Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Malam Pertama Yang Sah


__ADS_3

Warning (21+) area dewasa


Happy Reading 😊


Rigen sedikit berdehem ketika mendapatkan pertanyaan dari putrinya itu.


"Papa berbohong demi mendapatkan cinta Mamamu, bukan berbohong dengan keluarga besar, seperti yang kamu lakukan saat ini, Katty!!" seru Rigen menatap kedua sejoli itu dengan tatapan tajam.


Katrina dan Jimmy hanya bisa menelan ludah kasar saat mendapatkan tatapan intimidasi dari keluarga besarnya.


"Maaf, Pa, Ma!" ucap Katrina menatap ke arah Mamanya, memohon agar Mamanya mau membelanya ataupun melindunginya seperti biasa.


Emma hanya menggeleng pelan, seakan mengatakan bahwa sang Mama sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuknya.


Katrina merasa tertekan saat di tatap dengan tatapan sendu oleh Mamanya. Gadis cantik itu merasa bersalah saat melihat Emma bersedih dengan kelakuannya yang telah membuat sang Mama kecewa berkali-kali.


Apakah dia salah kalau mencintai seseorang yang kastanya jauh di bawah kasta keluarganya. Inilah yang di takutkan oleh Katrina sejak awal, dia tidak berani mengungkapkan hubungannya dengan Jimmy karena pria itu berasal dari kalangan bawah, hanya seorang asisten, dan hal itu membuatnya harus membohongi keluarga besarnya.


Tetapi Katrina sangat mencintai Jimmy, sejak awal bertemu gadis itu sudah mengagumi sosok pria tampan bertubuh atletis itu.


"Hisk, maaf, maafkan aku, aku tidak bermaksud melukai hati kalian semuanya," ucap Katrina di iringi isakan tangis yang memilukan.


Jimmy yang melihat itu langsung menggenggam erat tangan Katrina. "Tidak, bukan Katty yang salah, tetapi saya, maafkan saya karena lancang telah mencintai putri kalian, tuan Rigen dan Nyonya Emma, saya sudah terlanjur mencintai Katty, sebenarnya sejak awal saya ingin memberitahu pada semuanya tentang hubungan kami, tapi Katty melarangnya, saya juga sudah berusaha untuk tidak saling berhubungan, tetapi waktu setahun lebih tidak bisa mengubah hati saya yang telah menggoreskan namanya di hati saya, saya sangat mencintai Katty dan ingin memperjuangkan cinta kami!" ucap Rigen mantap, menatap para jajaran tinggi keluar Alvares.


Dia tidak merasa takut ataupun gentar, Jimmy yakin bahwa Katrina adalah jodoh yang di kirimkan Tuhan untuknya.


Semua orang masih menatap Jimmy dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


Rigen menghela napas, sepertinya sifatnya yang terlalu berani itu menurun pada putrinya. Keras kepala dan selalu memikirkan jalan pikirannya sendiri saat mempunyai sebuah masala.


Bahkan dengan hubungan asmaranya terhadap Jimmy, Katrina begitu baik menyembunyikannya. Rigen paham pasti putrinya itu tidak mau kalau sampai keluar besarnya akan membuat keputusan untuk memisahkan mereka berdua.


Jimmy yang hanya seorang asisten, menyadari bahwa dirinya tidak pantas untuk keluarga putrinya itu. Rigen paham dengan posisi Jimmy yang seperti orang tidak bertanggung jawab atas putrinya, meskipun itu juga bukan keinginannya.


Tetapi Rigen juga merasa salut terhadap keberanian Jimmy yang tidak kenal lelah memperjuangkan putrinya meskipun itu sudah sangat terlambat.


"Jimmy, apakah kamu mencintai Katrina?" tanya Rigen menatap pria itu.


"Tentu saja, Tuan, saya sangat mencintai Katrina, sudah sejak dulu saya mencintainya, saya dan Katrina saling mencintai, bukan karena dia adalah putri dari keluarga Alvares, tetapi karena saya mencintai Katrina dari lubuk hati saya," ucap Jimmy jujur.


