Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Aku Pria Sial Itu


__ADS_3

Masih suka gak sama alurnya?


jangan lupa like komen dan kopinya ya 😊


Happy Reading 😉


Morgan dan Jimmy memutuskan untuk pulang, saat ini kedua pria itu sedang berjalan ke arah lift. "Jimmy, kenapa kamu tadi menahannya? seharusnya biarkan saja pria itu menyerang ku, karena aku juga tidak akan tinggal diam!" Ucap Morgan pada sekretaris pribadinya.


"Maaf tuan, saya hanya tidak mau nanti anda terkena masalah dengan tuan besar." Jimmy menunduk.


Morgan menghembuskan nafasnya kasar. Dia harus bisa segera mengontrol diri agar tidak emosi mengingat perlakuan Felix tadi. Saat ini kedua pria tampan itu sudah sampai di depan lift. Jimmy memencetnya tombol arah turun di samping pintu lift itu


Saat Morgan dan Jimmy berdiri di luar menunggu pintu lift terbuka, mereka mendengar suara bising di sebuah kamar depan.


"Kenapa dia masih di sini!! Dasar pelakor! Aku sudah menyuruh kepala rumah sakit untuk mengusir kalian!! Cepat pergi dari rumah sakit ini, karena kamu tidak berhak menginjakkan kaki di sini!!" Teriak seorang wanita yang tidak lain adalah  Alice.


Morgan melihat di luar sebuah kamar VVIP seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah Istri sah ayah dari Felicia membuat keributan dengan berteriak-teriak ingin memasuki kamar Ibunya Felicia.


Para pengawal setia Morgan masih terus berjaga di depan kamar itu dan menghentikan aksi Alice yang ingin masuk ke dalam.


"Aku ingin masuk!! Jangan halangi aku!!" Seru Alice mendorong para penjaga karena ingin masuk ke dalam kamar rawat Jane tapi selalu gagal karena para pengawal Morgan dengan sigap menghentikannya.

__ADS_1


"Kalian semua akan ku laporkan pada kepala rumah sakit karena berani melawan ku!!" Seru Alice sambil menunjuk para pengawal itu.


Kedua pengawal itu nampak saling memandang. "Kenapa? kalian takut kan? kalau begitu turuti saja permintaanku, maka aku tidak akan melaporkan kalian ke kepala rumah sakit!" Alice tersenyum sinis.


"Maaf nyonya, tapi kepala rumah sakit sudah di berhentikan, dan sekarang wakil kepala rumah sakit yang membuat semua keputusan." Jawab salah satu pengawal.


Alice terlihat terkejut mendengar kabar itu, mana mungkin kepala rumah sakit tiba-tiba di berhentikan begitu saja, pasti ada orang yang dalam yang ikut campur, atau mungkin bisa jadi Jane melakukan sesuatu.


"Oh, Jane ternyata kamu melakukan tindakan memalukan lagi." Jane yang berada di dalam kamar langsung mengepalkan tangannya.


"Jadi benar ya kalau kamu menjual tubuhmu lagi, Jane. Agar kepala rumah sakit tidak jadi mengusir mu! Dasar perempuan hina!" Teriak Alice.


"Dasar perempuan murahan, dari dulu pelakor memang selalu nekat, siapa pun di goda untuk membuatnya bisa bertahan hidup! apa kamu hanya akan menghidupi putrimu anak haram itu dengan uang hasil menjual diri!!"


Jane yang mendengar Alice membawa nama Felicia itu merasa tidak kuat dan tidak terima. Wanita paruh baya itu selalu rapuh kalau menyangkut putrinya. Dengan perasaan yang marah Jane berjalan ke arah pintu kemudian membukanya. Mata Jane dan Alice langsung bertemu. Kedua orang itu menatap Jane dengan penuh kebencian.


"Tutup mulutmu Nyonya Alice! Anda jangan keterlaluan!" Seru Jane.


Alice tersenyum sinis.


"Siapa yang keterlaluan? dasar tidak tahu diri, sudah merayu suamiku dengan tubuhmu lalu menghasilkan seorang anak, sekarang kamu juga merayu kepala rumah sakit dengan tubuhmu!! Dasar wanita murahan dan tukang penggoda, kamu hanya mengandalkan tubuhmu yang tidak berharga itu hanya untuk menjebak para orang kaya agar bisa mendapatkan warisan, bukan? Bahkan sekarang kamu bisa pindah ke kamar rawat VVIP seperti ini dengan cara kotor seperti itu! Cih,, menjijikkan!!" Jane mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Kamu salah! Semua ucapan mu tidak benar!! aku tidak pernah merayu siapapun!!" teriak Jane.


"Benarkah?"


"Calon menantuku yang telah memindahkan ku ke kelas VVIP, jadi jangan asal menuduh kalau tidak tahu apa-apa!" Jawab Jane.


Alice tergelak mendengar ucapan Jane. Sedangkan di depan sana Morgan yang sedari tadi terlihat menyimak menaikkan sebelah alisnya ketika Jane berkata seperti itu.


"Hahahaha, pria sial mana yang mau menolong kalian? Sepertinya pria itu benar-benar sial karena mengenal putrimu itu!" Seru Alice.


"Pria yang kamu sebut sebagai pria sial itu adalah aku, Nyonya." Ucap Morgan membuat Alice langsung terdiam.


Jane mematung ketika ada seorang pria tampan yang datang dan berdiri di belakang mereka.


Jane masih terpaku oleh ketampanan Morgan, masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh pria tampan itu.


Bahkan sekretaris Jimmy juga terkejut mendengar ucapan atasannya.


Tuan Morgan, kenapa dia mengatakan hal itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Batin Jimmy.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2