
Happy Reading 😊
Felicia mendekat ke arah Alice dan Veronica, sudah cukup selama ini mereka memandang rendah harga dirinya dan juga ibunya. Kali ini Felicia akan membungkam mulut kedua wanita itu.
Meskipun tanpa mendatangkan Morgan, dia yakin pasti bisa menghadapi ibu dan anak yang sama-sama tidak mempunyai perasaan.
"Ibu, bukankah ibu Alice sudah pernah bertemu dengan calon suamiku? Apa ibu tidak cerita pada kakakku ini siapa calon suamiku?" tanya Felicia berpura-pura polos.
Alice terkejut dengan sikap Felicia yang tidak terpancing itu. Biasanya dia akan berteriak tidak terima kalau harga dirinya di injak-injak.
"Aku bukan Ibumu, dan tidak penting juga mengetahui siapa calon suamimu itu!" ucap Alice membuat Felicia tertawa lirih.
"Loh, bukankah tadi kalian bertanya? Apa Ibu sudah lupa siapa calon suamiku? apa Veronica begitu tertarik ingin tahu?" Veronica yang melihat ibunya hanya diam merasa geram.
Sebenarnya Alice memang tidak bercerita tentang siapa calon suami dari Felicia, waktu itu Alice hanya keceplosan dan tidak sengaja menyebutkan bahwa Felicia sudah mempunyai calon suami.
"Hei, anak haram! jangan terlalu percaya diri, ya? kami hanya ingin tahu siapa calon suami dari wanita jelek seperti mu? apa masih ada yang mau denganmu kalau tahu kamu hanyalah anak yang terlahir dari hubungan gelap! kami tidak tertarik sama sekali siapa calon suamimu itu!" lirih Veronica.
Felicia menatap Veronica dan tersenyum manis. "Lalu mengapa kamu mencari calon suamiku? aku tidak membawanya karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya, aku bahkan belum melihat calon tunangan mu, padahal semua orang sudah berkumpul, bukankah seharusnya acaranya sudah di mulai?" tanya Felicia.
Veronica dan Alice saling memandang, benar juga, kenapa Alexander belum datang, padahal acaranya sebentar lagi akan di mulai.
Seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah turun dari lantai atas dengan penampilan yang menawan, menggunakan pakaian yang sangat mewah dan mahal, terlihat rapi dan berkelas. Alice tersenyum menatap suaminya yang sedang berjalan menghampirinya.
"Sayang, sebentar lagi acaranya di mulai, apakah Alexander sudah ke sini?" Tanya Alice pada suaminya.
__ADS_1
"Alexander sedang dalam perjalanan kemari, sebentar lagi pasti dia akan datang. Kalian tenang saja, acaranya pasti akan berlangsung dengan meriah, aku juga sudah mengundang berapa kolega bisnisku," jawab Brandon Bellerick yang tidak lain adalah ayah kandung dari Felicia dan juga Veronica.
Tiba-tiba suasana menjadi sangat riuh membuat ke empat orang itu menoleh ke arah pintu. Di mana semua orang sedang menatap seorang pria, putra dari Aland dan Regina yang tidak lain adalah Morgan Fernando Alvares.
Deg!
"Morgan," gumam Felicia terkejut melihat kehadiran Morgan di tempat tersebut.
Masih terdengar suara riuh menyambut kedatangan Morgan yang memang sangat terkenal itu, siapa yang tidak mengenal dengan CEO Sky Alvares Group yang terkenal sangat tampan dan dingin.
"Itu tuan Alvares, tampan sekali!"
"Wah, tuan Alvares datang! aku sangat beruntung bisa melihatnya langsung!"
"Tuan Alvares, aku mau melahirkan anak darimu!" seru beberapa orang wanita yang terlihat masih muda.
Terdengar lontaran pujian dari para tamu undangan yang menatap kagum sosok Morgan yang lebih mereka kenal dengan nama Fernando Alvares, nama marga dari keluarga besarnya.
Veronica tersenyum senang akan kedatangan pria yang sangat berpengaruh di kotanya itu.
"Ibu, tuan Fernando Alvares datang ke acara pertunangan ku, ini sungguh hal yang luar biasa, aku tahu kalau Alex adalah sahabat baik tuan Alvares," ucap Veronica menyombongkan dirinya.
Alice hanya dia dengan wajah yang memucat saat melihat wajah pria yang sangat familiar di otaknya.
"Selamat malam tuan Alvares, terima kasih atas waktunya sudah mau menghadiri acara pertunangan putri saya," ucap Brandon menyalami Morgan.
__ADS_1
Kedua pria beda generasi itu sedang asyik berbincang dan terlihat Veronica mendekati Morgan berniat untuk cari perhatian.
Sedangkan Felicia yang melihat hal itu hanya melongo tidak percaya saat dengan begitu mudahnya Veronica terang-terangan mendekat ke sisi Morgan bahkan tatapan nya sangat menggoda.
'Cih, dasar Veronica! Apa dia tidak ingat bahwa malam ini adalah acara pertunangannya, tapi masih asyik menggoda pria lain!' batin Felicia.
Morgan masih belum menyadari keberadaan Felicia di tempat itu, pada saat Veronica memberikan segelas wine untuk menyambut Morgan, tiba-tiba matanya menatap seseorang yang sangat ia kenal.
Felicia nampak asik menikmati jus jeruk yang diambil tadi.
"Tuan Alvares, saya membawakan wine untuk anda, mari bersulang tuan?" ucap Veronica tersenyum.
Bukannya mengambil gelas di tangan Veronica, Morgan malah berjalan melewati Veronica yang membuat wanita itu sangat terkejut dengan sikap Morgan yang malah memilih mendatangi Felicia yang tidak jauh dari mereka.
"Feli, ternyata kamu datang ke pesta ini?" tanya Morgan pada Felicia yang hanya mendapatkan anggukan saja.
Felicia masih merasa kesal karena Morgan didekati oleh Veronica.
"Kenapa tidak menjawab?" tanya Morgan kembali.
"Kenapa kamu bisa kenal dengan Veronica?? Aku tidak suka ya kalau calon suamiku dekat dengan wanita lain ataupun digoda oleh wanita yang sudah memiliki calon suami!" ucap Felicia.
Morgan tersenyum mendengar ucapan Felicia. "Kalau begitu calon istriku saja yang menggodaku, aku pasti akan lebih senang," ucap Morgan sedikit lantang sambil menarik pinggang Felicia membuat semua orang yang berada di sana merasa sangat terkejut.
Bersambung.
__ADS_1
😷😷😷 maaf blm bisa crazy up 🙏🙏