
Happy Reading 😊
Felicia menjauhkan ponselnya dari telinga ketika mendengar bentakan dari Morgan Alvares. Sebenarnya Felicia melakukan semua itu hanya demi ibunya, kalau tidak kepepet seperti ini, tentu saja gadis itu tidak mau berurusan dengan seorang pria asing.
Sedangkan Morgan benar-benar kesal dan marah kepada Felicia, dia tidak menyangka bahwa telah menemukan gadis seperti itu. Seharusnya malam itu Morgan tidak meminta tolong padanya.
"Kamu ini benar-benar cewek matre, mata duitan! Uang segitu untuk apa?" seru Morgan.
Felicia yang mendengar hal itu di sebrang telepon tentu saja sangat terkejut. Bahkan Felicia langsung melotot sempurna ketika Morgan mengatainya sebagai cewek matre dan mata duitan.
"Maaf tuan Fernando Alvares, saya punya alasan sendiri," jawab Felicia dingin
"Hahahaha, alasan apa alasan bahwa kamu adalah cewek yang matre!"
"Bukan begitu, tuan!"
"Lalu apa sebutan yang pantas untukmu, kalau bukan cewek matre?" tanya Morgan mengejek.
Felicia sudah merasa sangat geram dengan pria itu, kalau bukan karena ibu, dia juga tidak sudi mengemis pada pria yang belum lama di kenalnya itu.
"Sebenarnya alasan saya membutuhkan uang itu untuk membantu ibu saya operasi transplantasi ginjal," jawab Felicia sendu.
Seketika Morgan terkejut mendengar jawaban Felicia yang bahkan berubah menjadi semakin lirih seakan syarat akan kesedihan.
'Jadi itu alasannya,' batin Morgan.
Ternyata Felicia membutuhkan banyak uang untuk membantu ibunya yang sedang sakit parah. Morgan jadi berpikir bahwa itu sebabnya Felicia berada di rumah sakit dan sangat memperjuangkan ibunya.
"Saya hanya ingin melihat ibu saya agar cepat sembuh, dan hanya anda yang bisa membantu saya, Tuan," ucap Felicia jujur
Morgan menyadari bahwa dia telah salah paham terhadap Felicia, menganggap Felicia cewek matre dan hanya menyukai harta saja.
__ADS_1
"Tenang saja tuan Morgan, saya tidak akan memanfaatkan anda, selain nama Nyonya CEO, saya tidak ingin hal lainnya lagi dan saya tidak akan memanfaatkan uang anda selain yang 1 miliar itu, saya masih dapat menghidupi diri saya sendiri. Jadi anda tidak perlu cemas kalau saya hanya akan menguras harta anda, tenang, saya masih sanggup bekerja dan gaji saya masih cukup untuk membiayai saya dan ibu." Jelas Felicia panjang lebar.
"Ck, benarkah? Aku tidak percaya kalau kamu bukan wanita matre, wanita yang mengingkari ucapannya sendiri, kamu pasti berubah pikiran karena sudah tahu kalau sebenarnya saya siapa? Seorang CEO dari perusahaan Sky Alvares Group. Jadi sebaiknya kamu buktikan ucapan mu itu dan bisa menepati apa yang kamu katakan." Jawab Morgan mengejek.
Tentu saja Morgan tidak percaya begitu saja terhadap Felicia.
"Apa yang baru saja anda katakan tuan?! Kalau saja saya tidak terpaksa, tentu saja saya tidak akan pernah mau menerima tawaran anda untuk menikah, enak saja ya, anda anggap saya wanita apa? Anda itu sudah tua dan jelek, saya sama sekali tidak tertarik pada anda!" Seru Felicia marah.
Kemudian Felicia menutup teleponnya sepihak, dia benar-benar tidak terima kalau di katakan sebagai wanita murahan dan hanya memanfaatkan kekayaan Morgan.
Di seberang telepon, Morgan juga sangat geram ketika Felicia memarahinya, terutama karena dibilang sudah tua dan jelek.
"Dasar wanita tidak tahu di untung. Untung saja cantik, kalau tidak aku pasti tidak sudi untuk membantunya." Gerutu Morgan.
Meski marah, dia tetap membantu Felicia menyelesaikan masalahnya. Morgan menelepon orang kepercayaannya.
