Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Kamu Juga Berhak Atas Hartaku


__ADS_3

Happy Reading 😊


Alexander dan pemilik Bar itu terkejut dengan kedatangan Morgan dan juga asisten pribadinya yang secara tiba-tiba.


"Mo_Morgan!! kenapa kamu ada di sini!!" Morgan berdecih. Tidak menyangka bahwa orang yang ingin bertemu dengan calon istrinya adalah Alexander, sahabatnya sendiri.


"Tuan Alex, seharusnya kami yang bertanya, kenapa anda menginginkan nona Felicia pergi ke Bar hanya untuk menemui anda, bukankah ini juga belum waktunya Nona Felicia untuk berangkat bekerja?" Jimmy yang bertanya.


Mewakili Morgan yang saat ini masih menatap tajam ke arah Alexander.


Alexander terlihat bingung harus menjawab apa, tapi dia harus memikirkan jawaban dari pertanyaan Morgan.


'Sialan, kenapa juga Morgan ada di sini? apakah sebelumnya dia sudah tahu kalau aku ingin bertemu dengan Felicia, ataukah Felicia yang menyuruhnya?'


"Aku hanya ingin meminta Nona Felicia untuk mengawalku, itu saja, bukankah dia bekerja sebagai pengawal di Bar ini?" akhirnya jawaban itulah yang keluar dari dalam mulut Alexander.


"Mulai sekarang Felicia sudah bukan pegawai di Bar ini lagi, jadi Tuan Mario, saya sebagai calon suami Felicia dan mewakilinya bahwa mulai hari ini calon istri saya berhenti dari pekerjaannya di Bar ini!" ucap Morgan dengan suara yang tegas.


Mario-pemilik Bar itu langsung melongo tidak percaya, bahkan Alexander langsung berdiri dari duduknya.


"Tidak bisa, kamu memutuskan ini secara sepihak, dan ini bukanlah keinginan Felicia, jadi aku tidak mau membayar sia-sia, aku mau Felicia ada di sini untuk menjagaku!" seru Alex tidak terima.


"I_iya tuan Alvares, saya juga tidak akan membiarkan semua ini dengan mudah, Felicia di sini sudah saya kontrak dan anda tidak bisa membuat keputusan seperti ini, saya rugi banyak donk, kalau memang keputusan anda menginginkan Felicia keluar dari pekerjaannya, anda harus mengganti uang dengan jumlah yang besar!" seru Mario.


BRAAKKK!!


Morgan menendang salah satu meja hingga berbalik, Alexander dan Mario sedikit terkejut.


Jimmy yang melihat tuannya sudah bersikap seperti itu langsung maju selangkah dan paham dengan sikap Morgan.


"Berapa yang anda inginkan? saya akan transfer sekarang juga!" Alexander mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Tidak! aku tidak terima!" seru Alex membuat Morgan langsung berjalan ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Apa yang membuatmu tidak terima? aku calon suaminya dan kamu hanya pelanggan di tempat ini! Felicia bukan wanita panggilan yang bisa kalian suruh seenaknya! dan kau! jangan sekali-kali kau menginginkan calon istriku atau aku tidak segan-segan menghancurkan bisnismu detik ini juga!" tunjuk Morgan ke arah wajah Alexander.


Pria itu mengeraskan rahangnya, dia tidak terima kalau harus melepaskan Felicia begitu saja, wanita yang sejak awal sudah mencuri hatinya. Alexander semakin memuja Felicia ketika melihat kecantikan wanita itu di malam pertunangannya dengan Veronica.


Meskipun ia tahu bahwa Felicia adalah calon istri Morgan, tapi Alex tetap ingin menjadikan Felicia miliknya.


Alex menatap Mario dengan tatapan tajam, seakan memberitahu kan bahwa dia tidak boleh melepaskan Felicia begitu saja.


Mario lebih berhak atas Felicia karena dia adalah atasan wanita itu dan yang memegang kendali penuh atas Felicia.


"Tuan Morgan, saya tetap tidak terima kalau Felicia mengundurkan diri saat ini, bagaimana kalau biarkan dia bekerja untuk malam ini saja, dan setelan itu anda bisa membayar ganti rugi karena pemutusan kontrak sepihak," ucap Mario halus, dia tidak ingin menyinggung Morgan tetapi tetap akan memberikan keuntungan untuk Alexander yang sudah membayarnya mahal.


