Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Pura-pura


__ADS_3

Happy Reading 😊


Felicia termenung memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak ia pikirkan. Entah kenapa dia harus memikirkan ucapan Alex yang mengatakan bahwa Morgan belum move on dari seseorang. Bukankah itu artinya Morgan pernah menjalin hubungan yang sangat spesial dengan seorang wanita.


Lalu siapakah wanita itu? kenapa dia meninggalkan Morgan, pria yang sangat sempurna di usianya yang masih terbilang muda. Harta, kekayaan yang tidak akan habis sampai tujuh turunan dan juga dengan wajah yang sangat tampan berkarisma. Kenapa Felicia menjadi begitu penasaran dengan wanita yang telah membuat Morgan patah hati.


"Aduh, Feli,, kenapa kamu tiba-tiba peduli sama dia, bukankah dia sudah memperingatkan kamu kalau tidak boleh mencampuri urusan pribadinya, jadi sebaiknya kamu tidak perlu memikirkan urusannya bukan?" gerutu Felicia.


Gadis itu merebahkan tubuhnya setelah selesai membersihkan diri. Pikirannya tidak bisa tenang, meskipun Morgan mengatakan tidak boleh mencampuri urusan pribadinya, tetapi Felicia tetap tidak bisa mengalihkan pikirannya dengan tingkah Morgan yang membuat otaknya tidak bisa bekerja.


Setelah pulang di antarkan Morgan sampai depan rumah kecilnya yang harus berjalan melewati gang kecil untuk bisa sampai ke depan rumah. Felicia tidak mengerti kenapa dia harus menikmati kepura-puraan mereka sebagai pasangan yang saling mencintai, dan ia pun hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Aku harus memastikan bahwa kamu akan sampai rumah tanpa kekurangan suatu apapun," itulah ucapan Morgan saat pria itu memaksa untuk mengantarkan nya sampai depan pintu rumah.


Dan tidak di sangka tiba-tiba Morgan mencium bibirnya, sedikit memberikan hisapan panjang sampai Felicia melenguh.


Sial! kenapa hanya karena ciuman itu, pikiran Felicia menjadi tidak waras. Selalu terbayang-bayang akan kelembutan dan hangatnya bibir Morgan. Bahkan saat ini Felicia jadi memikirkan tentang siapa sosok wanita yang menjadi masa lalu Morgan.


"Oh, ayolah Feli,, apakah kamu lupa siapa Morgan itu, pria mesum yang suka berkencan dengan beberapa wanita, urusan mu dengan dia hanya akan menjadi istrinya, bahkan Morgan sudah mengatakan bahwa mereka tidak boleh saling jatuh cinta.


"Aku tidak peduli siapa wanita itu, lagi pula kamu juga bukan siapa-siapa di hidupku!"


###


Malam itu setelah mengantarkan Felicia pulang ke rumahnya, Morgan mendapatkan telepon dari sang Daddy, Aland untuk segera pulang ke rumahnya.


Morgan memang sudah lama tidak pulang ke rumah kedua orangtuanya, selain karena sudah memiliki rumah mewah sendiri, jarak yang cukup jauh dari perusahaan ke rumah Aland juga membuat Morgan memilih tinggal di rumah mewahnya sendiri.


Pagi ini putra tunggal Aland dan Regina itu sudah duduk di meja makan bersama kedua orang tuanya. Regina yang masih terlihat sangat cantik, bahkan karena wajahnya yang masih terlihat begitu muda, ia lebih sering di sebut sebagai kakaknya Morgan di banding dengan ibunya.


Aland juga hanya berubah sedikit tua dan tidak mencukur jenggotnya, membuatnya semakin terlihat hot dan seksi.


"Daddy dengar kalau kamu akan menikah dua hari lagi, apakah putraku ini benar-benar sudah menemukan wanita yang di cintai nya ataukah hanya untuk urusan bisnis? atau untuk kepentingan masing-masing?" tanya Aland saat mereka bertiga sedang menikmati sarapannya yang hanya berupa Sandwich dan Pie serta susu vanilla rasa strawberry.

__ADS_1


"Apakah calon istrimu itu hanya akan mengambil keuntungan darimu, Nak?" kini Regina yang bertanya, seakan mengerti dan memiliki insting kuat tentang kehidupan putra tunggalnya itu.


"Aku menikah dengan Felicia karena aku mencintainya, Dad, Mom. Pernikahan ini murni karena kami saling mencintai dan bukan karena bisnis. Felicia sama sekali tidak menginginkan harta kekayaan Alvares, bahkan dia mengatakan akan tetap mencari uang sendiri setelah menikah dengan ku nanti," jelas Morgan sedikit berbohong.


Berbohong di bab yang mengatakan saling mencintai.