"Halo, aku ingin kepala rumah sakit F.A hospital di ganti sekarang juga."
"Dan juga ada hal lain lagi yang harus segera kamu lakukan."
Terlihat Morgan memerintahkan seseorang untuk memenuhi permintaan Felicia.
"Ya, kamu harus segera melakukan hal itu secepatnya." Morgan mengakhiri panggilannya.
Bagi seorang Morgan Alvares, hal seperti itu hanya tinggal menjentikkan jari pasti semuanya sudah langsung beres. Putra tunggal dari Aland Fernando dan Regina Alvares ini memang memiliki kemampuan luar biasa. Dia pria yang tegas dan sangat disiplin dalam masalah pekerjaan, semua orang langsung tunduk terhadap Morgan setiap pria itu memberi perintah. Ya, Morgan mewarisi kekayaan Alvares dan hampir keseluruhan kekayaan dari keluarga Fernando termasuk perusahaan Sky Grup yang tidak akan bisa habis sampai keturunan ke berapapun.
Sky Alvares Group adalah dua gabungan perusahaan besar dari kakek buyut Morgan yang bernama Danish Alvares dan kakek Darren Fernando. Kemudian di turunkan kepada putranya sehingga membentuk sebuah perusahaan yang kuat dan berjaya. Papa dari Morgan yaitu Aland Fernando juga merupakan sosok yang sangat berpengaruh besar dalam mengembangkan perusahaan dari Daddy-nya atau kakek Morgan yaitu Sky Grup sehingga mempunyai banyak cabang di seluruh dunia.
Kejayaan dan kesuksesan Sky Alvares Group saat ini juga tak lepas dari pengaruh para orang tua dan juga Morgan sendiri. Dan sekarang Morgan menjadi satu-satunya CEO Sky Alvares Group utama.
Di rumah sakit.
__ADS_1
Felicia merasa terkejut setelah melihat ada beberapa orang yang masuk ke dalam kamar rawat ibunya.
"Nona, mari ikut kami," seorang pria berpakaian serba formal dengan jas putih membawanya ke sebuah ruangan yang begitu besar dan luas.
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Felicia dan ibunya diundang masuk oleh sekelompok dokter. Tentu saja hal itu membuat Felicia sangat terkejut. Mereka juga memberikan kamar yang sangat mewah melebihi pemikiran dari Felicia sendiri.
Hal ini membuat Felicia terharu sekaligus tidak bisa memungkiri bahwa Fernando Alvares benar-benar punya kuasa yang kuat.
'Aku harus mengucapkannya beribu-ribu terima kasih kepada pria hebat itu, tidak masalah dengan mulutnya yang pedas seperti sambal, tapi dia telah membuktikan kuasanya dengan memberikan apa yang aku minta,'
"Selamat siang Nona, saya adalah wakil kepala rumah sakit sekaligus merangkap sebagai dokter bedah, di sini kami akan membantu ibu Nona, dan akan segera mencari ginjal yang cocok untuk ibu anda. Selain itu saya sendiri yang akan melakukan operasi transplantasi," ucap wakil kepala rumah sakit itu membuat Felicia langsung menitikkan air mata.
"Apakah dokter di perintahkan oleh seseorang?" tanya Felicia hati-hati.
"Iya, Nyonya, kami di perintahkan oleh Tuan Fernando Alvares untuk memberikan pelayanan yang spesial dan mencarikan pendonor ginjal yang cocok untuk Ibu anda," jawab dokter yang terlihat tidak terlalu tua itu.
"Terima kasih, dokter," ucap Felicia menghapus air mata yang sudah meleleh di pipi mulusnya.
"Itu sudah tugas kami, Nona, kalau kami tidak melakukan hal yang baik untuk anda, bisa-bisa pekerjaan kami yang akan menjadi taruhan," ucap dokter itu sedikit bercanda.
"Tapi saya tetap harus mengucapkan terima kasih,"
"Silakan anda mengucapkan terima kasih kepada Tuan Fernando Alvares, Nona, sepertinya anda adalah wanita spesial untuknya?" Felicia hanya tersenyum sebagai jawaban.
Dia masih tidak menyangka kalau Morgan melakukan hal seperti ini juga untuk dirinya.
"Terima kasih, dokter." Jawab Felicia menahan air matanya.
Bersambung.
Tuh kan, babang Morgan baik kok
__ADS_1