Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Katrina Alvares


__ADS_3

Happy Reading 😊


Felicia langsung melotot ke arah Morgan yang terlihat mengobrol santai bersama seorang wanita cantik yang menggandeng erat lengannya.


"MORGAN!! SIAPA DIA!" seru Felicia.


membuat Morgan dan Katrina menoleh ke arah sumber suara.


"Feli, kenapa kamu datang kemari? oh ya, perkenalkan ini Katrina, sepupuku," ucap Morgan membuat Felicia langsung mematung. 'Katrina' nama itu begitu familiar itu adalah sepupu suaminya.


"Dia siapa, Morgan?" sekarang ganti Katrina yang bertanya.


Felicia benar-benar tidak suka dengan wanita yang masih setia menggandeng lengan Morgan itu.


"Dia Felicia, calon istriku," jawab Morgan membuat katrina secara reflek melepaskan tangannya dari lengan Morgan.


"Apa? calon istri? kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau kamu sudah memiliki calon istri?" bisik Katrina.


Morgan hanya mengangkat kedua bahunya. "Nanti akan aku ceritakan," jawab Morgan.


Sebenarnya Felicia ingin sekali marah kepada kedua orang itu, mereka bahkan terang-terangan mengumbar kemesraan di hadapannya.


"Aku hanya ingin memberikan ini padamu! sejak tadi aku menelpon mu tetapi tidak di angkat, lalu aku memutuskan untuk langsung kekantor!" ucap Felicia menyerahkan sebuah kertas yang bertuliskan dari rumah sakit.


Morgan menerima kertas itu dan membacanya. Dia pun paham dengan apa yang ada di dalam surat tersebut. Mengenai biaya operasi tambahan untuk pencangkokan ginjal calon ibu mertuanya. Dan hal itu belum di ketahui oleh Morgan, sehingga pihak rumah sakit memintanya pada Felicia.


"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu," ucap Felicia menahan diri agar tidak terlalu terlihat cemburu di hadapan Morgan dan Katrina. Entah kenapa melihat calon suaminya bersama wanita lain membuatnya merasa sangat cemburu dan ingin sekali memukul MOJU-nya.


Tetapi setelah mengetahui bahwa wanita itu adalah Katrina atau sepupu Morgan , membuat Felicia mengerti.


Cemburu, kata-kata itu seharusnya tidak patut dia sematkan, karena memang Morgan sudah mengatakan bahwa dia tidak boleh jatuh cinta padanya, dan inilah alasannya sekarang.


Sebenarnya Felicia masih penasaran dan ingin tahu sejauh apa hubungan kedekatan Morgan dengan Katrina, apalagi ternyata Katrina adalah sepupu Morgan sendiri, apakah mereka saling jatuh cinta dan hubungan mereka di tentang oleh keluarga. Apalagi melihat Katrina yang tadi menempel ketat pada Morgan tanpa rasa canggung sama sekali, membuat Felicia ingin menangis saat ini juga.

__ADS_1


'Oh, ayolah calon baby-ku, jangan bikin Mama melow seperti ini,' gumam Felicia sambil mengelus perutnya.


Felicia berjalan cepat ke arah pintu keluar perusahaan. Tiba-tiba lengannya di cekal oleh seseorang. Felicia terkejut ketika ada lengan besar yang merengkuh tubuhnya.


"Kenapa terburu-buru? ayo masuk ke dalam ruangan ku, aku tidak akan membiarkan calon istri ku dan baby Morgan kenapa-napa," ucap Morgan lembut menatap Felicia.


Lagi-lagi jantung Felicia berdetak kencang. "Aku harus segera pergi," ucap Felicia mendorong dada Morgan karena merasa tidak enak hati dengan Katrina. Apalagi saat ini sudah menjadi tontonan para karyawan Morgan.


"Kenapa terburu-buru?"


"Aku harus menemani ibu," jawab Felicia masih meronta. Bahkan Felicia bisa melihat tatapan Katrina yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


'Bagaimana kalau Katrina salah paham? aku harus mengatakan padanya bahwa kita menikah hanya karena saling menguntungkan satu sama lain, tidak-tidak, lebih tepatnya karena Morgan harus bertanggung jawab dengan diriku.'