Aland dan Regina saling memandang, mereka merasa tidak yakin dengan ucapan yang di katakan oleh putranya itu.


"Jadi kamu sudah move on dari Katrina?" tanya Regina membuat Morgan menghentikan kegiatannya.


"Mom, harus ku bilang berapa kali kalau aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap Katrina, dia adalah sepupuku, aku hanya menyayanginya sebatas itu, tidak lebih, kenapa kalian masih beranggapan kalau aku mencintai dia!" baru kali ini Aland dan Regina mendengar putranya berkata panjang lebar.


Biasanya Morgan hanya akan menjawab seadanya, dia tidak pernah terbuka dengan siapapun, bahkan di saat kedua orang tuanya mengetahui kedekatan Morgan dan Katrina, mereka menganggap bahwa keduanya saling mencintai.


Padahal saat itu Morgan hanya menyayangi Katrina sebagai sepupunya, entah berita dari mana yang mengatakan bahwa keduanya sudah memiliki hubungan yang sangat dekat, ataukah karena mereka tahu kalau Katrina sering menginap di rumah Morgan.


Persepsi orang-orang saat itu pasti mengira bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih, Katrina juga sangat perhatian dengan Morgan, tapi tidak lebih dari sebatas saudara.


"Aku pergi ke kantor sekarang, dan nanti malam aku akan membawa calon menantu Alvares ke sini, agar kalian tidak berpikir negatif tentangku," ucap Morgan yang berdiri dan kemudian pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


"Halo, bisakah kamu ke kantor ku siang nanti, ada yang ingin aku bicarakan, mengenai rencana pernikahan kita."


"Eh, kenapa terburu-buru sekali, aku keberatan kalau harus menikah secepat itu, setidaknya menunggu ibuku pulih dulu," jawab Felicia di sebrang.


"Kalau begitu bersiaplah, aku akan menjemputmu di rumah," Morgan mengakhiri panggilannya.


Tidak tahukan dia di sebrang sana Felicia mencak-mencak ingin memukul orang.


Morgan sedikit mengangkat kedua sudut bibirnya. Bertemu dengan Felicia merupakan tantangan tersendiri dalam hidupnya yang biasanya selalu monoton.


Biasanya Morgan hanya akan berkutat dengan layar komputer dan berkas-berkas yang harus di periksa ulang dan di tandatangani. Tidak ada yang bisa merubah hidupnya setelah dia menjabat sebagai CEO, tidak mau berurusan dengan wanita manapun.


Mungkin karena itu keluarga dan sahabatnya menganggap bahwa Morgan mencintai Katrina karena hanya wanita itu yang bisa sangat dekat dengan Morgan.

__ADS_1


Namun setelah Felicia hadir dalam hidupnya, Morgan merasa kehidupan nya lebih berwarna dan berbeda. Meskipun dia dan Felicia tidak saling mencintai, entah kenapa sekarang sudut pandang Morgan untuk Felicia sudah sedikit berubah.


Morgan ingin menjalani kehidupan rumah tangga dengan Felicia seperti pada umumnya dan dia berharap bahwa Felicia juga berpikiran sama dengannya.


###


Tok, tok, tok!!


"Iya, sebentar!!" teriak Felicia keluar dari dalam kamarnya.


"Siapa yang pagi-pagi begini sudah berisik menggedor pintu rumah orang!" gerutu Felicia sambil membuka pintunya.


Ceklek!


"Selamat pagi, sayang!" Felicia membelalakkan matanya tidak percaya siapa yang berada dihadapannya saat ini.


"Morgan! kenapa kamu kemari!!"


"Bukankah tadi sudah ku bilang kalau aku akan menjemputmu di rumah," Morgan menyelonong masuk ke dalam rumah Felicia.


"Eh, siapa yang menyuruhmu masuk!!" teriak Felicia.


"Masuk ke rumah calon istri apakah harus meminta izin!!" kedua kalinya Felicia di buat terperangah dengan sikap Morgan yang sangat berbeda.


Morgan berbalik dan berjalan mendekati Felicia, menangkup kedua pipinya dan mendaratkan ciuman di bibir Felicia.


"Apakah kita masih harus berpura-pura meski sudah tidak ada orang lain!!" tanya Felicia.


"Ya, sepertinya memang harus begitu, bukankah sebentar lagi kita akan menikah, dan pernikahan kita nyata, bukan pura-pura!" ucap Morgan kembali mencium Felicia.


Kali ini Morgan mencium nya dengan penuh kelembutan, Morgan menekan tengkuk Felicia untuk memperdalam ciumannya.


"Astaga, kenapa tanganmu menyentuh dadaku!! dasar mesum!!"

__ADS_1


Bersambung.


Maaf upnya lama ya akak reader 🙏🙏🙏


__ADS_2