Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Bertemu Felix


__ADS_3

Happy Reading


Felicia menatap mata Morgan dalam, apakah pria ini bisa di percaya?


"Bagaimana sayang, apakah kamu bersedia menemui keluarga besar ku, aku akan meminta izin pada ibu. pasti ibu akan langsung mengizinkan," Felicia mencubit lengan Morgan sedikit keras.


"Kenapa sekarang mulutmu jadi manis sekali, sayang_sayang, aku tidak terbiasa di panggil seperti itu!" ucap Felicia mengerucutkan bibirnya.


'Oh, jangan melakukan itu, nanti aku tidak akan tahan untuk tidak mencium mu kembali,' batin Morgan gemas.


Felicia memang miliki bibir yang seksi dan pink alami.


"Anggap saja kita sedang latihan, bukankah kita sebentar lagi akan menikah, lagian aku juga mengatakan pada orang tuaku bahwa kita menikah karena saling mencintai," ucap Morgan.


"Baiklah, tapi jangan nanti malam, aku tidak bisa karena aku harus bekerja. Bagaimana kalau sore ini, sebelum petang," ucap Felicia.


"Baiklah aku akan mengaturnya, sekarang bersiaplah, aku akan mengantarkan mu ke rumah sakit sekalian meminta izin pada ibu," Felicia mengangguk kemudian mengambil tasnya di dalam kamar.


Setelah mengunci pintu depan rumahnya, Felicia berjalan lebih dulu dari Morgan. Entah kenapa Morgan mau susah payah menemuinya di rumah yang harus melewati gang sempit itu, Felicia akan menanyakannya nanti.


"Sebenarnya kamu tidak seperti yang di pikirkan oleh orang-orang, ternyata setelah mengenalmu kamu orangnya tidak seangkuh yang mereka kira," ucap Felicia di tengah perjalanan mereka.


"Aku bisa bersikap seperti ini hanya dengan orang yang dekat denganku," Felicia melirik Morgan sekilas.


"Apakah aku termasuk orang terdekatmu?" Morgan menoleh.


"Tentu saja, kamu kan calon istriku, bahkan bukan hanya dekat, tapi sebentar lagi kita akan segera menyatu," jawab Morgan enteng, membuat Felicia merasa ada yang aneh di hatinya setelah mendengar ucapan Morgan.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan seorang wanita di masa lalu Morgan? siapa dia dan kenapa aku jadi semakin penasaran!


Sebenarnya Felicia sangat ingin tahu siapa wanita itu, tapi bukankah Morgan sudah memperingatkan padanya bahwa dia tidak boleh mencampuri urusan pribadinya. Felicia menghela napas, apakah dia sedang cemburu.


'Tidak, tidak, tidak, aku tidak mungkin cemburu karena aku tidak mencintainya'


Morgan menoleh ke arah Felicia yang terlihat menggelengkan kepalanya. "Kamu kenapa geleng-geleng seperti itu?" tanya Morgan.


"Ah, tidak apa-apa,"


###


Felicia menatap kagum ke arah bangunan yang begitu mewah di hadapannya saat ini. Bangunan besar yang mempunyai dua pilar yang menjulang tinggi dan juga dengan sebuah taman yang sangat luas, di tengahnya ada sebuah air mancur dengan ornamen patung seorang putri yang membawa sebuah panah, dan dari panah itu keluarlah air yang mengalir ke atas kemudian meluncur ke bawah.


Felicia masih berada di dalam mobil bersama Morgan dan belum keluar, wanita itu berasa belum siap kalau harus bertemu dengan keluarga Morgan yang tentunya bukan orang biasa.


"Tidak perlu gugup, keluargaku semuanya adalah orang-orang baik, apalagi Mamaku, dia pasti akan sangat menyukaimu," ucap Morgan.


Felicia menoleh dan menatap Morgan dari arah samping, Morgan terlihat sangat tampan, dengan bulu tipis yang tumbuh di area rahangnya, bibirnya yang tipis namun sangat mempesona, hidungnya yang mancung dan alis yang tebal, benar-benar mahkluk Tuhan yang sempurna.


