
Happy Reading
Seluruh keluarga besar sangat terkejut dengan pengakuan Jimmy dan Katrina. Banyak orang yang tidak menyangka bahwa ternyata selama ini mereka menjalin hubungan. Tapi ada juga yang mengatakan kalau itu adalah cara menutupi kasus dua tahun lalu yang tidak banyak orang tahu. Tentang hubungan terlarang antara Morgan dan Katrina.
Bahkan gara-gara munculnya Katrina kembali membuat kebanyakan orang yang hampir lupa dengan kejadian dulu menjadi teringat kembali.
Sepertinya kemunculan Katrina dengan Jimmy di pernikahan Morgan bukan ide yang baik.
"Jadi di sini saya akan mengkonfirmasi pada semuanya bahwa sebenarnya saya dan Morgan tidak pernah mempunyai hubungan apapun, jadi saya hanya akan meluruskan kalau sebenarnya pria yang saya cintai adalah Jimmy," ucap Katrina.
Rigen hanya bisa menghela napas, sepertinya setelah ini dia akan memberikan banyak pertanyaan terhadap sang putri dan juga Jimmy.
"Saya tidak ingin kalian semuanya memojokkan Tuan Morgan karena kesalahan saya, jadi Katrina dulu pernah keguguran itu juga karena saya!" seru Jimmy membuat tempat itu menjadi bergemuruh.
Emma segera menghampiri Katrina dan Jimmy lalu mengajak dua orang itu masuk ke dalam. Sedangkan para wartawan yang meliput acara pernikahan Morgan dan Felicia sudah saling mencatat pertanyaan demi pertanyaan yang akan mereka lontarkan kepada Morgan.
Plok! plok! plok
Sebuah tepuk tangan tiba-tiba menghentikan suasana riuh di tempat itu. Semua orang menatap salah seorang pria yang sedang tersenyum sinis melihat adegan yang terjadi di depannya ini.
"Wow, kalian ini hebat sekali, sudah melakukan drama sehebat ini, tapi aku sudah muak melihat drama kalian!" seru Felix tiba-tiba.
Paman dari Morgan ini memang belum lama datang ke acara pesta pernikahan keponakannya itu karena mendapat paksaan dari Ayahnya.
Morgan langsung menatap Felix dengan tatapan tajam. Kenapa juga orang seperti dia harus datang ke acara pestanya, meskipun Morgan tahu bahwa sebenarnya akan ada hal yang di ungkapkan Felix demi menjatuhkan nama baiknya, tetapi Morgan ingin melihat apa yang akan Felix lakukan setelah pria itu bertepuk tangan demi mengalihkan perhatian banyak orang.
"Morgan dan Jimmy sang asisten, sebenarnya apa yang sedang kalian perankan untuk mengalihkan perhatian masyarakat umum dan semua orang yang ada di sini? aku benar-benar tidak tahu kenapa kalian semua di bodohi oleh keponakan ku, Morgan Fernando Alvares!" ucap Felix dengan senyuman menyeringai di bibirnya.
"Paman, kalau kamu di sini hanya ingin membuat kerusuhan sebaiknya segeralah pergi, kalai tidak nanti kamu sendiri yang akan malu!" balas Morgan datar.
__ADS_1
Felix mengepalkan kedua tangannya. "Kalian semuanya harus tahu siapa wanita yang menjadi istri dari CEO Morgan, dan apa latar belakangnya! Felicia Bellerick adalah anak di luar pernikahan, dan itu artinya Felicia adalah anak haram dari seorang pelakor!!" ucap Felix membuat tempat yang tadinya senyap menjadi riuh kembali.
Jane akan melangkah dan menampar wajah Felix tetapi langsung di hentikan oleh Regina.
"Percayalah kalau mereka berdua pasti bisa mengatasi," ucap Regina menggelengkan kepalanya.
"Tapi, Re, putriku di hina di acara pernikahannya!"
"Putraku pasti bisa mengatasinya, lihatlah suamiku yang hanya diam saja menonton drama ini, biarlah kakek tahu seperti apa kelakuan putranya itu, dia juga terlahir dari hasil perselingkuhan." Bisik Regina.