"Tidak, Felicia tetap harus berhenti, dia tidak bisa bekerja di tempat seperti ini karena kondisinya sedang hamil, dan apakah kalian bisa menjamin tidak akan terjadi apa-apa dengan calon pewaris Alvares, kalau kalian tetap memaksa wanita hamil bekerja di tempat seperti ini!" ujar Morgan tajam.


Mario dan Alexander sangat terkejut mendengar ucapan Morgan.


###


Felicia merasa perutnya mual ketika melihat pemandangan di hadapannya saat ini.


"Ayo sayang, kamu harus memilih gaun pengantin dari berbagai desainer terkenal di dunia," ucap Regina.


"Eemm,, maaf saya ke toilet dulu!" Felicia langsung berlari ke arah toilet yang ada di butik itu, entah kenapa melihat gaun mahal dan branded seperti itu membuat perut Felicia terasa di aduk-aduk.


"Ma, bolehkan Feli memakai gaun pengantin yang Feli pilih, bukan dari butik ini, tapi Feli sudah ada gaun yang pas di tubuh," ucap Felicia ketika sudah menyelesaikan urusannya di toilet.


Regina menatap calon menantunya yang terlihat pucat. "Apa kamu tidak apa-apa, sayang?" tanya Regina khawatir.


Felicia menggeleng. "Feli tidak apa-apa, Ma, jadi bolehkan kalau Feli milih gaun yang sudah Feli sediakan untuk pesta pernikahan nanti?" tanya Felicia lagi.

__ADS_1


"Baiklah, sayang. Terserah kamu saja, niat Mama hanya ingin membelikan gaun yang bagus dan mahal, tapi kalau kamu tidak mau, ya tidak apa-apa," Felicia tersenyum canggung dan melihat banderol harga 1 gaun yang bisa di pakai untuk beli satu apartemen dan juga mobil mewah.


"Terima kasih, Ma," ucap Felicia tulus.


Diapun mengelus perutnya sambil menatap ke arah lain, yang penting tidak menatap banderol harga gaun pengantinnya.


'Sepertinya kamu benar-benar paham dengan kondisi ibumu ini, nak! dari kecil ibu sudah alergi dengan harta kekayaan, karena hal itu menjadikan kehidupan Ibu dan juga Oma-mu menjadi seperti ini,' batin Felicia.


###


"Ada apa?" tanya Felicia ketika Morgan datang ke rumahnya setelah tadi sore Felicia tidak jadi membeli gaun pengantin.


"Aku sudah berbicara pada Bosmu kalau mulai malan ini kamu sudah tidak bekerja di Bar itu lagi," Felicia melotot sempurna.


"Kenapa kamu seenaknya memutuskan! kalau aku berhenti bekerja, lalu bagaimana aku harus menghidupi ibu dan juga calon anakku, bagaimana aku makan nanti!! kenapa sih kamu membuat semuanya menjadi semakin rumit! aku tidak peduli, aku tetap akan berangkat bekerja!!" seru Felicia mendorong dada Morgan dan segera keluar dari dalam rumah.


Tetapi langkah Felicia terhenti ketika Morgan menahannya.


"Jangan keras kepala Feli, apa kamu menganggap bahwa aku tidak bisa memenuhi semua kebutuhan mu!! Hah!!" bentak Morgan.


Felicia menatap calon suaminya itu dengan tatapan dingin.


"Aku tidak berhak atas uangmu! bukankah aku sudah berjanji tidak akan menggunakan uangmu sepeserpun kalau kita sudah menikah nanti!" Morgan mengusap wajahnya kasar.


Dia baru ingat masalah ini, dulu Morgan pernah menganggap bahwa Felicia cewek matre dan wanita gila harta, tetapi entah kenapa pandangannya sekarang sudah berubah dengan berjalan seiring waktu. Apalagi tadi Mama Regina mengatakan bahwa Felicia menolak di belikan gaun pengantin dengan harga yang sangat fantastis.


"Itu dulu, tetapi sekarang kondisinya berbeda, saat ini kamu tengah mengandung anakku, calon pewaris F.A Grup. Jadi kalau calon anakmu saja sudah berhak atas semua hartaku, tentu saja kamu juga berhak!"


Bersambung


Tolong tinggalkan jejak ya 🥺🥺

__ADS_1


__ADS_2