Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Siapa Dia


__ADS_3

Happy Reading 😊


Jane tersenyum kala melihat seorang pria baru saja turun dari mobilnya dan berjalan ke arahnya sambil tersenyum.


Di tangan kanannya membawa paper bag berukuran besar dan tangan kirinya membawa sebuket bunga Lily. Bunga kesukaan Jane.


Ya, pria itu adalah Ferdinand, cinta pertama Jane pada saat dia masih duduk di bangku SMA.


Jane dan Ferdinand bersekolah di tempat yang sama. Dan pada saat kelas 3 mereka satu kelas. Kala itu Jane langsung menyukai sosok Ferdinand yang begitu ramah dan baik.


Ferdinand memberikan perhatian yang lebih terhadap Jane dan hal itu membuat ibu dari Felicia itu merasakan getaran-getaran cinta yang tumbuh setiap harinya.


Akhirnya suatu saat Ferdinand menyatakan perasaannya pada Jane dan langsung di sambut wanita itu dengan senang hati.


Tapi sayang, kisah mereka harus kandas ketika kelulusan tiba. Jane harus kuliah di luar kota dan hal itu membuat hubungan nya dengan Ferdinand renggang.


Tetapi setelah tiga puluh tahun kemudian akhirnya mereka di pertemukan lagi dengan status yang sama-sama single.


Ternyata selama ini Ferdinand ikut istrinya di Canada dan mengelola bisnis di sana. Ferdinand baru pulang tiga tahun belakangan ini karena sang istri meninggal.


Dua putranya juga ikut kembali ke USA dan membuka usaha kuliner di Florida. Tapi putra keduanya kembali ke Canada karena harus mengurus bisnis yang ada di sana.


Jane dan Ferdinand tidak sengaja di pertemukan pada saat Jane menghadiri undangan salah satu putra Ferdinand yang sangat menggemari rotinya.


Dan mulai dari situ, benih-benih cinta yang dulu pernah ada kini tumbuh kembali dan membuat mereka saling membuka diri.


"Ini bunga untukmu, Jane," ucap Ferdinand membuyarkan lamunan Jane.

__ADS_1


"Eh, terima kasih," jawab Jane menerima bunga kesukaannya itu dan menghirup aromanya sebentar.


Terdengar deheman dari arah belakang membuat Jane dan Ferdinand menoleh.


"Cinta yang dulu belum usai, kini harus di tuntaskan," ucap Felicia menaik turunkan alisnya.


"Tentu, dulu Paman begitu frustasi karena di tinggalkan oleh ibumu, tapi sekarang Paman tidak akan membiarkan ibumu pergi lagi, oh, ya Jane, Morgan, Davis putra kedua Paman kemarin baru kembali ke sini, aku ingin kalian semua saling mengenal, yah, karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga," ucap Ferdinand.


"Tentu saja, Paman. Kami pasti akan sangat senang bisa bertemu dengan putra kedua Paman, biar kita bisa saling akrab," jawab Felicia menatap Ferdinand.


Sosoknya benar-benar seperti seorang Ayah yang sangat bertanggung jawab dengan keluarganya.


Felicia ingin bahwa ibunya bisa bahagia setelah bertemu dengan cinta pertamanya, mendapatkan kebahagiaan yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.


###


Felicia menghela napas pelan, padahal hari ini adalah weekend, tetapi semua orang tetap sibuk dengan urusannya masing-masing. Semenjak Zidane lahir di dunia kegiatan Felicia semua di curahkan untuk putranya itu. Diapun tidak banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Felicia benar-benar menjadi istri dan wanita rumahan.


Felicia juga jarang ikut arisan atau berkumpul dengan para wanita sosialita dan berkumpul dengan para istri orang-orang penting. Bukannya dia tidak mau, tetapi Felicia benar-benar ingin fokus terhadap Zidane.


Tok, tok, tok!


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.


"Siapa yang bertamu?" gumam Felicia. Wanita itu keluar dari dalam kamarnya dan menyuruh Sarah untuk membukakan pintu.


"Maaf, tuan! Anda sedang mencari siapa?" tanya Sarah, asisten rumah tangga di rumah itu.

__ADS_1


Pria tampan dengan pakaian kasualnya, perawakannya tinggi dan pria itu mengedarkan pandangannya, seakan sedang mencari seseorang.


"Aku mencari Felicia, apakah dia ada di dalam?" tanya Pria itu.


Felicia yang masih menunggu di dalam kamar mendengar suara pria yang sedang mencarinya.


Tidak lama setelah itu Sarah sudah mengetuk pintu kamarnya.


"Nona, ada yang mencari anda," Felicia mengerutkan keningnya.


"Siapa?"


"Nona lihat sendiri, ya? dia seorang pria, saya tidak tahu namanya, dia hanya mengatakan mencari Nona Felicia," jawab Sarah.


"Tolong tunggu Zidane di dalam, aku akan menemui pria itu," Sarah mengangguk patuh.


Felicia berjalan keluar menuju ke ruang tamu untuk melihat siapa yang datang. Terlihat seorang pria asing yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Felicia perlahan mendekat dan pria itu menyadari kedatangannya. Dengan senyum ramah iapun mengulurkan tangannya pada Felicia.


"Maaf, anda siapa?" tanya Felicia.


Bersambung.


Jangan lupa Follow Ig @navizadewi fb Navizaa


kalau mau no WA q bisa langsung DM 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2