Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Paman dari Morgan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Morgan dan Felix masih saling menatap dengan tatapan yang sama-sama tajam. Terlihat sekali pancaran kebencian di mata mereka.Tetapi Morgan tidak pernah merasa takut dengan tatapan dari pria itu.


"Jimmy, sebaiknya kita pergi dari sini." Ucap Morgan membalikkan badan. Felix yang mengetahui bahwa Morgan akan pergi kembali berucap.


"Apa kamu takut padaku?" Felix mengejek dan hal itu membuat telinga Morgan panas.


"Tapi sepertinya masih ada kemungkinan kalau kamu memang menyuruh orang-orang mu untuk melukaiku, aku tidak yakin begitu saja terhadap mu, Morgan! Bukankah sejak kecil kamu selalu iri denganku!" Morgan langsung menoleh dan menatap pria menyebalkan di hadapannya ini. Pria yang lebih tepatnya adalah pamannya itu terlihat tersenyum sinis.


"Cih, bukankah sebaliknya? Kamu yang iri dengan ku!" Jawab Morgan mengejek sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


"Hahahaha, apa aku tidak salah dengar? aku iri padamu? bercermin lah dan lihat dengan jelas Morgan Fernando Alvares. Wajahmu itu kurang terawat dan semakin tua, rambutmu juga seperti kakek-kakek yang terlihat rapi dengan minyak rambut, makanya tidak akan ada gadis yang menyukaimu, kamu pasti iri padaku karena aku di kejar banyak wanita, bahkan aku yakin kalau sampai sekarang kamu masih perjaka!" Seru Felix tergelak.


"Diam lah, aku malas sekali meladeni mu! ayo Jimmy, kita pergi."


Jimmy sang sekretaris mengikuti langkah atasannya dan tidak mau terlibat lebih jauh lagi dengan perdebatan dua pria yang masih ada hubungan darah itu.


Felix semakin ingin memancing emosi Morgan ketika melihat pria itu seakan tidak tahan dengan perkataannya. "Hei, Morgan! Lihatlah siapa yang berhak mendapatkan warisan dari keluarga Fernando. Kamu bukan siapa-siapa di banding denganku dan akan ku pastikan bahwa aku yang akan menguasainya," ucap Felix tersenyum miring.


Morgan benar-benar kesal dengan pria satu ini yang memang sejak dulu suka membuatnya emosi. Tetapi dia tidak boleh terpancing dengan kata-kata yang selalu meluncur dari mulut pria satu itu.


"Kenapa kamu percaya diri sekali? Aku bahkan bisa menggunakan kekuasaan ku apabila ingin membunuhmu sekarang," balas Morgan sinis.

__ADS_1


Morgan benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran pamannya itu. pria itu selalu percaya diri dan bertindak sesuka hatinya. Padahal jelas-jelas Felix tidak bisa mengatur perusahaan atau bahkan mengelolanya. Lalu dengan percaya diri dan angkuh Felix ingin merebut posisinya itu.


"Hahaha, kalau begitu tunjukkanlah kekuasaan-mu, Morgan!"


"Tidak, nanti kamu akan hancur dan menyesal!" jawab Morgan santai. Dan hal itu sukses membuat Felix marah.


"Dasar pria tidak berguna!" lanjutnya.


Felix mengeraskan rahangnya mendengar Morgan mengolok nya seperti itu. Pria itu sejak dulu sangat ingin menghancurkan Morgan dan menjadi pewaris satu-satunya dari sang Ayah. Sejak kecil Morgan memang selalu di idolakan oleh Ayahnya membuatnya sangat iri dengan keponakannya tersebut.


Morgan membalikkan tubuhnya dan menatap sengit ke arah pamannya itu.


Felix dan Morgan sama-sama menatap dengan tatapan tajam penuh kebencian. "Apa kamu tahu sedang berhadapan dengan siapa?" Tanya Felix dingin.


Morgan berdecih. "Aku sedang berhadapan dengan anak dari hasil perselingkuhan kakek dengan wanita penggoda yang menggoda kakekku agar bisa mendapatkan hak warisan keluarga Fernando." Jawab Morgan enteng.