Katrina merasa terharu dengan jawaban Jimmy yang sangat gentle itu. Tidak terasa air mata yang tadinya sudah berhenti sekarang mengalir lagi.


"Pa, Katty pasrah kalau kalian semua tidak menyetujui hubungan kami, tapi aku akan tetap berjuang dengan Jimmy agar kalian semuanya mau menerima Jimmy sebagai menantu keluarga Alvares.


###


Masih di rumah Morgan dan di kamar atas lantai tiga.


Morgan membuka pintu kamarnya dengan tangan kanan dan di bantu dorongan dari kakinya.


Kedua pasangan pengantin baru itu saling memandang satu sama lain, senyum kebahagiaan nampak terpancar dari kedua wajah mereka. Morgan merasa bahwa Felicia malam ini terlihat begitu cantik.


"Malam ini persiapan dirimu, Feli," bisik Morgan. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk merasakan manisnya malam pertama pernikahan mereka.


Felicia merasa jantungnya berdegup kencang, rasa gugup itu masih ada meskipun mereka sudah sah menikah. Meskipun malam ini bukanlah malam pertama untuk mereka tetapi ini adalah malam pertama mereka setelah sah menjadi suami-istri.

__ADS_1


Morgan membaringkan tubuh Felicia di atas tempat tidur masih dengan memakai gaun pengantin. Morgan juga masih berpakaian lengkap dengan tuxedo.


Perlahan Morgan mendaratkan bibirnya pada bibir candunya itu, memagut dan menghisapnya. Felicia membalas ciuman Morgan dengan membuka mulutnya.


Keduanya pun berciuman dengan hasrat yang sudah membara. Morgan membuka Jas dan kemeja nya, ia lemparkan di sembarang arah. Felicia bisa melihat dada bidang Morgan yang nampak seksi dengan perut kotak-kotak nya.


Ciuman Morgan turun menelusuri leher jenjang Felicia dan menggigit kecil memberikan sensasi nikmat. Morgan mengangkat tubuh Felicia dan membuka resleting gaunnya. Dengan cekatan Morgan membuat tubuh Felicia menjadi polos dan hanya menyisakan penutup berbentuk segitiga di bagian sensitifnya.


Morgan menurunkan wajahnya ke arah kain segitiga itu, mencium aroma khasnya yang membuat hasratnya langsung meningkat 100x lipat. Dengan sedikit kasar Morgan langsung menarik kain yang menutupi area favoritnya itu dan langsung membenamkan wajahnya ke sana.


Felicia langsung menahan napas saat Morgan memainkan lidahnya di area itu, rasa geli bercampur nikmat menjadi satu.


Setelah puas bermain di area yang sangat di sukainya, Morgan langsung mengarahkan Moju ke tempat itu. Tanpa meminta persetujuan dari Felicia, pria itu langsung melesakkan Mojunya dengan sekali hentakan.


Meskipun ini bukan pertama kali Morgan Junior masuk ke goa yang hangat itu, tapi rasanya masih sempit saja.


Felicia merasa seperti melayang mendapatkan perlakuan lembut dari pria yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya.


Morgan menghentakkan tubuhnya dengan ritme teratur, tidak ingin membuat calon bayinya kesakitan meskipun dokter sudah mengatakan bahwa janin di dalam rahim tidak akan merasa kesakitan karena di lindungi oleh placenta, tapi tetap saja Morgan tidak berani bemain keras.


Akhirnya malam itu, Morgan dan Felicia melepaskan segala kenikmatan mereka setelah resmi menjadi suami istri.


Bersambung.


Othor sedih karena ringking hadiahnya turun drastis 😭


mohon dukungannya terus ya akak reader semuanya 🥰 dengan cara kasih gift bunga atau kopi ☕🌹

__ADS_1


__ADS_2