Felicia memutar bola matanya malas, sungguh hal seperti ini sudah biasa baginya, apakah Felix rela menyelidikinya hanya demi membuat nama baik Morgan tercemar. Tapi bukan Morgan namanya kalau bisa ditindas oleh Felix.
Mereka sudah mengenal satu sama lain sejak kecil. Bagi Morgan, Felix ini sangatlah bodoh kalau mengira Felicia akan menangis jika semua orang di beritahu tentang asal-usulnya. Tidak, Felix telah memilih lawan yang salah, dan Morgan memilih istri yang tepat.
"Lalu apa untungnya buatmu mengatakan itu semua pada semua orang, padahal statusmu sendiri seperti itu, anak dari seorang pelakor dan kembali ke keluarga ini hanya untuk menginginkan warisan?" Felix langsung maju menyerang Morgan tapi langsung di hadang oleh Felicia.
"Minggir kau!! dasar j*l*ng!" Felicia tersenyum sinis.
DUUKK!!
"AWWW!!
###
Rigen beserta keluarga besar sudah berkumpul di sebuah ruangan khusus keluarga, di tempat ini nampak Zarco dan juga Sherena bersama putra dan putri mereka yang baru saja datang dari Eropa karena akan menghadiri pesta pernikahan Morgan dan Felicia.
Mereka semua ingin mendengarkan penjelasan dari Jimmy dan juga Katrina tentang masalah yang baru saja di timbulkan oleh kedua orang itu.
"Pa, aku dan Jimmy sudah menjalin hubungan selama lima tahun, dan saat itu aku tidak ingin seluruh keluarga besar tahu tentang hubungan kami," lirih Katrina.
__ADS_1
Emma sang ibu hanya mengelus dada melihat putri semata wayangnya itu berulah lagi.
"Kenapa harus sembunyi-sembunyi? apakah kamu takut kalau Papa tidak akan menerima pria pilihan mu?" tanya Rigen membuat Katrina langsung mengangguk kan kepalanya.
Lagi-lagi semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Katrina yang entah menurun sifat siapa. Yang jelas dulu Rigen memang pernah nekat membohongi Emma demi statusnya sebagian orang kaya.
"Sepertinya Katty ini menurun sifat mu Rigen, dulu kamu juga pernah berbohong mengenai status!" ucap Aland mengejek saudara sepupunya.
Ya, Rigen, Sherena dan Regina adalah saudara sepupu dari orang tua mereka yang kembar triplet. Generasi ketiga dari keluarga Alvares. Dan sekarang Morgan, Katrina dan si kembar Anne dan Pete adalah generasi ke 4 dari keluarga Alvares.
(Itu silsilah keluarga Alvares, kalau masih bingung bisa baca cerita othor yang judulnya Khilaf Terdalam di jamin banyak khilaf para pemerannya di sana 🤠dan gak akan pusing untuk para pemerannya di novel ini)
"Memangnya Papa pernah berbohong kepada Mama?" kini giliran Katrina yang kepo.
"Dulu Mamamu tidak suka bertema,n dengan orang kaya, makanya Papa menyamar menjadi orang miskin," jawab Rigen.
Morgan yang merasa sudah sangat lelah mengajak Felicia pergi ke kamar mereka.
"Tapi, keluarga mu masih berkumpul dan berdiskusi, masa iya kita pergi begitu saja," gerutu Felicia.
"Mereka pasti sudah paham dengan kondisi kita, aku sudah lelah sekali, ayo kita istirahat dulu!" ucap Morgan menggandeng tangan Felicia menunju ke kamar mereka.
"Eh, kamu mau kemana?" tanya Morgan saat Felicia akan belok ke arah kamarnya.
"Istirahat di kamar, memangnya mau kemana?"
Morgan langsung menggendong Felicia. "Mulai sekarang tidur di kamarku, kamar kita!"
Bersambung.
__ADS_1
Othor minta tolong donk, biar ringking hadiah tidak turun, mohon dukungan nya dengan cara kasih gift bunga atau kopinya ☕🌹