"Baiklah, aku siap!" ucap Felicia.


"Ayo masuk, ini kediaman kakek Edward dan juga Pamanku Felix, kakek Edward adalah Tetua di keluarga kami sekarang, karena kakek kandungku yang bernama kakek Darren dan Nenek Candy meninggal dunia 22 tahun yang lalu, karena kecelakaan pesawat. Saat itu usiaku masih Empat tahun. Sehingga seluruh warisan kakek Darren di wariskan pada Papaku dan Bibiku Evelyn, tapi adik dari kakek Darren kembali lagi dengan membawa seorang anak kecil seusiaku, kakek Edward mengatakan bahwa itu adalah putranya. Selain itu juga kembalinya kakek Edward karena dia sebenarnya menginginkan harta peninggalan kakek Darren yang pernah di ambil alih sebelum kakek Edward pergi ke Eropa. Kakek Edward memang masih memiliki 20% saham dari keluarga Fernando," ucap Morgan panjang lebar.


Felicia mengangguk seolah paham, padahal dia tidak mengenal siapa mereka yang disebutkan oleh Morgan, yang pasti mereka adalah orang-orang besar yang sangat berpengaruh di kota ini.


Felicia dan Morgan masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh beberapa orang berseragam hitam berjejer di kanan dan kiri, mereka memberi hormat kepada Morgan dan Felicia.

__ADS_1


"Selamat datang cucuku!" seru sebuah suara, dari seorang pria paruh baya yang Felicia yakini itu adalah kakek Edward.


"Kakek, aku membawa calon istriku kemari, namanya Felicia Bellerick," ucap Morgan.


"Selamat sore kakek," Felicia membungkukkan badannya.


"Kemarilah, nak,, apakah itu adalah sapaan salam mu pada kakek?" Felicia menurut pada kakek Edward dan memeluknya.


"Kamu sangat cantik dan sopan, ternyata Morgan sudah selangkah maju di depan Felix, anak itu memang tidak bisa mencari calon istri, dia selalu membawa wanita-wanita liar yang sangat memalukan!"


"Papa, jangan mengatai ku di depan keponakanku ini, padahal aku bisa membawa ratu kecantikan sejagad kalau aku mau," ucap Felix yang datang dari arah tangga dan turun untuk menyapa keponakannya atau bisa di sebut rivalnya.


Morgan mendekatkan wajahnya dan berbisik pada Felicia. "Dia adalah Pamanku, suka bergonta ganti wanita, dan suka mengajak wanita bermain di toilet karena menurutnya itu adalah sebuah keseruan tersendiri," Felicia melotot sambil mulutnya menganga lebar.


Diapun menatap intens pria yang berjalan ke arahnya itu, benar saja, wajah Felix dan Morgan memang terlihat mirip, hampir seperti kakak beradik, tetapi kulit Morgan terlihat lebih putih di banding dengan Felix yang memilki kulit sedikit gelap eksotis.


Felix memiringkan kepalanya sambil menatap Felicia yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangan darinya. "Hai, nona,, namaku Felix? apakah kamu terpesona dengan ku?" Felicia tersadar dan langsung menetralkan wajahnya.


"Maaf Tuan, saya tidak tertarik dengan anda, karena saya adalah calon istrinya Morgan," jawab Felicia sedikit jijik setelah melihat Felix dan mengetahui kelakuan buruknya.


"Hahahaha, ternyata kamu calon istri keponakanku? Morgan, sepertinya kamu tidak pandai memilih wanita!" Morgan langsung menatap tajam Felix.


"Calon istriku adalah wanita luar biasa dan kamu tidak akan bisa menemukan wanita seperti Felicia di dunia ini, bahkan ratu kecantikan dunia tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Felicia," ucap Morgan.


Felicia menatap Morgan dan Felix yang terlihat bersitegang, tiba-tiba kepalanya terasa begitu pusing dan pandangannya menggelap.


Bersambung

__ADS_1


Mohon terus dukungannya ya akak2 semuanya


__ADS_2