
Happy Reading 😊
Felicia membuka matanya perlahan, mengerjab menyesuaikan cahaya yang menyinari celah korden di kamar itu.
"Eh, kenapa Morgan ada di sini? ya Tuhan, aku hampir saja lupa kalau kami sudah menikah," batin Felicia saat melihat Morgan memeluknya dengan erat. Hampir saja tadi dia memukul Morgan kalai tidak segera ingat bahwa semalam mereka baru saja menghabiskan malam yang panas.
"Aku harus terbiasa dengan semuanya, aku sekarang adalah seorang istri, jangan sampai aku lupa lagi, bisa-bisa suamiku masuk rumah sakit seperti pamannya itu!!" Felicia merasakan tubuhnya terasa di tindih oleh benda yang berat.
"Ya Tuhan, kenapa dia selalu memeluk ku seperti ini saat tidur, apa dia tidak tahu kalau tangannya itu berat, sepertinya aku harus membeli guling yang besar untuk dia peluk!" gerutu Felicia berusaha memindahkan tangan Morgan.
"Kamu mau kemana?" lirih Morgan masih memejamkan matanya. Felicia sedikit terkejut mendengar bariton seksi dan nge-bass itu.
'Eh, kenapa aku jadi berpikir kalau suaranya seksi!!'
"Aku mau ke kamar mandi, bisa tidak kamu memindahkan tanganmu, Morgan," pria itu membuka matanya. Menatap wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.
"Cium dulu, baru aku lepaskan," ucap Morgan menutup matanya kembali.
'Ya Tuhan, pria ini ternyata banyak maunya!'
Felicia terpaksa mencium bibir Morgan sekilas. Manarik wajahnya kembali hanya dengan satu kecupan, tetapi belum lama terlepas, Morgan langsung menekan tengkuk istrinya dan menautkan kembali bibirnya pada bibir Felicia.
__ADS_1
"Aaakk, Morgan!! aku malu!!" seru Felicia setelah Morgan melepaskan ciumannya.
"Kenapa malu?" tanya pria itu menaikkan sebelah alisnya sambil berbaring miring dan menyangga kepalanya dengan tangan. Tatapannya tertuju pada wajah Felicia yang sudah memerah.
"Aku kan baru bangun tidur, kenapa mencium ki seperti itu!!" seru Felicia menutupi wajahku dengan selimut.
"Hei, aku juga baru bangun tidur, tapi aku tidak malu, kenapa harus malu? hem? kita ini adalah suami Istri, jadi kita harus saling terbuka mulai dari sekarang," ucap Morgan membuka selimut yang menutupi wajah Felicia.
'Aku malu, kalau habis bangun tidur kan nafasku bau, eh tapi kenapa nafas dia segar banget, sih! gak ada bau-bau nya gitu! aku kan jadi betah kalau di cium! nah, giliran dia nyium nafasku pasti langsung mabok dan pingsan!'
"Mikir apa? kenapa bengong?" suara Morgan membuyarkan lamunan Felicia.
"Eh, tidak, aku tidak melamun kok, ya udah aku ke kamar mandi dulu, sekalian menyiapkan air hangat untuk kamu," ucap Felicia bangkit dari tidurnya.
"Kenapa?" tanya Morgan.
"Gak mungkinkan aku pakai gaun pengantinku lagi," jawab Felicia mendapat kekehan dari Morgan.
Felicia memberangus kesal karena di tertawakan seperti itu.
"Kenapa tertawa?"
__ADS_1
"Habisnya kamu itu lucu, kenapa juga harus menutupi diri dengan selimut, kamu tinggal pergi ke kamar mandi, tidak perlu menutupi badanmu karena kita ini adalah suami istri, dan aku juga sudah sering melihat tubuh polos mu itu," jawab Morgan membuat Felicia bushing.
###
Felicia menatap walk in closet atau tempat menyimpan pakaian, tas dan sepatu sendal yang begitu luas di kamar Morgan.
Bahkan tempat itu sudah terisi penuh dengan gaun wanita dan dress dari berbagai macam warna.
Felicia mengernyit dan nampak berpikir, kenapa di dalam walk in closet milik Morgan ada banyak pakaian wanita, milik siapa pakaian itu? bahkan beberapa sepatu mahal sudah berjejer rapi di tempatnya.
"Ini semuanya adalah milikmu dan ini barang baru, kemarin sore baru datang dan aku langsung menyuruh beberapa pelayan menata di tempat ini," ucap Morgan seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Felicia.
"Benarkah?" tanya Felicia tidak percaya.
"Kalau tidak percaya tanya saja Jimmy, dia yang aku perintahkan," jawab Morgan mengambil sebuah dress berwarna cream dengan panjang selutut.
"Coba pakai ini, aku suka melihat mu memakai dress dari pada harus memakai celana panjang dan kaos. Ingat, kamu sedang hamil, jadi tidak boleh memakai pakaian yang ketat," Felicia mengambil dress itu dari tangan Morgan.
'Ya Tuhan, ini kan dress mahal, bahannya saja terbuat dari sutra, semua baju dan sepatu yang ada di sini adalah barang-barang mewah. Apa aku harus memakai semua ini? apakah menjadi istri CEO harus tampil menawan dan cantik? apa aku harus berdandan juga, agar kemana-mana tidak terlihat kampungan dan memalukan? oh, ayolah Felicia! rubah gaya hidupmu mulai sekarang! kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan Morgan. Ya, kamu ini sekarang istri CEO, dandan yang cantik dan memakai barang-barang branded!!' Batin Felicia.
Bersambung.
__ADS_1
kasih kopi ya, nanti janji up satu bab lagi😊