Jimmy yang melihat itu langsung berdiri di samping Morgan untuk sigap melindungi atasannya tersebut.


"Jaga tangan anda, Tuan! kalau tidak ingin tangan anda masuk ruang operasi karena patah!" ucap Jimmy dingin.


Felix langsung menurunkan tangannya dan mengepal kuat. Sedangkan Morgan masih diam tanpa ekspresi menatap wajah Felix.


Felix adalah putra bungsu yang lahir dari kakek Edward ketika dia berhubungan dengan seorang wanita di luar rumah. Bahkan saat itu usia sang kakek sudah memasuki usia paruh baya. Sehingga mengakibatkan usia Felix dan Morgan berjarak tidak jauh. Dan sayangnya kedua pria itu sma-sama tampan dan mempesona.

__ADS_1


Hubungan terlarang yang di lakukan oleh kakek Edward mengakibatkan sang wanita hamil dan melahirkan Felix. Putra bungsu di keluarga Fernando itu hanya dua tahun lebih tua dari Morgan, sangat dimanja, dan merupakan seorang playboy. Hobinya hanya bersenang-senang dan menghabiskan harta dari sang Ayah. Berkencan dengan banyak wanita dan selalu berakhir di atas ranjang.


Setelah puas dengan wanita itu Felix akan membuangnya dan berganti berkencan dengan wanita lain. Cap playboy sudah tertanam pada diri Felix sejak masih remaja. Wajahnya yang tampan dan sangat mirip dengan Morgan membuatnya di kejar banyak wanita. Bahkan saking miripnya terkadang Felix di kira sebagai Morgan dan hal itu semakin membuat Felix membenci keponakannya yang hanya terpaut dua tahun di bawahnya itu.


Sebenarnya Ayah Felix (kakek Edward) sangat menyayangi Felix, karena hal itu juga Felix sangat berambisi untuk bisa merebut kursi CEO yang di duduki oleh Morgan saat ini. Meskipun kecil kemungkinan karena Morgan yang mempunyai kuasa lebih terhadap harta kekayaan mereka.


Hubungannya dengan Morgan tidak baik sejak kecil, Felix selalu berbuat ulah dengan Morgan karena merasa iri, padahal Felix juga mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya.


Morgan benar-benar membenci Felix karena pria itu selalu berurusan dengannya, membuat Morgan kesal dan berakhir dengan pertengkaran.


Tapi kakek selalu membela Felix dan memarahi cucunya itu tanpa alasan yang tidak jelas. Di sisi lain Morgan hanya diam saja tanpa melaporkan kepada orang tuanya demi sang kakek.


Bahkan kali ini juga kakek Edward yang memaksa Morgan untuk mengunjungi Felix di rumah sakit. Sebenarnya kakek ingin hubungan Morgan dan Felix bisa membaik dan akur. Tapi kenyataannya kedua pria itu semakin saling membenci.   


"Aku kesini hanya karena permintaan kakek yang menyuruhku untuk menjenguk mu, kalau bukan karena kakek aku juga tidak sudi datang, melihatmu yang sepertinya sehat-sehat saja itu berarti tugasku memenuhi permintaan kakek sudah selesai." Ucap Morgan.


Morgan mengajak Jimy untuk meninggalkan tempat tersebut karena di sana mereka hanya akan bertengkar dan beradu argument.


Ketika  hendak pergi Morgan mendengar Felix berseru.


"Dengar Morgan, kali ini kamu beruntung, tapi lihat saja lain kali kamu tidak akan bisa beruntung lagi karena aku akan membuatmu tersingkir dari keluarga ini dan aku yang akan menjadi pewaris satu-satunya keluarga Fernando dan juga nama Alvares akan takluk di tanganku!" Morgan langsung menoleh ke arah Felix yang memang sengaja memancing kemarahannya.


"Apa katamu? Jangan harap kamu bisa menyingkirkan ku!" Ucap Morgan mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


Bersambung.


mau lagi donk kopinya, di kasih bunga juga gak apa nolak. hehehe


__ADS_2