana Ibunya sempat mengalami depresi karena di bohongi oleh Ayahnya, padahal saat itu Jane sangat mencintai Brandon, tetapi ternyata Brandon lebih memilih istri sahnya, Alice.


Mulai saat itu Felicia sangat membenci yang namanya penghianat dan pembohong. Ayah yang seharusnya memberikan kasih sayang malah menyalahkan dirinya karena telah lahir di dunia.


Morgan melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Felicia.


"Dengar, aku bukan orang seperti itu, aku juga tidak pernah bermain dengan wanita lain di belakang mu, aku juga tidak ke bar malam itu," Felicia menatap Morgan intens.


Berusaha mencari kebohongan di matanya. "Tetapi malam itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu mengajak seorang wanita masuk ke dalam toilet!" Morgan terkekeh.


"Jadi kamu menganggap pria itu adalah aku? apakah karena wajahnya mirip dengan ku, lalu kamu bisa menyimpulkan bahwa itu adalah aku?" Felicia mengangguk.


"Feli, aku akan jujur padamu, sebenarnya kamulah wanita yang pertama untuk ku, aku tidak pernah bermain dengan wanita manapun, malam itupun aku sedang di jebak oleh musuhku dan berharap aku akan meniduri wanita yang telah mereka bayar, tetapi aku tidak mau dan berusaha kabur dari mereka, entah kenapa saat itu aku malah menginginkan mu, mungkin ini adalah takdir, tapi yang jelas malam itu aku juga masih perjaka, dan sampai sekarang hanya kamu wanita yang pernah ku masuki," ucap Morgan.


"Kamu jangan bercanda, mau mengambil hatiku dengan cara berbohong seperti itu, aku tetap tidak percaya," jawab Felicia mengalihkan pandangannya.


Meskipun sebenarnya di dalam hatinya merasa senang dan bersyukur kalau dia adalah wanita pertama untuk Morgan, dan itu artinya malam itu adalah malam yang pertama untuk mereka, tetapi Felicia masih ragu dengan ucapan Morgan.


Morgan menyentuh dagu Felicia untuk mengarahkan padanya.


"Aku tidak berbohong, kalau kamu tidak percaya, malam ini aku akan membawamu ke kediaman keluarga besar ku, dan di sana nanti kamu akan tahu kebenaran nya."


Bersambung.


Alhamdulillah bisa up lagi 🤧

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya ya akak2 semuanya 🥰


__ADS_2