
Hamiz kembali keluar dari dalam mobilnya. Ia menatap gadis yang kini menatapinya dengan tatapan sendu.
" Kyra... "
Kyra segera menabrakkan dirinya ke dada Hamiz, kemudian memukul dada bidang pria itu dengan kepalan tangannya.
" Om jahat... Kenapa Om tinggalin Kyra ? Kyra gak akan nyerah gitu aja meskipun Om ceritain seribu keburukan Om... " ucap Kyra sambil terisak di dada Hamiz.
Hamiz yang merasa terkejut, akhirnya memeluk gadis cantik itu.
" Kyra gak peduli masa lalu Om... Lagi pula itu hanya masa lalu. Bagi Kyra, Om itu masa depan Kyra " ucap Kyra lagi.
Hamiz melepaskan pelukannya lalu menatap gadis cantik yang masih terisak itu. Hamiz menghapus sisa air mata di pipi Kyra.
" Kamu yakin dengan ucapan kamu itu ?" tanya Hamiz menyelidik.
Gadis cantik itu mengangguk, kemudian menatap Hamiz dengan lekat.
" Kalau Om gak suka sama Kyra, gak usah ngarang cerita buruk tentang Om sendiri hanya untuk membuat Kyra menjauhi Om " ucap Kyra.
" Aku tidak pernah mengarang cerita. Semua yang ku ceritakan adalah kebenaran. Aku tak ingin menjalani hubungan dalam bayangan masa lalu. Bagiku pasanganku harus bisa menerima semua hal pada diriku termasuk masa lalu " sahut Hamiz.
" Untuk apa aku mengarang cerita yang mengumbar aibku sendiri. Aku bahkan sudah merelakan jika harus hidup tanpa pendamping. Mungkin inilah balasan atas perbuatanku dulu " tambah Hamiz seraya menatap Kyra kemudian merapikan helaian rambut Kyra.
Kyra menatap lelaki yang tengah menyematkan helaian rambutnya.
" Kyra... Mau terima Om doteng. Kyra gak peduli masa lalu Om seperti apa. Kyra yakin Om sudah berubah. Setidaknya biarkan Kyra masuk ke dalam hati Om. Mungkin bagi Om, Kyra hanya bocah kemarin sore. Tapi yakinlah, Kyra memiliki cinta yang begitu besar untuk Om " ucap Kyra penuh keyakinan.
Hamiz tak bisa berkata apapun, ia begitu terharu dengan keteguhan hati Kyra. Ia tak menyangka Kyra bisa menerimanya beserta segala keburukan masa lalunya. Gadis belia yang lebih pantas menjadi putrinya itu justru berbesar hati menerimanya.
Tuhan ? Apakah ini saatnya aku merengkuh kebahagiaanku ? Apakah dia yang kau kirimkan untuk menemani hari-hari sepi ku ?
__ADS_1
" Om... Jadi Om mau kan menerima Kyra ? " tanya Kyra membuyarkan lamunan Hamiz.
" Tidak... " jawab Hamiz singkat.
Kyra melebarkan matanya, nyatanya pria di hadapannya ini masih saja tidak menerimanya. Padahal Kyra tidak mempermasalahkan masa lalunya.
" Kenapa Om ? Kenapa Om gak bisa terima ? " lirih Kyra dengan air mata yang kembali menggenangi pelupuk matanya.
Hamiz merangkul Kyra, membawanya ke dalam pelukan hangatnya.
" Bukan aku yang harus menerima kamu. Tapi apakah kamu mau menerima aku ? Menerima kelebihan dan kekuranganku ? Menjadikanku pengisi hatimu ? Orang yang paling kamu cintai ?" tanya Hamiz dengan lembut.
Betapa bahagianya Kyra mendengar pengakuan Hamiz. Kyra membalas pelukan Hamiz lalu mengeratkan pelukannya.
" Kyra mau Om... Dengan segenap hati Kyra terima Om. Tolong, jangan pernah tolak Kyra lagi..." ucap Kyra kembali memeluk Hamiz.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Om gak mau masuk dulu ? " tanya Kyra saat Hamiz menghentikan laju mobilnya di depan gerbang sebuah rumah yang nampak luas.
" Lain kali saja, ini sudah malam " jawab Hamiz dengan senyuman yang membuat Kyra meleleh.
