
Pertiwi menatap Kyra dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Ia seolah meminta penjelasan putrinya itu mengenai apa yang baru saja ia sampaikan.
" Jelasin sama mami ! " seru Pertiwi.
Kyra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ng... Gimana jelasinnya ya, mi " ucap Kyra sambil senyam senyum sendiri.
" Kyra... " panggil Pertiwi yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan sang anak mengenai pria pujaannya.
" Iya, mi... Iya deh. Kyra sekarang ceritain " sahut Kyra kemudian menghela nafasnya.
Kali ini Pertiwi dan Kyra duduk bersebelahan di atas kasur. Pertiwi sesekali mengelus dan merapikan rambut Kyra.
" Dulu, Kyra ketemu pas lagi hiking mi. Waktu itu Kyra jatuh terus dia tolongin. Orangnya ganteng terus baik lagi, mi. Kyra suka, cinta sama dia sejak pertama kali ketemu. Sayangnya, waktu itu Kyra gak tahu dia siapa. Kyra hampir setiap minggu minta anter Evan ke bukit lagi lho, mi. Berharap bisa ketemu lagi. Tapi gak kesampaian... " cerita Kyra sambil menyenderkan kepalanya ke bahu sang ibu.
Pertiwi tersenyum mendengar curahan hati sang putri. Ia tak menyangka, ternyata putri kecilnya itu sudah beranjak dewasa bahkan sudah mengenal cinta.
" Terus gimana ? " tanya Pertiwi penasaran.
" Akhirnya, Kyra ketemu lagi sama dia. Ya udah deh, mi... Kyra pepetin terus sampai sekarang " jawab Kyra santai.
" Terus dianya, ada rasa juga sama Kyra ? " tanya Pertiwi kemudian.
Kyra langsung menggelengkan kepalanya.
" Kyra gak tahu, mi... Kadang dia baik banget, kadang jutek banget. Tapi Kyra yakin kok, mi. Om doteng pasti jatuh cinta sama Kyra " seloroh Kyra begitu percaya diri.
"Jadi namanya Doteng ? Kok aneh sih ? " heran Pertiwi mempertanyakan nama pujaan hati Kyra.
" Bukan, mi... Om Doteng itu, julukan yang Kyra kasih sama dia, mi " jawab Kyra sambil menatap Pertiwi.
Pertiwi terlihat mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
" Om Doteng itu singkatan dari Om Dokter ganteng, mami... " jelas Kyra.
" Ooh... gitu " sahut Pertiwi merasa lucu dengan julukan Kyra pada pujaan hatinya.
" Jadi dia itu dokter ? " tanya Pertiwi lagi.
" Iih... Mami nih, nanya-nanya terus ! Udah kayak jaksa penuntut aja deh " sahut Kyra mencebikkan bibirnya.
Pertiwi tertawa kecil melihat sang anak yang merajuk.
" Kalau dia dokter, harusnya mami tahu juga ya... Secara mami sama Om doteng kan seumuran. Kali aja mami kenal " ucap Kyra melirik Pertiwi.
" Jadi Om dotengnya Kyra seumuran mami ? Kyra yakin kalau Kyra beneran cinta ? Bukan rasa kagum karena Kyra butuh sosok seseorang kayak papi kan ? " selidik Pertiwi.
" Kyra yakin sama perasaan Kyra, mi. Ya... walaupun Kyra memang butuh laki-laki dewasa kayak Papi. Tapi perasaan Kyra sama dia bukan cinta seperti mencintai Papi. Lagipula Kyra gak kurang kasih sayang orang tua. Kasih sayang yang Kyra dapat justru berlimpah. Meskipun mami sama papi tinggal jauh dari Kyra tapi Kyra gak ngerasa kurang kasih sayang. Ditambah lagi Kyra juga dapat kasih sayang dari Bunda Dinda sama Ayah Zaid " jelas Kyra.
" Hm... Rupanya anak mami ini memang bener-bener jatuh cinta " ucap Pertiwi menyentuh dagu Kyra sambil tersenyum.
" Kenapa mami harus marah ? Selama laki-laki itu laki-laki yang baik, mencintai Kyra, bertanggung jawab. Tidak ada alasan bagi mami untuk melarang. Asalkan kamu tidak merebut suami orang, mami dan papi pasti merestui hubungan kalian. Bukannya jodoh itu sudah takdir Tuhan " jawab Pertiwi bijaksana.
" Makasih, mami. Om doteng orang baik kok... Kyra yakin mami sama papi gak akan kecewa " ucap Kyra sambil memeluk Pertiwi.
