
Happy Reading 😊
Jane menghela napas panjang, dia harus tegas sekarang. Jane tidak mau kehidupannya terus menerus di hantui oleh hinaan dan caci makian dari istri sah pria yang ada di hadapannya saat ini.
Sedangkan Brandon menatap Jane dengan tatapan berbinar, seakan rasa cintanya yang dulu menggebu pada wanita ini hadir kembali. Brandon memang tidak sepenuhnya menghilangkan cinta untuk Jane dan Felicia.
Rasa cinta itu masih ada, bahkan masih sangat besar, hanya saja egonya yang harus dia tekankan agar kehidupan Jane dan putrinya itu aman.
Brandon tahu kalau dialah penyebab hancurnya hidup Jane dan Felicia. Bahkan dengan teganya ia mencampakkan orang yang di cintai demi menyelamatkan mereka.
Sungguh sangat konyol, kata menyelamatkan yang dia sematkan untuk dirinya sendiri ternyata malah semakin membuat Jane dan Felicia selama ini menderita.
"Aku harap kamu bisa mengatasi Alice dan Veronica! Selama ini aku selalu diam saja saat mereka menggangguku dan putriku, bahkan mereka akan melakukan apa saja untuk melukai ku! Aku hanya diam, tapi lama-lama aku juga merasa bosan, ku harap kamu sebagai suami bisa mengatur tata krama istrimu!!"
Brandon sedikit terkejut mendengar pengakuan Jane yang selama ini tidak dia ketahui, jadi ternyata selama ini Alice selalu mengganggu mereka.
"Maafkan aku, Jane, aku sungguh tidak tahu kalau selama ini Alice dan Veronica berbuat seperti itu, maaf! Aku akan mengurus mereka dan membuat mereka meminta maaf pada kalian, aku juga sudah mendaftar gugatan cerai ku dengan Alice, aku sudah tidak ingin hidup dengannya lagi, selama ini aku hanya membuang-buang waktu ku, aku tidak bisa merasakan kebahagiaan selama ini, sebenarnya hidupku sangat tersiksa, Jane!" ucap Brandon menatap Jane dengan tatapan yang sendu.
"Sudah cukup curhatnya? Kamu salah tempat jika cerita dengan ku, aku ke sini mau bertemu dengan mu hanya ingin mengatakan hal itu, aku tidak ingin melihat Alice menghina kami lagi, kalau sampai dia melakukan hal itu, aku pastikan dia akan hancur di tanganku!" Jane langsung berdiri dan mengambil tasnya yang dia letakkan di atas meja.
"Aku harap kita tidak perlu bertemu lagi!" Brandon yang melihat Jane akan melangkah langsung menarik tangannya.
"Tunggu, Jane! Aku belum bicara apapun, aku mengajakmu bertemu karena ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu," ucap Brandon memaksa Jane untuk duduk kembali.
"Aku harap itu hal penting!" ucap Jane bersedekap dada. Menyandarkan punggungnya di kursi tersebut.
__ADS_1
Brandon terlihat mengambil sesuatu di dalam tasnya, kemudian dia menyodorkan sebuah map kepada Jane.
"Ini adalah surat-surat penting yang ku punya, di dalam situ tertulis bahwa 60% saham yang ku miliki di Bellerick Corp akan ku berikan padamu dan Felicia, karena semua ini adalah hasil dari keringatku, jadi bukan harta dari Papa mertua ku, terimalah!" Jane menaikan sebelah alisnya.
Apa dia harus menerima kekayaan ayah kandung dari putrinya? Kalau dia langsung menerimanya apakah Jane akan di katakan mata duitan! Huh! rasanya dia sangat malas untuk menerima harta itu, Jane bukan tipe wanita yang menginginkan harta, dia adalah wanita yang sangat tulus.
"Jane, ambilah, ini adalah hak kamu dan Felicia, hanya ini yang bisa aku berikan padamu, mungkin aku tidak akan bisa menebus semua kesalahanku padamu, aku pria bodoh yang menelantarkan kalian tanpa pernah memberi nafkah, tapi aku sudah menabung selama ini dan semua uangku aku berikan padamu dan Feli, jadi terimalah," ucap Brandon memohon.
