Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Melayaniku


__ADS_3

Happy Reading 😊


Felicia yang sadar telah lancang memeluk sang CEO, langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Morgan.


Dia takut kalau sampai Morgan menganggapnya sebagai wanita penggoda karena telah berani memeluknya.


"Maaf, tuan, saya tidak bermaksud,"


'Aduh, kenapa aku memeluknya, reflek banget tangan dan tubuh ini,' batin Felicia merasa malu.


Morgan hanya diam saja menanggapi, entah kenapa dia tadi juga membalas pelukan itu, padahal biasanya Morgan akan langsung menolak para wanita yang memeluknya.


Morgan kembali duduk di sofa dan mengambil makanan yang sudah di sediakan oleh Jimmy.


Felicia bingung dengan sifat pria satu ini, sebentar-sebentar baik, lalu kembali angkuh dan cuek.


"Apa kamu akan terus berdiri di situ sampai aku selesai makan?" Felicia tersentak dan langsung berjalan kembali ke sofa dan duduk di samping Morgan.


"Makanlah," Morgan menyodorkan makanan yang tadi di ambilnya.


"Eh, tuan,, saya bisa ambil sendiri, anda tidak perlu repot-repot,"


"Jangan besar kepala dulu, aku mengambilkan ini untukmu karena nanti makanannya mubazir kalau tidak dimakan, dan kasihan Jimmy yang sudah susah payah mencarinya," ucap Morgan.


'Oh, aku kira dia orang yang perhatian dan ada sisi lain dari dirinya, seperti di novel-novel itu, tapi ternyata sama saja,' batin Felicia kesal.


Morgan melirik Felicia yang sedang menghabiskan makanannya dengan wajah yang kesal. Entah kenapa hal itu malah membuat Felicia terlihat semakin imut saja.

__ADS_1


"Tuan, apakah kita akan menikah sebulan lagi?" tanya Felicia menoleh


Morgan yang tidak ingin ketahuan karena mengamati Felicia diam-diam hanya bisa berdehem.


"Ya, kita akan menikah sebulan lagi, apa kamu keberatan?" tanya Morgan.


"Kenapa masih sangat lama, apa tidak bisa di majukan lagi, misal tiga hari ke depan?"


"Uhuukk,, uhukk!" Morgan tersedak mendengar ucapan Felicia yang dengan terang-terangan itu.


"Apa kamu tidak sabar ingin segera menikah denganku? atau kah kamu merindukan tubuhku?" Felicia langsung memalingkan wajahnya ketika mendengar ucapan Morgan. Wajahnya bahkan sudah seperti kepiting rebus.


'Kenapa dia harus mengingatkan hal seperti itu, bukan itu maksudku!' jerit Felicia dalam hati.


"Tidak, tuan,, bukankah tadi aku sudah mengatakan pada anda,"


"Asal kamu tahu, meskipun pernikahan ini nanti hanya karena sebatas perjanjian karena kamu telah menyelamatkan ku dan aku sudah merenggut keperawanan mu, tapi aku sudah mengatakan bahwa aku tidak bisa memberikan cintaku padamu, semua ini hanyalah sebagai bentuk formalitas, dan juga kamu sudah berjanji padaku untuk tidak menggunakan uangku, bukan?"


"Iya, tuan, saya ingat, tenang saja, saya tidak akan pernah jatuh cinta pada anda, dan juga saya tidak akan memakai uang anda," ucap Felicia.


"Baguslah kalau kamu ingat!"


"Tetapi untuk uang yang 1 miliar itu, aku harus memintanya, karena itu adalah hak-ku, anda sudah menjanjikannya, bukan?" Morgan hampir tersedak air liurnya sendiri.


'Cih, ternyata dia masih ingat, dasar cewek matre!' batin Morgan menahan diri.


Sebenarnya tadi dia merasa simpati dengan keadaan Felicia, di mana dia dan ibunya selalu mendapatkan hinaan dari istri sah Ayahnya.

__ADS_1


"Tuan, jangan berpikir kalau saya cewek matre, bukankah uang 1 miliar itu anda sendiri yang menjanjikan, bahkan saya juga sudah bersedia untuk tidak menggunakan uang anda sepeserpun," Morgan sedikit terkejut ketika Felicia mengetahui apa yang dia pikirkan.


"Tentu saja, kalau aku berjanji pasti aku tepati, aku bukan orang yang suka mengobral janji," jawab Morgan.


Felicia merasa lega, dia akan menggunakan uang itu untuk biaya hidupnya bersama sang ibu, misalkan suatu saat nanti dia sudah bercerai dari Morgan dan tanpa mendapatkan uang sepeserpun, masih ada uang 1 miliar itu dan Felicia akan menggunakannya sebagai modal usaha.


Morgan menatap Felicia yang hanya terdiam setelah mendengarkan ucapannya.


"Tapi meskipun pernikahan ini hanya sebagai bentuk formalitas, kamu harus melayani kebutuhanku," Felicia menoleh.


"Tentu saja tuan, saya akan melayani anda, menyiapkan air hangat untuk anda mandi, menyiapkan pakaian anda dan juga memasak untuk anda, saya akan menjadi istri yang baik, tenang saja tuan," ucap Felicia tertawa lirih.


"Bukan hanya itu saja, kamu juga harus melayani urusan ranjang ku, tidur di kamarku dan selalu siap saat aku menginginkan mu," ucap Morgan menyeringai.


Felicia melotot sempurna, apa tadi dia tidak salah dengar, bukankah biasanya di novel-novel itu kalau pernikahan tanpa cinta, mereka akan memilih tidur di kamar terpisah? Bahkan sang suami enggan menyentuh istrinya karena tidak ingin ada keturunan yang mengikat mereka nanti, apabila suatu saat berpisah.


"Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu, apa kamu tidak siap harus melayani suami mu sendiri? ataukah kamu malah lebih suka aku melampiaskan hasrat ku dengan wanita lain di luar sana?"


"Eh, tidak tuan, jangan! Sa_saya siap! Saya akan melayani anda," jawab Felicia terbata.


"Kalau begitu kita bisa mulai pemanasan dari sekarang!"


Bersambung.


Hai akak reader semuanya 🥰


Othor minta dukungan nya ya, jangan lupa bunganya dan kopi, besok kasih vote juga, makasih semuanya 🥰

__ADS_1


__ADS_2