
Happy Reading 😊
Felicia dan ibunya kembali ke rumah sakit setelah berbelanja beberapa keperluan untuk mereka di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu.
Felicia mengeluarkan separo lebih gajinya untuk berbelanja hari ini, entah apa yang di beli oleh ibunya, Felicia hanya tinggal membayar saja.
Sebenarnya sedari tadi ia merasa risih dengan tatapan semua orang yang menatapnya aneh, apakah karena Felicia memakai dress dan juga dengan make up di wajahnya.
Jujur dia memang merasa tidak nyaman harus memakai pakaian seperti itu, apalagi dengan rambut yang di curly di bagian bawah, Felicia sangat tidak suka. Ini sama sekali bukan seperti dirinya.
"Bu, apakah penampilan Feli seperti badut?" tanya Felicia pada ibunya yang duduk di sampingnya.
Saat ini mereka berada di dalam taksi menuju perjalanan pulang ke rumah sakit.
"Siapa yang mengatakan kamu seperti badut?? sembarang saja!" Jane menoleh dan memperhatikan wajah Felicia.
"Masih tetap cantik, kok,, udah, tidak usah di pedulikan ucapan orang-orang itu," jawab Jane kembali menatap jendela.
"Tapi sepertinya memang begitu, bu! Feli merasa seperti badut! Apalagi tadi semua orang melihat ke arah Feli di manapun Feli berpijak," Jane menoleh dan tertawa.
__ADS_1
Ternyata dia baru paham apa yang di ucapkan oleh Felicia.
"Jadi kamu merasa kalau dirimu ini seperti badut?" Felicia mengangguk.
"Sayang, tidak perlu khawatir, semua orang yang menatapmu itu bukan karena penampilanmu jelek, tetapi mereka itu suka dan terpesona oleh dirimu yang seperti ini," jawab Jane memegang wajah putrinya.
Felicia memang memiliki postur wajah yang sempurna untuk seorang wanita, perpaduan wajah Jane dan Ayah kandung Felicia yang memang sangat tampan.
Felicia mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Ibu tidak perlu berkata seperti itu hanya agar Feli senang," ucap Felicia.
Jane mengambil tangan putrinya dan mengelusnya perlahan. "Kamu itu cantik sayang, apalagi dengan berpakaian yang sangat pantas seperti ini, terlihat sekali aura kecantikan mu yang terpancar dari dalam, hanya aja kamu memang tidak menyadari semua ini. Mulai saat ini, ibu tidak ingin melihatmu berpakaian seperti laki-laki lagi, kamu mengerti, nak?" Felicia hanya menatap ibunya tanpa menjawab apapun.
Apakah Felicia harus menuruti keinginan ibunya?
Jane dan Felicia masuk ke dalam kamar, menata apa saja yang telah mereka beli tadi.
"Ibu, kenapa beli baju seperti ini? Memangnya ibu mau pergi ke acara pesta?" tanya Felicia mengangkat sebuah gaun malam berwarna biru tua dengan belahan dada yang rendah.
"Itu gaun untukmu, nak," jawab Jane meletakkan beberapa buah di dalam lemari es yang ada di dalam kamar rawatnya.
__ADS_1
Felicia mengernyit mendengar ucapan sang Ibu. "Gaun untukku? Mengapa aku harus memakainya, ibu tahu sendiri kan kalau Feli tidak suka memakai dress ataupun gaun panjang seperti itu."
Jane berjalan ke arah tempat tidur, membuka laci yang berada di samping ranjangnya. Felicia mengamati sang ibu yang tiba-tiba membawa sebuah kertas berwarna emas.
"Besok malam adalah acara pertunangan kakak tiri mu, entah kenapa undangan ini bisa sampai kepada kita, tetapi aku yakin kalau semua ini hanya akal-akalan Alice untuk mempermalukan mu," ucap Jane.
"Lalu kenapa Feli harus menghadiri acara itu kalau ternyata Alice hanya akan mempermalukan ku, bu?" tanya Felicia tidak mengerti.
Jane tersenyum. "Buktikan pada mereka kalau kamu bisa bersinar, dan buktikan kalau kamu lebih berkelas dari mereka dan tidak mudah di tindas lagi. Sekarang sudah saatnya kita bangkit kita dari keterpurukan selama ini, bangkit dari hinaan orang-orang yang tidak menginginkan kita ada! kita harus mendapatkan hak yang seharusnya itu menjadi milikmu, karena kamu juga mewarisi darah keluarga Bellerick, kamu berhak mendapatkan warisan dari ayah kandungmu, Feli, sekarang kamu akan menjadi istrinya Morgan, dan gunakanlah semua itu untuk memukul mundur dan menjatuhkan semua orang-orang itu!!"ucap Jane berapi-api.
Felicia kali ini mengerti, sepertinya memang sudah saatnya dia muncul di depan keluarga besar Ayahnya, keluarga yang telah membuangnya dan menjadikannya sengsara hingga sekarang. Felicia harus memperlihatkan dirinya di keluarga Bellerick, membuktikan bahwa dia berhak mendapat separo dari harta mereka, karena dia juga keturunan keluarga itu.
"Baiklah Ibu, Feli akan membalaskan dendam kita berdua, Feli akan membuat pria yang telah membuat hidup ibu menderita akan jauh lebih sengsara, terutama Alice dan putrinya!!" ucap
Felicia.
Bersambung.
Mau tanya donk akak reader, othor lupa, siapa nama saudara tiri Felicia ya? yang merupakan anaknya Alice? 🤔🤔🤔
__ADS_1
kalau ada yang tahu mohon komen di kolom komentar nya😀😁
Terima kasih,🥰