"Aku akan mengantarkan mu kalau begitu," ucap Morgan melepaskan pelukannya.


"Katty, aku pergi dulu mengantarkan Felicia ke rumah sakit," ucap Morgan menoleh pada sepupunya.


"Baiklah, kamu harus menjaganya Morgan," jawab Katrina disertai senyuman yang tulus.


"Tidak, kamu adalah calon istriku, seminggu lagi kita akan menikah, aku tidak akan membiarkan kamu pergi sendiri mulai saat ini, apalagi calon Baby ku ada di sini, aku harus menjaga kalian," ucap Morgan mengelus perut datar Felicia dan membuat semua orang membelalakkan matanya.


"Jadi calon istri tuan Morgan Fernando Alvares telah hamil?"


"Wah, tidak ku sangka, tuan Morgan diam-diam menghanyutkan, dia sudah mencetak Baby lebih dulu,"


"Duh, romantisnya tuan Alvares, aku juga mau di hamili!"


"Husss, jangan bicara ngawur!!"


Begitulah yang terjadi, gosip langsung menyebar di perusahaan Sky Alvares Grup, membuat Felicia benar-benar semakin pusing.


###

__ADS_1


Felicia menghembuskan nafas panjang, berhadapan dengan Morgan Fernando Alvares membuat tensinya bisa naik, setelah mempermalukan dirinya di depan para karyawannya dengan membeberkan berita kehamilannya, kemudian dia menggendong Felicia ala bride style karena terus saja menolak di antar, kali ini Morgan benar-benar harus di pukul atau di lempar sepatu.


Belum juga sampai di rumah sakit, pria yang akan menikahinya itu tiba-tiba menghentikan mobilnya di sebuah resto makanan cepat saji. Katanya tiba-tiba ingin makan burger king alias burger yang berukuran besar.


"Kamu tidak mau burgernya?" Morgan menyodorkan big burger ke arah Felicia.


"Ck, aku tidak lapar! cepatlah makan, aku ingin segera kembali ke rumah sakit, rencananya hari ini ibu sudah boleh pulang!" ucap Felicia.


Morgan mendongak sambil mengunyah. "Benarkah? kenapa kamu tidak memberitahu ku?" Felicia memutar bola matanya.


"Kamu sedang asyik bernostalgia, padahal aku sudah menelepon bahkan mengirimkan pesan berkali-kali, tetapi sepertinya kamu sedang sibuk bersama sepupumu!" Morgan mengerutkan keningnya.


"Hari ini aku tidak terlalu sibuk, Katrina juga baru datang dari Washington DC dan langsung menuju ke kantor, sepertinya ponselku tertinggal karena aku tidak membawanya," jawab Morgan.


Felicia bersedekap dada sambil matanya memicing. "Benarkah? berarti aku telah mengganggu kalian?"


Morgan menghela napas. "Tidak ada yang merasa terganggu, Feli, aku juga senang melihat mu datang ke kantor. Bahkan aku tidak menyangka kalau kamu akan datang," jawab Morgan.


"Ya sudah, cepetan di habiskan, nanti Katrina menunggu mu!" seru Felicia sedikit emosi. Ntah kenapa akhir-akhir ini moodnya gampang sekali buruk.


Morgan meletakkan burger yang tinggal separo, kemudian mengambil tissue dan mengelap bibirnya.


"Kalau kamu mendengarkan seseorang membicarakan tentang aku dan Katrina yang tidak-tidak, kamu jangan percaya begitu saja, oke! aku bicara seperti ini padamu karena kamu adalah calon istriku," ucap Morgan yang tiba-tiba berubah serius.


"Memangnya kenapa?" tanya Felicia berusaha mengontrol dirinya agar tidak terlalu bertanya lebih.


"Ya intinya kamu jangan begitu saja mempercayai mereka, Felicia. Sebentar lagi kita akan menikah, aku takut kalau akan ada orang yang berusaha membuat semua ini menjadi rumit," Morgan menyentuh tangan Felicia


"Tenang saja, meskipun ada apa-apa di antara kamu dan Katrina, aku tetap tidak akan merubah keputusan ku untuk menikah denganmu!"


Bersambung.


Maaf baru bisa update. Jangan lupa dukungan nya ya 🥰 bunga, vote dan kopi juga boleh

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2