Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Perselingkuhan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Alexander sedikit terkejut ketika melihat siapa yang datang ke arahnya. Wanita cantik dengan gaun maroon-nya yang terlihat begitu menawan. Wanita yang membuat jantung Alexander bisa berdetak lebih kencang di saat melihat wanita itu.


Felicia, nama yang terkadang masih dia ingat dalam mimpinya. Tetapi sayangnya wanita itu sudah menjadi milik sahabatnya sendiri, dan Alexander tahu dia tidak akan bisa menyinggung Morgan Alvares.


Alexander mengakui bahwa dia harus mundur teratur dari Morgan. Tentu saja hal itu juga yang membuat hubungan antara dirinya dan Morgan menjadi sedikit renggang.


Sungguh tidak pernah Alexander pungkiri bahwa sebenarnya ia memang masih mencintai Felicia. Wanita yang pertama kali di lihatnya saat di Bar. Meskipun waktu itu Felicia berdandan ala laki-laki dan sangat jelek, tetapi Alex sudah terpesona dengan kebaikan dan ketulusan hatinya.


Andai saja dia lebih cepat bertemu dengan Felicia sebelum Morgan, sudah bisa di pastikan bahwa dia akan menjadi pria yang sangat bahagia di dunia.


Alexander langsung mematung kala Felicia sudah berdiri di hadapannya.


"Tuan Alex, selamat malam?" tanya Felicia tersenyum penuh arti.


"Nona Felicia, ternyata anda datang ke sini juga?" ucap Alexander tersenyum canggung.


'Bukankah sejak tadi dia sudah melihat ku? kenapa dia masih bertanya aku ada di sini!!' batin Felicia.


"Saya datang bersama dengan Morgan, ehmm, siapa wanita yang bersama anda? Apakah saudara atau sahabat?" tanya Felicia menatap wanita yang sedang bergelayut manja di lengan Alexander.


"Oh, kenalkan, dia Merry, sekretaris ku, Mery, ini Nona Felicia," ucap Alexander saling mengenalkan.


Felicia mengulurkan tangannya pada wanita yang bernama Merry. "Felicia," ucap Felicia yang di sambut dengan sinis oleh wanita itu.


"Merry!" jawab wanita itu sedikit lantang.


Seakan mengatakan bahwa dia lebih tinggi dari Felicia. Tatapannya menelisik, dari atas sampai bawah. Felicia sampai merasa risih di tatap seperti itu oleh wanita di hadapannya itu.


"Ehm, bagaimana kabar Veronica? Bukankah kalian masih memiliki hubungan kan? Jangan sampai ada skandal perselingkuhan di sini, tuan Alexander?" tanya Felicia melirik Merry.

__ADS_1


Membuat wanita itu mengeratkan pegangannya pada lengan Alexander.


'Dasar pelakor! Meskipun aku tidak menyukai Veronica, tetapi dia adalah saudariku, aku tidak suka ada seorang wanita yang di permainkan oleh pasangannya, dan aku akan membuktikan pada Veronica bahwa dia juga bisa di permainkan oleh pria. Lihat saja, Veronica,, setelah ini kamu pasti akan merasakan karmanya!'


Alexander langsung menepis tangan Merry dari lengannya. "Aku dan Veronica baik-baik saja, seharusnya aku lebih mengenal mu terlebih dahulu Nona Felicia, aku tidak tahu kalau Veronica memiliki adik sepertimu, sungguh, aku begitu mengagumimu sejak awal," ucap Alexander sama sekali tidak merasa bersalah.


"Oh, terima kasih karena telah mengagumi istriku, Alex, dia memang mengagumkan," ucap Morgan yang baru saja datang. Memeluk pinggang Felicia dengan posesif.


Alexander yang melihat itu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, dan hal itu tidak luput dari pandangan Merry sang sekretaris.


"Baiklah, ayo kita ke sana, sayang," ucap Morgan menarik istrinya untuk menjauh dari Alexander.


"Saya permisi dulu, tuan Alex, biar bagaimanapun sebentar lagi kita akan menjadi saudara, benar bukan?" ucap Felicia kemudian pergi bersama Morgan.