Jane mendesah kasar, seakan menghilangkan sedikit beban di dadanya.
"Oh, jadi kalian ketemuan di sini!! Sungguh pemandangan yang luar biasa!!" Jane dan Brandon terkejut saat mendengar suara Alice yang datang ke tempat itu.
"Alice, kenapa kamu ada di sini!" seru Brandon.
"Hahaha, aku ke sini karena ingin melihat pertunjukan nostalgia dua orang hina di hadapanku saat ini!" jawab Alice tertawa sinis.
"Jadi selama ini kamu tidak mencintai ku! gara-gara wanita sialan ini!! Brengsek!!" Alice langsung mengambil jus di meja dan menyiramkan jus tersebut ke wajah Jane.
Kedua bodynya guard yang di tugaskan menjaga langsung mendatangi Alice dan akan menyeretnya. Tetapi Jane menggeleng tanda kode agar mereka tidak melakukan itu.
Jane bangkit dari duduknya dan menatap tajam mata Alice.
"Apa yang kamu lakukan padaku akan ku balas mulai saat ini!! dasar wanita sialan!!" Jane langsung melayangkan tangan nya untuk menampar pipi Alice.
Plak!!
__ADS_1
Suara tamparan itu begitu keras, bahkan pipi Alice langsung berubah menjadi merah. Sudah bisa di pastikan itu pasti sangat sakit. Melihat bagaimana kuatnya Jane menampar Alice.
Tentu saja hal itu membuat Alice sangat terkejut, wanita itu berani melawannya sekarang.
"Dasar wanita penggoda!! Brandon lihatlah apa yang di lakukan oleh pelakor ini padaku!!" seru Alice tidak terima sambil menegang pipinya.
Brandon tidak memperdulikan teriakan Alice. Bahkan saat ini wanita itu meringis kesakitan, pria paruh baya itu sibuk memberikan tissu kepada Jane untuk menghilangkan sisa jus di wajahnya.
"Kalian berdua!! Aku tidak akan pernah memaafkan!!"
"CUKUP ALICE? aku sudah muak dengan sikap bar-barmu! Ku pastikan kamu tidak akan membawa apa-apa setelah keluar dari rumahku, dan malam ini kalian kemasi barang-barang dan segera pindah dari sana!!" seru Brandon membuat Alice sangat terkejut.
"Aku tidak mau!! Kamu tidak bisa melakukan semua ini padaku, Brandon!! Aku berhak atas rumah itu dan juga warisan dari Papaku!!"
"Cih, apa kamu lupa kalau semua hartamu sudah kau habiskan untuk foya-foya semala puluhan tahun ini!! Sepertinya aku tidak akan memberikan hartaku untuk wanita seperti mu Alice!" seru Brandon.
Jane merasa jengah berada di situasi seperti ini, dia sungguh tidak ingin melihat perdebatan pasangan suami istri di depannya ini. Segera wanita itu mengambil map yang berada di atas meja.
"Aku ambil ini, Brandon. Karena ini milik putriku, jadi ini demi Felicia, bukan untuk diriku sendiri, permisi!"
Alice yang melihat benda yang di bawa Felicia langsung berusaha mengejar tapi langkahnya terhenti saat dua orang bertubuh kekar langsung menghadang.
"Minggir!!! Hei jal*ng!! Ternyata kamu memang murahan, hanya menginginkan harta kekayaan Brandon!! Cih! Seharusnya itu milikku!!" seru Alice mengejek.
Jane berbalik dan tersenyum. "Bukankah selama ini kamu selalu mengatakan bahwa aku wanita penggoda yang hanya menginginkan kekayaan dari suamimu, dan aku akan membuktikan semua ucapan mu itu, Nyonya Alice! Lihatlah bagaimana aku mengambil harta suamimu yang telah ia berikan secara cuma-cuma!!" Alice mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Dia ingin menjambak rambut Jane dan memukul wajah yang sialnya masih terlihat sangat cantik itu. Tapi dua bodynya itu langsung mendorong tubuh Alice hingga hampir terjatuh.
Bersambung