" Iya, sayang... Sekarang bilang sama mami siapa nama Om doteng kamu itu ! " seru Pertiwi.
" Namanya... "
Derrt... Derrt... Tiba-tiba ponsel Pertiwi berdering.
" Sebentar ya, sayang ! Ini Tante Dinda telpon " sela Pertiwi kemudian mengangkat telpon.
Disaat Pertiwi menerima telpon, Kyra pun menerima pesan dari laki-laki yang sangat ia rindukan. Ya, Hamiz mengirimkan pesan dan mengajak Kyra untuk makan malam bersama.
Kyra bergegas turun dari ranjangnya kemudian segera bersiap. Bahkan ia sampai lupa memberitahu sang ibu nama laki-laki yang dicintainya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hamiz melihat ponselnya yang sejak tadi disilent. Ia sengaja tidak membunyikan ponselnya karena hari ini, ia harus menangani banyak pasien. Ia ingin fokus memeriksa pasien, sehingga ia tidak ingin terganggu dengan bunyi ponselnya. Oleh karena itu, ia tidak menyentuh ponselnya sama sekali.
Hingga ketika pasien telah habis, barulah Hamiz membuka ponselnya. Ada banyak pesan yang masuk. Hamiz membacanya satu per satu. Hingga sampailah ia melihat pesan yang dikirimkan oleh Kyra. Ada begitu banyak pesan yang dikirimkan oleh gadis cantik itu. Tanpa sadar, Hamiz menarik sudut bibirnya.
Terkadang, Hamiz tak memahami hatinya sendiri. Namun saat ini, satu yang ia sadari ia ternyata merindukan gadis belia itu. Gadis yang menurutnya masih labil, sangat percaya diri juga sedikit pemaksa. Gadis yang selalu ingin berada di dekatnya. Selalu menyediakan sarapan dan makan malam untuknya hingga lambat laun Hamiz merasa candu dengan kehadirannya.
Selama satu minggu ini, Hamiz merasa ada yang hilang. Ketiadaan Kyra membuat harinya belakangan terasa hampa. Meskipun ia kerap bersikap ketus kepada gadis itu, namun gadis itu tak kenal menyerah untuk mengambil hatinya.
Benar-benar fighting girl... ! Seperti halnya nama yang disematkannya untuk kontak Kyra di poselnya.
Hamiz melihat pesan terakhir dari Kyra. Itu dikirim sekitar 1 jam yang lalu.
Fighting girl : Om... tahu gak sih kalau Kyra kangen !
Fighting girl : Kangen banget tahu !
" Aku juga kangen kamu, Kyra... " gumam Hamiz sembari tersenyum menatap foto profil Kyra di aplikasi chat miliknya.
Gila... ! Itulah yang ada dalam pikiran Hamiz saat ini. Memikirkan kemungkinan jika dirinya telah jatuh cinta pada pesona gadis belia itu. Semakin ia menampik perasaannya, sialnya justru ia semakin tak bisa melepaskan diri dari pesona seorang Kyra.
Bertahun-tahun ia membangun tembok kokoh untuk membentengi perasaannya, nyatanya tembok itu kini roboh hanya karena seorang gadis cantik yang masih belia bernama Kyra.
Hamiz tak ingin terus menerus seperti ini, ia harus bersikap tegas. Ia akan menceritakan masa lalunya kepada Kyra. Ia tidak ingin ketika perasaannya terus tumbuh kepada gadis itu, nantinya Kyra akan meninggalkannya karena masa lalunya itu. Jikalau Kyra menerima masa lalunya, berarti Kyra adalah wanita yang memang Tuhan hadirkan untuknya setelah sekian lama. Dan jika Kyra tak bisa menerimanya, berarti memanglah ia harus hidup melajang sebagai hukuman atas dosa di masa lalunya.
Hamiz segera mengirimkan pesan balasan kepada Kyra. Ia mengajak gadis itu untuk makan malam bersamanya. Tak menunggu lama, Kyra segera membalas dan menyetujui untuk pergi bersamanya.
...****************...
Setelah tahu masa lalu Hamiz, Kyra masih mau terima Hamiz atau bakalan tinggalin Hamiz ya ? Terus apa yang terjadi seandainya mami Pertiwi tahu kalau Hamiz, Om dotengnya Kyra itu ternyata Mario ? 🤔🤔🙄
Ikuti terus lanjutannya ya, jangan lupa dukungannya lho ! 😁🤗 Thank you, love you all besti 😘😘
__ADS_1