Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Masakan Felicia


__ADS_3

Happy Reading 😊


Mata Morgan masih tidak bisa lepas dari pandangannya terhadap Felicia. Gadis itu telah membuka kotak bekal itu. Morgan bisa mencium aroma wangi yang keluar dari kotak bekal makanan yang di bawa oleh Felicia.


"Mari tuan, silahkan," ucap Felicia.


Morgan berdiri dan berjalan ke arah sofa dan duduk di sana, berhadapan dengan Felicia. Matanya bisa melihat beberapa makanan yang terlihat sangat menggugah selera, apalagi hanya dengan mencium aromanya saja, Morgan tahu kalau rasanya pasti sangat lezat.


'Ternyata gadis ini bisa memasak juga,' batin Morgan.


"Apakah ini semua kamu yang masak?" tanya Morgan.


"Iya, tentu saja saya yang masak, tuan," jawab Felicia kesal.


Menatap calon suami yang hanya menatap makanan yang dia bawa itu. "Apakah anda ingin saya ambilkan, tuan?"


"Tidak, sepertinya aku tidak berselera dengan menu masakan mu," jawab Morgan bohong.


Dia hanya ingin melihat reaksi Felicia saat ia mengucapkan hal itu.


"Oh, lalu bagaimana anda akan makan siang?" tanya Felicia polos.


"Aku akan menyuruh asisten ku untuk membawakan makanan ke sini," jawab Morgan.


"Oh, baiklah,," Felicia manggut-manggut.


'Dasar bodoh, kenapa ekspresinya malah seperti itu, kenapa dia tidak memaksa ku untuk makan masakannya,' batin Morgan.


Akhirnya Morgan menghubungi Jimmy dan menyuruh sekretaris nya itu untuk membawakan makan siang dengan menu yang paling mahal di restoran paling mewah di kota itu.


"Tidak lebih dari lima belas menit, kamu harus sudah ke sini membawakan makanan yang aku inginkan!"


"Baik, tuan!" jawab Jimmy.


Kemudian sekretaris itu pergi keluar dari ruangan Morgan.

__ADS_1


Kembali menatap Felicia yang saat ini sibuk menatap ponselnya dengan dahi mengkerut.


'Siapa yang di hubungi oleh gadis itu?' batin Morgan penasaran.


Felicia sebenarnya sedang berbalas pesan dengan ibunya. Dia merasa sudah tidak betah harus berada di ruangan Morgan.


'Kamu harus membiasakan diri, nak, diakan calon suami mu!'


'Tapi Bu, percuma saja, bahkan dia tidak mau menyentuh makanan dariku!'


'Kenapa? Apa karena sudah dingin? Aku akan ke sana sekarang, menyuruh Morgan menghabiskan makanan mu!'


Felicia terkejut saat ibunya hendak datang ke kantor Morgan.


'Tidak perlu, bu!'


"Sedang apa kau?" seru Morgan menatap Felicia dengan tatapan tajam.


"Saya tidak sedang apa-apa, saya sudah lapar, kalau anda tidak mau makan bekal yang saya bawa, lebih baik saya pergi dari sini," Felicia membereskan kotak makanan itu.


Gadis itu hanya menghela napas dalam-dalam, sungguh rasanya dia ingin segera kabur dari tempat ini.


Beberapa saat kemudian, Jimmy datang sambil membawa makanan yang di inginkan oleh bos nya, bersama salah satu pegawai nya yang membawa beberapa peralatan untuk makan.


"Aku ingin di layani oleh calon istriku, James, dan aku tidak ingin ada orang lain yang ada di ruangan ku selagi aku bersama Felicia," ucap Morgan melihat karyawan wanita yang sedari tadi curi pandang ke arahnya dengan tatapan jengah.


"Baik, tuan!" jawab Jimmy menunduk.


Kemudian dia mengajak karyawan itu keluar dari dalam ruangan Morgan, Jimmy hampir saja lupa kalau atasannya itu sangat tidak suka ada orang asing yang masuk ke dalam ruangan nya.


"Aku kan hanya ingin membantu Nona Felicia agar mereka di layani oleh Sinta," gumam Jimmy.


"Apakah tadi itu calon istrinya tuan Morgan?" tanya karyawan yang tadi di suruh Jimmy untuk membantunya melayani atasannya itu.


"Hemm," jawab Morgan.

__ADS_1


"Dia sangat cantik, sepertinya melihat dari penampilannya, dia bukan dari kalangan orang biasa,"


"Apakah kau ingin di pecat gara-gara tidak bisa mengontrol mulutmu untuk berhenti berbicara!" ucap Jimmy membuat wanita yang bernama Sinta itu langsung diam seketika.


Sedangkan di dalam ruangan Morgan.


Felicia sudah menyendok kan masakan nya sendiri ke dalam mulutnya beberapa kali, membuat Morgan hanya bisa menelan ludahnya.


Morgan tahu kalau masakan yang di masak Felicia itu pasti sangat enak, padahal tadi dia sudah menyuruh Jimmy membawakan makanan paling lezat dan mahal di kota itu untuk membuat Felicia tergiur. Bukankah biasanya wanita-wanita itu sangat senang kalau di belikan makanan mewah, tapi nyatanya Felicia tidak tergugah sama sekali.


"Kenapa tidak di makan, tuan?" tanya Felicia baru saja memasukkan sendok ke mulutnya.


'Cih, bahkan dia tidak melirik makanan mewah di atas meja ini,' batin Morgan kesal sendiri.


"Sepertinya aku harus menghargai ibumu, pasti dia akan marah kalau calon menantunya ini tidak memakan masakan yang telah di masak oleh putrinya susah payah," ucap Morgan membuat Felicia mengerutkan keningnya.


"Aku tidak ingin kamu nanti mengadu pada ibumu, dan pasti dia akan kecewa kalau aku tidak menghargai niat kedatangan mu ke sini," Morgan mengambil makanan Felicia dan langsung saja menyendok kan makanan buatan gadis itu.


"Eh, tuan, jangan!"


"Kenapa? apa kamu berniat mengadukan ke ibumu lagi, tapi aku sudah makan masakan mu, bukan?" Morgan memasukan makanan itu lagi dengan wajah berbinar, ternyata memang masakan Felicia sangat lezat, benar-benar sesuai ekspektasi.


"Tidak, tuan, maksud saya, kenapa anda memakai bekas sendok yang saya pakai," ucap Felicia.


Morgan menghentikan makannya. Dia pun tersenyum menyeringai. "Bukankah hal seperti ini sangat romantis?"


Bersambung.


Hai akak reader semuanya 🥰🥰🥰


Ada kabar baik....


Mulai hari ini dan seterusnya, novel khilaf Terindah akan rutin update setiap hari 🎉🎉🎉


Jadi jangan lupa dukung terus othor ya, makin kesini makin seru pokoknya, ini sudah bukan alur misi lagi ya karena nanti alurnya mau othor buat sendiri, jadi gak akan di katakan plagiat, ini karya othor original 😁

__ADS_1


Mana bunga kopi dan votenya 😁😁


__ADS_2