" Ya, udah deh Om. Kalau gitu Kyra masuk ya. Hati-hati ya Om doteng ! " ucap Kyra lalu keluar dari mobil Hamiz.
Kyra melambaikan tangannya saat mobil milik Hamiz melaju meninggalkannya. Tangannya memegangi dadanya yang terus berdetak kencang tak beraturan. Sungguh Kyra merasa sangat bahagia saat ini. Senyuman tak surut dari wajah cantik Kyra.
Blug... Kyra menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidur. Ia berguling ke kanan dan ke kiri, merasakan rasa yang membuncah di dalam dadanya. Lantas ia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada sang kekasih hati.
" Selamat tidur Om doteng kesayanganku... Mimpiin Kyra ya... Love you 😘😘 "
Kyra membawa ponselnya ke dalam dada dengan senyum yang terus mengembang. Kyra masih belum percaya atas apa yang terjadi hari ini. Rasanya seperti mimpi, setelah sekian purnama perjuangannya dalam mendapatkan cinta Dokter ganteng pujaan hatinya akhirnya berbuah manis.
__ADS_1
Kyra menatap foto profil Hamiz di aplikasinya, lalu mencium layar ponselnya.
"Sementara cium fotonya dulu deh. Nanti baru cium yang asli " gumam Kyra lantas terkekeh sendiri membayangkan dirinya mencium sang pujaan hati. Kyra mengusek-ngusek wajahnya ke atas bantal kemudian memeluk gulingnya. Hingga akhirnya ia rasa kantuk menyerangnya dan akhirnya tertidur.
Hamiz baru saja sampai di apartemen. Ia merebahkan diri di sofa sambil melihat ponselnya. Ia segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Kyra.
Selamat tidur Om doteng kesayanganku... Mimpiin Kyra ya... Love you 😘😘
Hamiz tersenyum membaca pesan itu. Perasaannya menghangat saat ini. Entah dia waras atau tidak karena sudah meminta seorang gadis belia untuk menjadi kekasihnya.
Hamiz menggerakkan jemarinya mengetik pesan untuk sang kekasih.
Mimpi indah, my sweety girl ❤❤❤
Kemudian ia menekan tombol send. Setelah itu, ia bangkit dari sofa kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Hamiz berbaring di atas ranjangnya sambil melihat ponselnya. Ia menunggu Kyra membalas pesannya. Namun balasan dari Kyra tak pernah datang, bahkan Kyra sama sekali tidak membaca pesannya. Hamiz melihat jam dinding di kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
Mungkin dia sudah tidur
pikir Hamiz.
Ia pun segera meletakkan ponselnya di atas nakas. Hamiz masih menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan Kyra.
Haah... Akhirnya ia harus bertekuk lutut pada Kyra. Mau tidak mau, ia pun mengakui perasaannya pada Kyra. Ia tak mengerti mengapa ia bisa jatuh hati pada gadis itu. Padahal selama ini, ia selalu menutup hatinya. Tetapi gadis belia itu dengan mudahnya membuka hatinya, sedikit demi sedikit masuk dan justru bersemayam di dalam hatinya.
Hamiz kini memikirkan hal lain. Ia ingin segera mempersunting Kyra sebagai istrinya, mengingat usianya yang tak lagi muda. Memiliki kekasih dengan rentang usia yang jauh berbeda tentunya akan menimbulkan pro kontra dan Hamiz menyadari hal itu.
Ia sudah terlanjur masuk ke dalam lingkaran cinta Kyra dan ia tak kuasa untuk keluar dari lingkaran ini. Ia bertekad untuk menjadikan Kyra sebagai pendamping hidupnya. Segala halang rintang akan dihadapinya demi membuktikan keseriusannya. Hamiz juga yakin, jika Kyra akan melakukan hal yang sama untuk mempertahankan cinta mereka.
Sungguh aneh memang. Selama ini Hamiz bisa menahan dirinya untuk tidak jatuh cinta dan terlibat dalam hubungan percintaan. Tapi kini, setelah mengenal Kyra justru ia melibatkan diri.
__ADS_1
Ya, cinta memang tidak bisa diduga kapan akan datang atau pergi. Seperti halnya jodoh, kita tidak akan bisa menduga dan mengetahui siapa yang berjodoh dengan kita. Itu semua sudah takdir Yang Maha Kuasa. Dan Hamiz sudah memasrahkan diri kepada Tuhan atas apa yang terjadi di hidupnya.