Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Tahan Hingga 12 Jam


__ADS_3

Happy Reading


Morgan menatap Felicia tanpa berkedip, sungguh sangat cantik sekali istrinya itu, entah kenapa semakin lama memandangi wajah Felicia, kecantikannya bertambah berkali-kali lipat.


"Kenapa memandangku seperti itu?" tanya Felicia.


Morgan mengerjab dan menggaruk belakang kepalanya. "Kenapa kamu membuat ku seperti tahanan yang baru saja ketangkap basah, sayang?" Morgan menarik tubuh sang istri untuk mendekat.


"Memangnya kamu ketangkap basah kenapa?" tanya Felicia tidak mengerti.


Morgan membelai pipi Felicia dan berakhir di bibirnya. "Ketangkap basah karena memandang istriku yang cantik ini," jawab Morgan menempelkan bibirnya ke bibir candu milik Felicia.


"Kenapa lipstik mu tidak hilang, apakah aku kurang lama mencium nya?" Felicia terkekeh mendengar ucapan sang suami.


"Inikan lipstik terbaik dari produk unggulan di negeri ini, matte dan tahan hingga 12 jam, tahan air dan minyak, jadi lipstik ini kwalitas terbaik. Ah, aku suka dengan orang-orang yang kamu suruh tadi, mereka benar-benar memanjakan ku dan profesional," ucap Felicia tersenyum lebar.


"Berarti kamu tidak perlu khawatir kalau aku mencium mu terus-menerus," ucap Morgan membuat Felicia melotot tajam.


"Singkirkan pikiran mesum mu itu, sekarang ayo kita berangkat ke acara ulang tahun temanmu itu," Felicia langsung berjalan mendahului Morgan, merasa kesal dengan kemesuman sang suami yang tiada duanya.


Lihatlah sekarang Morgan benar-benar menjadi pria yang begitu romantis dan mesra, padahal dulu dia terkenal dingin dan arogan. Sepertinya efek jatuh cinta memang membuatnya berubah menjadi mahkluk yang bucin kepada istrinya.


Ya, Morgan tetap akan menjadi orang yang dingin dan arogan apabila bersama dengan orang lain. Terutama dengan klien wanita.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya mobil Morgan sampai di sebuah rumah mewah yang cukup besar. Di lihat dari rumah itu dan banyaknya mobil mewah yang datang ke acara ulang tahunnya, bisa di pastikan bahwa teman Morgan ini juga termasuk orang kaya.


"Ternyata, kalau orang kaya itu pasti sahabatnya juga dari kalangan orkay alias orang kaya," ucap Felicia tertawa kecil.


"Ya, mungkin karena memang sudah dari dulu, para orang tua yang memiliki sahabat ataupun kerabat pasti dari kalangan sesama, meskipun orang tuaku bukankah seperti itu," jawab Morgan.


"Ya, aku tahu, Mama Regina dan Papa Aland sangat baik dan tidak pernah membeda-bedakan, aku sangat senang bisa mendapatkan mertua sebaik mereka," ucap Felicia berbinar, dia memang sangat mengidolakan Regina dan Aland.


Mereka masuk ke dalam rumah itu dan di sambut oleh para penjaga yang menundukkan badan.


Para tamu sudah banyak yang berdatangan, mungkin memang hanya Morgan yang terlambat karena sepertinya acara itu sudah hampir di mulai.


"Hai, Morgan Alvares, akhirnya kamu datang, wah istrimu cantik sekali?" ucap seorang pria yang masih terlihat muda seumuran dengan Morgan sambil mengulurkan tangannya


"Rafael, siapa namamu, nona cantik? sepertinya aku tidak asing dengan wajahmu?" tanya pria tersebut.


Morgan menatap temannya itu yang juga memandangi Felicia tanpa berkedip. Entah kenapa dia sangat tidak suka ada pria lain yang memuja istrinya.


Morgan langsung menepis tangan Rafael ketika dia tidak melepaskan genggamannya pada tangan Felicia. "Ingat Rafael, dia adalah istriku," ucap Morgan seakan menegaskan bahwa Felicia miliknya.


"Hey, tenang bro, aku tahu kalau dia istrimu, aku juga datang ke acara pernikahan mu waktu itu, ingat? tapi aku hanya merasa tidak asing dengan wajah istrimu ini?" ucap Rafael.


"Namaku Felicia, senang berkenalan dengan anda, tuan Rafael," ucap Felicia ramah.

__ADS_1


"Dia dulu pelanggan di Bar tempat ku bekerja, pasti dia merasa sedikit mengenali ku, tapi dulu aku tidak pernah berdandan seperti ini, rasanya ada baiknya juga, ya? kamu tidak akan malu kalau memiliki istri seperti ku," bisik Felicia di telinga Morgan.


"Aku tidak akan pernah malu mengenai pekerjaan mu, dan aku juga tahu kamu adalah wanita baik-baik, buktinya, akulah yang mengambil keperawanan mu, tapi di sini yang tidak ku suka adalah tatapan para pria yang ada di sini! apa sebaiknya kamu berdandan jelek saja, agar aku tidak merasa cemburu!" Felicia membelalakkan matanya.


Apa tadi dia tidak salah dengar? Morgan menginginkan Felicia berdandan jelek saja? lalu siapa yang menyiapkan baju-baju mewah dan mahal dan segala macam barang branded lainnya?


"Jangan terlalu posesif, sayang. Ingatlah bahwa aku tidak akan pernah berpaling darimu," ucap Felicia tersenyum meyakinkan sang suami.


Terdengar helaan napas yang keluar dari mulut Morgan. "Baiklah, aku percaya," ucap Morgan melingkarkan tangannya ke pinggang Felicia.


Acara ulang tahun itu pun sudah mulai, banyak yang memberikan selamat kepada Rafael. Felicia hanya merasa heran, apakah orang kaya itu selalu melakukan pesta ulang tahun seperti anak kecil, padahal Rafael sudah dewasa. Felicia benar-benar tidak mengerti dengan kehidupan orang-orang kaya itu.


"Sayang, lihatlah itu, bukankah itu Alexander? dia sedang bersama siapa?" tunjuk Morgan ke arah pria yang dulu pernah menginginkan istrinya.


Felicia mengikuti arah yang di tunjuk oleh Morgan, ia melihat Alexander sedang memeluk pinggang seorang wanita cantik dan tentunya seksi.


"Yang jelas itu bukan Veronica, tapi mereka terlihat seperti pasangan?" Morgan mengangguk.


"Apa kamu mau menghampiri mereka?" tanya Felicia.


"Tidak, aku sudah malas dengan pria itu!" jawab Morgan.


"Tapi aku penasaran dengan siapa Alexander itu? apakah dia selingkuh dari Veronica?" tanya Felicia.

__ADS_1


Bersambung.


Mohon dukungannya terus ya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿคง๐Ÿคง๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜•โ˜•โ˜•๐Ÿ‘ˆ๐Ÿ‘ˆ๐Ÿ‘ˆ


__ADS_2