Khilaf Terindah

Khilaf Terindah
Berdebar


__ADS_3

Happy Reading 😊


"Baiklah, Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Felicia.


Kemudian dia berbalik dan melangkah ke arah pintu keluar. Masih menahan rasa kecewa karena Morgan tidak bisa ikut dengannya.


'Ada apa dengan diriku? kenapa melihat penolakannya membuatku merasa sakit hati dan kecewa?'


Felicia meraba dadanya yang terasa sedikit sesak. Tangannya mengepal di depan dada, memberinya semangat untuk tidak takluk oleh pesona Morgan.


'Baiklah Tuan CEO yang dingin dan Arogan, aku tidak akan mengandalkan mu lagi, aku akan menghadapi semuanya sendiri, akan ku buktikan bahwa aku kuat meski tanpa dirimu,' batin Felicia menyemangati dirinya.


Saat sudah mencapai pintu keluar, Felicia terkejut ketika tiba-tiba tangannya di tarik dari belakang, dan tentu saja dia reflek berbalik.


Entah karena saking kuatnya tarikan itu atau memang Felicia yang tidak siap sehingga tubuhnya menabrak sebuah dada bidang milik seorang CEO angkuh yang tidak lain adalah Morgan.


Tinggi Felicia yang hanya sebatas bahu Morgan, membuat gadis itu seakan tenggelam di dadanya.


Ada sebuah rasa yang berdesir sampai menuju pusat inti Felicia ketika dia menghirup aroma yang dulu pernah melekat dengan dirinya.


Sedangkan Morgan sendiri merasakan perasaan yang aneh, wangi tubuh Felicia benar-benar memancing hasratnya kembali.


Bahkan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Kenapa dia bisa segugup ini berhadapan dengan Felicia.


'Sial! Kenapa jantung ini tidak bisa lihat situasi! Jangan sampai Felicia mendengarnya.' Batin Morgan


Felicia mendongak dan menarik tubuhnya dari dada Morgan. Apalagi saat dirinya mendengar suara detak jantung pria itu yang membuatnya bertanya-tanya.


"Maaf, Tuan!"


"Aku minta maaf?" seru keduanya bersamaan.


Felicia merasa sedikit terkejut mendengar ucapan maaf dari Morgan yang terlihat tulus seperti ini


"Sebenarnya aku hanya ingin memberikan ini untukmu," ucap Morgan memberikan sebuah gold cart pada Felicia.


"Apa ini, Tuan?" tanya Felicia. Dahinya mengernyit heran melihat sebuah kartu yang hanya orang-orang kaya yang memilikinya.


"Itu adalah milikmu sekarang, di dalam kartu itu ada nominal 1 miliar, uang yang telah aku janjikan untukmu," jawab Morgan.

__ADS_1


Felicia melotot sempurna. "Terima kasih, tuan Morgan," ucap Felicia senang.


Akhirnya Morgan menepati janjinya waktu itu. Morgan menatap wajah cantik Felicia yang tidak pernah bosan untuk di pandang. Lagi-lagi jantungnya berdebar-debar kembali.


'Sepertinya jantungku sedang bermasalah, tapi aku memiliki riwayat jantung yang sehat, entah kenapa kalau berhadapan dengan wanita ini jantung ku bermasalah!' batin Morgan.


"Eghem!" Morgan berdehem untuk mengendalikan dirinya.


"Sepertinya kamu tidak perlu bersikap formal lagi padaku, bukankah sebentar lagi kita akan menikah? dan mulai sekarang panggil saja aku Morgan," ucap pria itu.


Felicia menatap Morgan tidak percaya, ucapan Morgan mengingat tentang pernikahan membuat jantungnya berasa akan copot.


Sepertinya kedua orang itu sedang senam jantung sekarang. Sama-sama memiliki gengsi yang tinggi untuk menutupi harga diri masing-masing.


"Bagaimana menurutmu, Feli?" Felicia mengerjab ketika Morgan mendekatkan wajahnya.


"Ah, iya tuan, maksudku Morgan, terima kasih," Morgan benar-benar merasa gemas dengan tingkah imut wanita yang akan menjadi isterinya itu.


Cup!


Sebuah kecupan singkat di bibir Felicia membuat si empunya menegang di tempat.


Kali ini Morgan menarik tengkuk Felicia dan memberi ciuman sedikit panjang.


Sungguh aneh tapi nyata, Felicia kali ini tidak berontak ataupun menolak, pesona Morgan memang luar biasa, meskipun ciuman itu hanya sebatas saling menautkan bibir, tapi Morgan tahu kalau Felicia sama sekali belum berpengalaman.


"Aku akan mengajarimu berciuman nanti kalau kita sudah menikah," bisik Morgan membuat Felicia sadar sepenuhnya.


"Aku, aku permisi dulu!" Felicia membalikan badannya dengan wajah yang bersemu merah.


Morgan menatap Felicia yang terlihat begitu gugup, dan itu membuatnya bahagia.


'Ya Tuhan, kenapa aku tadi hanya diam saja, dasar tuan mesum!! Seharusnya aku tendang anunya, kan!!' batin Felicia berontak.


###


Keesokan harinya.


Felicia menatap pantulan dirinya di depan cermin. Setelah selesai berdandan natural dan memakai gaun malam yang di belikan ibunya, wanita itu siap menginjakkan kakinya kembali di rumah yang tidak pernah menerima kehadirannya.

__ADS_1


"Bu, Feli pergi dulu,"


"Hati-hati ya, nak. Maaf Ibu tidak bisa menemanimu," ucap Jane.


"Tidak apa-apa, Bu, Feli sudah memesan taksi dan taksinya sudah menunggu di luar rumah sakit," ucap Felicia.


Akhirnya Felicia berangkat ke acara pertunangan kakak tirinya sendiri.


Setelah beberapa saat, Felicia berhenti di sebuah rumah mewah, yang tidak lain adalah rumah Ayah kandungnya sendiri.


Sudah banyak orang yang datang. Pesta pertunangan Veronika memang mengundang banyak orang-orang dari kalangan atas.


Felicia masuk dengan gaya yang anggun, dengan langkah kaki gemulai gadis itu melangkah masuk ke dalam, semua orang yang melihat nya langsung terpesona dengan kecantikan Felicia, banyak yang berbisik dan saling bertanya, siapa wanita itu.


"Wah, anak haram akhirnya datang juga, ya? Aku kira kamu tidak akan pernah berani muncul di sini!" ucap Alice yang melihat Felicia berjalan ke arahnya.


"Mungkin dia akan mempermalukan dirinya," jawab Veronica tersenyum sinis.


Felicia harus bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing karena itu akan mempermalukan dirinya.


"Mana calon suami mu, kenapa dia tidak datang bersamamu? Apa dia hanya calon suami yang kamu bayar?" tanya Alice mengejek.


"Lihatlah, bagaimana aku bisa mendapatkan pria kaya, tampan dan mapan, dan juga tidak dengan cara menggoda seperti yang kamu lakukan itu, Felicia." Ucap Veronica sombong.


'Heh, tidak tahu saja calon tunangannya seperti apa!' batin Felicia.


Terdengar suara tawa dari mulut Alice dan Veronica seakan mengejek dirinya.


Felicia mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia mencabik dan merobek mulut kedua orang itu.


Tapi nyatanya dia juga tidak bisa membawa Morgan ke hadapan mereka.


'Tuan Morgan, kenapa kamu mempersulit ku!'


Bersambung.


Hai akak reader semuanya 😊😊


mana nih dukungan nya untuk othor 🥺

__ADS_1


__ADS_2