Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Rencana Jane


__ADS_3

Happy Reading 😊


Jane dan Felicia mendatangi sebuah salon, setelah taksi yang mereka tumpangi berhenti di depannya. Jane benar-benar membuat Felicia tidak bisa berkutik dengan keinginannya. Dengan wajah yang di tekuk Felicia mengikuti langkah sang ibu yang menuntutnya ke tempat yang selama ini belum pernah dia datangi itu.


Kenapa juga ibu membawaku ke sini! batin Felicia kesal.


Dalam hatinya Felicia hanya bisa menggerutu tanpa bisa berucap, dia tahu setiap keinginan ibunya harus di turuti.


Jane melihat wajah putrinya yang terlihat enggan. Dia tahu kalau selama ini Felicia memang tidak pernah ke salon walau hanya sekedar perawatan. Padahal kalau Felicia mau merawat tubuh dan wajahnya, putrinya itu pasti akan sangat cantik luar biasa.


Pada saat akan masuk ke dalam salon itu, Felicia menghentikan langkahnya.


"Feli, ayo masuk ke dalam." Ucap Jane menatap putrinya yang hanya diam saja di depan pintu masuk salon.


"Bu, aku gak mau masuk!" Tolak Felicia.


Rasanya sudah seperti masuk ke dalam sebuah tempat yang membuatnya akan membuatnya frustasi.


Jane yang melihat hal itu langsung melakukan jurus ampuhnya yaitu memasang wajah yang menyedihkan. "Ayolah nak, demi ibu, jangan membuat ibu kecewa lagi." Jane mulai berpura-pura sedih lagi.


"Tapi bu, Feli gak mau kalau harus di dandani seperti badut, mending gini aja ya?"


"Tidak sayang, nanti kamu bakalan suka kok kalau sudah masuk ke dalam, tidak akan di dandani seperti badut, percaya sama ibu, apa kamu mau membangkang ibumu ini?"


Lagi-lagi Felicia hanya bisa menghela nafas. "Baiklah bu, aku akan masuk kedalam."


Jane langsung tersenyum lebar ketika Felicia menurut padanya. Kedua wanita itu akhirnya masuk ke dalam salon tersebut setelah sedikit berdebat.


Felicia mengedarkan pandangannya, banyak sekali yang melakukan perawatan seperti creambath, massage, luluran, mewarnai rambut ada juga yang sedang memasang bulu mata palsu. Hal itu membuat Felicia bergidik ngeri.


Jane mendatangi salah satu petugas salon. "Tolong rias putri saya yang natural saja, dan juga carikan dia gaun yang pas ditubuhnya." Ucap Jane sambil menunjuk ke arah sang putri.


Petugas salon yang merupakan wanita yang berusia sekitar tiga puluhan itu memandang Felicia dan tersenyum ramah.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya putrimu itu tidak pernah melakukan perawatan." Jane yang mendengar ucapan petugas salon itu mendengus tidak suka.


Memangnya kenapa kalau aku tidak pernah melakukan perawatan?? batin Felicia kesal.


Jane meminta petugas untuk merubah penampilan Felicia agar terlihat cantik seperti seorang perempuan, karena putrinya itu sedikit tomboy dan selalu memakai pakaian laki-laki.


"Ya, aku akan melakukannya dengan cepat, ayo sayang, kita masuk ke dalam sana." Petugas salon itu menggiring Felicia masuk ke dalam sebuah ruangan dan akan memilihkan gaun yang pas untuk Felicia terlebih dahulu.


Felicia hanya menurut pasrah, mending begini saja biar lebih cepat. Batin gadis itu.


Lebih cepat lebih bagus, karena Felicia tidak suka lama-lama berada di dalam. Petugas salon itu membawakan sebuah dress berwarna peach selutut.


"Pakailah ini, setelah itu aku akan merias wajah mu dengan riasan wajah yang natural." Felicia mengambil dress itu dan masuk ke dalam sebuah ruang ganti.


Di luar Jane menunggu Felicia sambil memainkan ponsel, dia mengirimkan pesan pada calon menantunya mengatakan bahwa Felicia akan datang ke kantor.