Merry menghentak kan kakinya setelah Felicia dan Morgan pergi. "Kenapa kamu hanya mengatakan bahwa aku sekretaris mu? mana janjimu yang akan bertanggung jawab, Alex!! ingat, kamu harus memutuskan pertunangan mu dengan Veronica, jangan sampai perutku semakin membuncit dan hal itu akan semakin membuat reputasi mu hancur!"


"APA!! apa yang baru saja aku dengar?? kamu hamil? anak siapa!!" Alexander dan Merry terkejut saat melihat kedatangan Veronica di pesta itu.


PLAK!!


"Dasar pelakor!! cepat katakan anak siapa yang kamu kandung!!" Veronica menjambak rambut Merry setelah menamparnya. Alexander yang melihat serangan dadakan itu panik dan langsung menarik Veronika dan memeluk wanita itu agar tidak semakin menjadi.


"Lepaskan aku, Alex!! aku ingin menghajar pelakor itu!! aku akan mencakar wajahnya!" seru Verona meronta.


Merry merapikan penampilan nya dan tersenyum sinis. "Anak yang ku kandung adalah anaknya Alexander, dan dia akan segera menikahi ku, puas kamu!! dan sebentar lagi Alex akan memutuskan pertunangannya dengan mu!" seru Merry.


Veronica semakin meronta karena merasa di khianati, tapi dia tidak akan percaya begitu saja dengan ucapan wanita itu.


"Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan!!" seru Veronica.


"Alex!! cepat katakan padaku!! yang di katakan wanita itu tidaklah benar!!" Alexander merasa kacau. Dia tidak menyangka bahwa Veronica akan datang ke pesta itu.

__ADS_1


Dan yang membuat Veronica datang tentu saja siapa lagi kalau Felicia dan Morgan yang menyuruh anak buah mereka langsung mengajak Veronica ke tempat itu.


Acara pesta menjadi kacau dan semua nya hanya menonton drama yang kali ini sedang berlangsung.


"Alexander, kalau kamu tidak mengakui anak ini, lebih baik aku gugurkan saja!!" seru Merry membalikkan tubuhnya dan akan pergi dari tempat tersebut.


"Tunggu Mery!! ya Veronica, memang benar, anak yang di kandung Merry adalah anakku!" ucap Alexander lantang.


Veronica yang mendengar itu langsung menegang. Bagai di sambar petir yang langsung menuju pusat hatinya. Perih dan sakit.


"TIDAK!! itu tidak mungkin!!" Veronica mengamuk dan akan menyerang Mery, tapi untung saja ada sekelompok orang berpakaian hitam langsung datang untuk menenangkan wanita itu.


"Bagaimana, sayang? apa kamu suka pertunjukkan nya?" bisik Morgan.


"Sebenarnya aku merasa kasian pada Veronica, tapi ya mungkin itu juga karma untuknya karena sering menghina ibu, lebih baik tau sekarang daripada nanti, kan? aku juga membantu saudariku, bukan berniat menghancurkan nya!" ucap Felicia.


"Iya-iya, aku tahu kamu memang wanita yang sangat baik, aku jadi semakin mencintai mu," ucap Morgan mencium pipi istrinya.


"Aku sudah lelah, bawa aku pulang sekarang!" Morgan menarik hidung Felicia.


"Iya ratuku, apapun yang kamu inginkan pasti akan aku turuti, lagian aku juga tidak ingin kamu terlalu capek, kasihan calon baby-nya nanti," jawab Morgan dan langsung keluar dari tempat tersebut.


Sepertinya rencana Felicia untuk membalas Veronica dan Alice sudah berjalan sendiri tanpa dia harus merencanakan sesuatu terlebih dahulu. Ya, Tuhan memang maha adil. Felicia dan Jane akan menemukan kebahagiaan mereka sendiri setelah badai berlalu.


Tentunya bersama Morgan dan calon buah hati mereka.


Bersambung.


Hai akak reader semuanya 🥰


jangan lupa dukungan nya, ya 😘

__ADS_1


__ADS_2