Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Menakjubkan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Morgan mengajak Felicia masuk ke dalam resort yang sudah dia sewa untuk seminggu ke depan.


Pria itu benar-benar ingin membuat Felicia bahagia dan berkesan dengan bulan madu mereka, yah, meskipun sudah ada janin di rahim Felicia, tetapi tidak menyurutkan mereka untuk melakukan bulan madu ini.


Morgan memilih bulan madu ketika usia kandungan Felicia sudah memasuki trimester kedua. Kata dokter, di usia trimester kedua sudah tidak rawan untuk berhubungan suami istri dengan intensitas yang sering.


Maklum, karena hamil muda, Morgan merasa agak sedikit takut untuk berhubungan badan sering-sering, mungkin dia akan minta jatah seminggu dua-tiga kali, itupun kalau dia sudah tidak tahan.


Padahal menurut dokter tidak masalah kalau memang ingin berhubungan suami istri, asalkan jangan di buang di dalam, karena tidak bagus untuk janin.


"Kamar kita ada di bawah, sayang," ujar Morgan membuka sebuah pintu berwarna putih.


Mereka menuruni sebuah tangga yang menuju ke bawah, dan selama perjalanan ke bawah Felicia merasa benar-benar takjub.


"Ini kamar kita, sayang, berada di bawah samudera, ini spesial untukmu, loh," ucap Morgan memeluk Felicia dari belakang.


Melihat pemandangan yang seperti berada di negeri dongeng, Ariel si ikan duyung cantik yang hidup di lautan.



Felicia tidak henti-hentinya tercengang kala melihat kamar mereka yang berada di dasar samudera Hindia.


Langit-langit kamar tembus pandang dan bisa melihat ikan-ikan yang berenang bebas dan juga berbagai terumbu karang yang ada di dasar laut.

__ADS_1


"Bagaimana, sayang? apa kamu suka?" tanya Morgan sedikit berbisik.


"Ah, aku sangat suka, tapi apakah kita akan bermalam di kamar ini?" tanya Felicia.


"Iya, apa kamu tidak suka? bukankah tempat ini indah?" Morgan mengerutkan keningnya.


Biasanya para wanita akan suka tempat yang menakjubkan seperti ini, bukankah tadi istrinya itu sangat senang, tapi kenapa sekarang malah berubah menjadi murung?


"Aku suka, tapi aku malu kalau tidur di sini, nanti kalau kita bercinta dan sedang begituan akan di lihat secara live oleh ikan-ikan yang berenang donk, kan gak nyaman!" Morgan menepuk jidatnya ketika mendengar jawaban sang istri.


"Kenapa harus malu? mereka gak bakalan paham, kan?" Morgan mengelus perut istrinya dari belakang, memberikan sensasi aneh pada tubuh Felicia.


Sentuhan Morgan memang begitu memabukkan, selalu bisa membuatnya melayang ke langit tujuh.


Wanita itu membalikkan badan, mengalungkan tangannya ke leher sang suami. "Baiklah, kita tidur di sini saja, kan rugi kalau gak di tempati, kamu udah nyewa tempat semahal ini, kan?"


"Gak ada yang rugi kalau buat kamu, sayang," jawab Morgan mencium bibir Felicia.


Bermain lembut dengan bibir candunya itu, memberikan hisapan panjang di sana, Felicia mengerang saat lidah Morgan membelit lidahnya, saling menarik dan bertukar saliva.


Ah, sepertinya mereka tidak akan menunggu sampai nanti malam untuk menyalurkan hasrat mereka yang terpendam.


Morgan langsung menggendong Felicia tanpa melepaskan tautannya dan membaringkannya di atas ranjang. Dan terjadilah sebuah drama yang di tonton banyak ikan yang sedang berenang di sana.


###

__ADS_1


Hari menjelang malam, Morgan dan Felicia sudah membersihkan diri dan bersiap-siap untuk makan malam di Restoran yang berada di tempat tersebut.


Resort mewah ‘Conrad Maldives Rangali Island’ Resort yang berlokasi di Kepulauan Maldives itu tidak hanya memiliki kamar tidur dengan pemandangan yang menakjubkan, tapi mereka juga menyulap restoran bawah laut.



Ruang yang dibangun lima meter di bawah permukaan Samudera Hindia itu memiliki desain dinding dan atap menyatu membentuk lengkungan 180 derajat. Sang arsitek sengaja menggunakan bahan tembus pandang sehingga pengunjung bisa menikmati eksotika ikan-ikan yang menari di sekeliling batu karang dari ruang seluas 9×5 meter itu.


"Ini benar-benar nyata?" tanya Felicia yang masih tidak percaya dengan keindahan yang di tawarkan di tempat itu.


"Iya sayang, ini nyata," jawab Morgan mengarahkan Felicia ke meja yang tersedia.


Felicia segera duduk setelah Morgan menarik sebuah kursi untuk dirinya.


"Morgan! kau kah itu?" seru sebuah suara seorang pria.


Morgan dan Felicia langsung menoleh, dan seketika wajah Morgan langsung berubah melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.


Dia ingat, gara-gara pria inilah dulu Morgan merenggut keperawanan Felicia, setelah kejadian itu Morgan tidak pernah bertemu lagi dengannya.


Apakah dia harus berterima kasih kepadanya karena berhasil membuat nya bertemu dengan Felicia, ataukah Morgan harus menghajar orang itu saat ini juga.


Bersambung.


Mana nih dukungannya 🥰

__ADS_1


__ADS_2