Setengah jam kemudian, Jane melihat putrinya keluar dari dalam ruangan itu dengan wajah yang berbinar. "Kamu benar-benar cantik, sayang." Puji Jane menatap wajah Jane yang terlihat benar-benar berbeda.


Meskipun Felicia memang sudah cantik tapi ketika di dandani seperti itu aura kecantikannya lebih terpancar.


Felicia hanya bisa diam karena masih kesal didanai seperti itu. "Ini bukanlah diriku!" jeritnya dalam hati.


Setelah membayar perawatan salon itu, Jane dan Felicia keluar dari dalam salon dengan penampilan Felicia yang sudah nampak berbeda.


Felicia berubah menjadi seorang putri dalam sekejap mata. Wajahnya cantik alami terlihat semakin cantik setelah di make over. Felicia memiliki wajah yang imut dan mempesona, hidung mancung, bibir mungil semerah Cherry dan mata yang bulat dan bening, benar-benar membuat siapa saja yang melihatnya tidak bisa mengalihkan pandangan.


Jane menatap sang putri dengan senyuman lebar, dia merasa sangat puas dengan penampilan Felicia saat ini.


"Ini baru putriku yang cantik, kamu memang memiliki paras yang sempurna, nak. Hanya saja selama ini kamu selalu menutupi nya, tapi mulai sekarang kamu tidak perlu berdandan seperti yang tadi karena sebentar lagi kamu akan menikah." Ucap Jane.


"Iya bu." Jawab Felicia malas. Tidak mau berdebat lagi karena akan sia-sia.


Setelah dari salon, akhirnya Jane dan Felicia memutuskan untuk langsung pergi ke perusahaan Sky Alvares Grup.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di depan pintu perusahaan. "Sana cepat masuk ke dalam." Ucap Jane mendorong Felicia.


"Loh, ibu tidak ikut masuk?"


"Tidak, kamu temui Morgan sendiri, ibu akan menunggumu di kafe depan itu." Jawab Jane menunjuk sebuah bangunan kafe di sebrang jalan.


Felicia lagi-lagi harus menghela nafas.


"Ingat, bersikap baiklah pada Morgan, dan jangan membuatnya marah, mengerti?" Jane mengingat kan kembali.


Felicia hanya mengangguk pasrah. Kemudian Jane berjalan meninggalkan Felicia dan pergi ke kafe yang ada di sebrang jalan.


Felicia menatap kepergian ibunya dengan tatapan yang sulit di artikan, yang pasti saat ini dirinya benar-benar nampak tertekan.


Felicia melihat kotak bekal makan di tangannya, dengan terpaksa gadis itu berjalan ke dalam gedung perusahaan terbesar di kota itu.


Felicia berpikir jika Morgan berani mengganggunya, dia tidak keberatan menendang bagian bawahnya lagi.


'Awas saja kalau sampai pria itu berbuat mesum padaku.' Batin Felicia mengeratkan pegangannya pada kotak bekal itu.


Felicia mendatangi resepsionis dan mengatakan dia ingin bertemu dengan CEO mereka.


"Mari langsung naik ke lantai paling atas Nona, ruangan Presdir ada di sana." Ucap sang resepsionis.


Resepsionis itu telah diberitahu jika ada seorang wanita datang, langsung di suruh mengantarkan ke ruangan CEO.


Di sisi lain.


Morgan yang telah di beritahu oleh Jane bahwa Felicia akan datang ke kantornya merasa penasaran. Walaupun Morgan terkejut, dia tidak mengira Felicia akan datang mencarinya.


Apalagi ibu Felicia mengatakan bahwa putrinya itu juga membawa makanan untuknya.


'Aku sudah melihat banyak taktik dan trik cewek matre yang datang mencari ku, tetapi aku ingin melihat taktik apa yang akan digunakan gadis itu untuk menggodaku.' Batin Morgan tersenyum sinis.

__ADS_1


Morgan tidak menyukai orang yang sudah dijanjikan posisi nyonya CEO tetapi masih rakus menginginkan hal lainnya.


Bersambung.


__ADS_2