Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Ingin Gelar Nyonya CEO


__ADS_3

Happy Reading 😊


Felicia melotot sempurna ketika mendengar ucapan Morgan. Ingin sekali menyumpal mulut pria itu dengan sendok makan yang di pakainya.


Bisa-bisanya dia mengatakan hal yang tidak berguna seperti itu. Bukannya merasa baper tetapi Felicia benar-benar tidak suka mendengarnya. Kalau saja bukan karena ingin menjadi istrinya dan membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah membuatnya menderita, Felicia tidak akan pernah mau bertemu dan berurusan dengan Morgan lagi.


Sedangkan Morgan merutuki kebodohannya karena berucap hal yang akan membuat Felicia di pastikan melayang hingga langit ke tujuh, kemana sifat angkuhnya yang selalu dia pertahankan selama ini, kenapa bisa dia berkata hal yang menjijikkan seperti itu.


'Jangan harap kamu bisa senang dulu, aku pastikan kamu tidak akan pernah merasakan uangku setelah menikah nanti,' batin Morgan.


Pria itu masih mengira bahwa Felicia adalah cewek matre yang hanya menginginkan harta kekayaan nya dan juga gelar nyonya CEO.


Felicia dan Morgan jadi sama-sama tidak berselera makan. Makanan mewah yang di belikan Jimmy bahkan tidak tersentuh sama sekali.


Felicia harus membuat kecanggungan ini berakhir.


"Eehhmm,, Tuan, bagaimana dengan pernikahan kita, apakah bisa di rayakan dengan pesta yang meriah?" tanya Felicia.


'Ya,, harus meriah ,,, Aku harus bisa mengundang mereka ke acara pesta pernikahan ku nanti,' batin Felicia.


Morgan meletakan sendok-nya sedikit keras, baru saja memikirkan bahwa Felicia adalah cewek matre, ternyata memang benar-benar matre.


"Kenapa kamu menginginkan hal itu? apa tidak terlalu terburu-buru memikirkan tentang pernikahan!" Morgan menatap Felicia.


Pandangan mata mereka bertemu, bertatapan sejenak. Morgan akui bahwa Felicia memang wanita yang sangat cantik, memiliki mata indah dan jernih seperti berlian.

__ADS_1


Bibirnya yang mungil dan seksi membuat para kaum Adam terpesona ingin mencicipinya. Felicia memutuskan kontak mereka.


"Tapi tuan, ibuku sudah sembuh, aku ingin kita secepatnya bisa menikah, aku janji tidak akan pernah menyulitkan mu, aku juga tidak akan memakai uangmu setelah menjadi seorang istri," itulah yang di janjikan Felicia. Dia memang hanya ingin sebuah gelar nyonya CEO dan bukan harta kekayaan Morgan ataupun cintanya.


Sedangkan Morgan menaikkan sebelah alisnya.


'Cih, tidak mungkin kamu tidak akan memakai uangku, aku tau ini hanya akal-akalan mu!' Morgan membatin.


"Benarkah ucapan mu itu? Aku tidak yakin kamu tidak akan tertarik untuk tidak memakai uangku!" ucap Morgan mengejek.


"Betul tuan, percayalah pada saya, saya hanya ingin segera menjadi istri anda, dan saya yakin anda pasti tidak akan rugi kalau memperistri saya."


Morgan menarik napasnya dan membuangnya kasar, sikap Felicia ini semakin membuat Morgan yakin kalau dia memang cewek matre.


"Apa kamu sudah tidak sabar ingin segera menjadi istriku?" Morgan mendekatkan wajahnya, membuat Felicia langsung memundurkan tubuh seketika.


"Tuan, jangan mendekat!" Felicia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Takut dengan apa yang akan di lakukan oleh pria itu. Bayang-bayang Morgan yang memasukkan wanita ke dalam toilet waktu itu membuatnya ilfeel.


"Tenang saja, aku tidak akan tertarik dengan mu, bahkan aku sudah pernah merasakan tubuhmu, ya meskipun aku tahu kalau saat itu kamu masih perawan," Morgan berdiri dan berjalan ke arah dispenser dan mengambil air di sana.


'Bagaimana aku bisa tenang, kalau harus berhadapan dengan pria hidung belang seperti mu!' batin Felicia geram.


"Itu semua juga karena anda, tuan,, mahkota yang selama ini ku jaga, sudah anda renggut paksa," seru Ara tidak mau kalah.


"Kamu..!!!"

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin segera menjadi istri anda karena ingin membungkam mulut istri sah dari Ayah saya dan juga putrinya, mereka selalu menghina ibu saya dan menyebut ibu sebagai pelakor, bahkan saya sudah terbiasa di hina sebagai anak haram, saya tidak peduli, tapi yang saya khawatir kan, Alice masih saja mengancam dan mencari ibu saya dan juga saya, mereka ingin kami mati dengan cara yang mengenaskan, padahal selama ini kami sudah mengalah bahkan untuk hak warisan pun saya minta sepeserpun dari mereka Padahal saya juga berhak mendapatkan warisan itu karena saya juga anak besar dari ayah saya," mata Felicia berkaca-kaca.


Semua ucapan Felicia membuat Morgan teringat kejadian tadi pagi di rumah sakit. Dia melihat sendiri bagaimana wanita yang bernama Alice memaki dan menghina Jane, bahkan ingin mengusir Jane dari rumah sakit.


"Jadi apakah karena itu alasanmu ingin segera menikah dengan ku?" Felicia mengangguk.


"Saya tidak berbohong, tuan. Maaf jika saya harus menceritakan aib keluarga saya, tapi saya sudah tidak tahan selalu di perlakukan seperti ini, sampai ibu sakit dan kondisinya semakin parah, hiks!" Felicia benar-benar lemah kalau sudah menyangkut ibunya, dia benci dengan keadaan ini. Apalagi harus menangis di depan Morgan.


"Sudahlah, jangan menangis, kali ini aku akan mengabulkan permintaanmu, dalam waktu dekat kita akan menikah dan kita akan menggelar pernikahan yang sangat meriah, sebulan dari sekarang," ucap Morgan.


"Benarkah, tuan?" Morgan mengangguk dan sedikit mengulas senyum.


"Terima kasih!" Felicia berhambur memeluk Morgan.


Entah bagaimana dia harus mengungkapkan kebahagiaannya saat ini, yang jelas Morgan sudah menyelamatkannya dan ibunya.


Morgan yang mendapatkan serangan pelukan itu merasa sedikit terkejut. Entah kenapa sekarang sudut pandang Morgan terhadap Felicia sudah berubah.


'Ternyata kamu menginginkan gelar Nyonya CEO karena ingin membalas kan dendam mu? Akan ku bantu kamu dan ibumu,' batin Morgan membalas pelukan Felicia.


Bersambung.


PENTING


Mulai hari ini othor akan update setiap hari ya 📢📢📢🥳🥳🥳🥳🥳🥳

__ADS_1


Makasih dukungannya akak reader semua 🥰🥰


__ADS_2