
Seluruh keluarga besar Pertiwi dan Farhan telah berkumpul di hotel untuk menghadiri pernikahan yang akan dilangsungkan esok hari. Mungkin hanya Bagas saja yang tidak bisa hadir dikarenakan masih melakukan pendidikan, tetapi Alesha dan keluarganya datang untuk menghadiri pernikahan Kyra dan Om Doteng pilihannya.
Kyra dan Andara kini berada di kamar milik Kyra. Keduanya tengah dalam kebahagiaan yang luar biasa tak terkira. Bagaimana tidak bahagia, karena mereka akan segera menjadi keluarga dan juga akan menikah di hari yang sama. Hanya waktunya saja yang berbeda dikarenakan Kyra dan Hamiz akan melangsungkan akad nikah terlebih dahulu. Dan setelahnya barulah akad nikah antara Andara dan Fabian dilaksanakan dengan Hamiz sebagai wali dari Andara.
" Gak nyangka ya Ra... Kita bisa nikah barengan gini " ucap Andara sambil tiduran di atas ranjang.
" Iya, gue pikir bakalan lo duluan yang nikah Dar " sahut Kyra sambil tersenyum.
" Emang ya, Tuhan itu maha kuasa atas segala sesuatu. Tadinya Kak Hamiz tuh udah pesimis bisa nikahin lo. Tapi memang jodohnya kakak gue itu lo sih, Ra. Ya akhirnya, kak Hamiz bisa nikah duluan juga meskipun beda beberapa menit doang " oceh Andara sambil terkekeh.
Kyra juga ikut terkekeh mengingat acara pernikahan gabungan yang mendadak. Untungnya pihak wedding organizer dan hotel siap melaksanakan dua pernikahan gabungan ini.
" Ra... Gue minta cintai kak Hamiz sepenuh hati lo, ya ! Gue yakin lo itu wanita yang dikirimkan Tuhan untuk membahagiakan Kak Hamiz " ucap Andara berubah melow.
Kyra menatap Andara lalu tersenyum pada sahabat yang statusnya akan berubah menjadi adik iparnya esok hari.
" Tanpa lo minta, gue pasti cintain Kakak lo itu. Gue kan cinta mati sama Om Doteng gue itu. Gue pasti bahagia sama Kakak lo. Dan gue juga yakin kalau lo pasti bahagia sama Kak Fabian. Yang jelas kita berdua harus bahagia dengan pilihan kita " ucap Kyra.
" Ya udah sih... Buruan kita tidur. Besok hari besar untuk kita berdua. Kita harus terlihat cantik di depan suami kita " tambah Kyra.
" Ra... Boleh gak gue tidur disini ? " tanya Andara penuh harap.
" Emang kenapa Dar ? " Kyra balik bertanya.
" Untuk terakhir kalinya, Ra... Sebelum status kita berdua berubah besok " jawab Andara.
" Boleh dong ! Soalnya mulai besok kita tidur udah ada yang nemenin " ucap Kyra sambil tertawa.
" Gimana ya rasanya tidur ditemenin sama orang yang kita cintai ? " tanya Andara sambil tersenyum membayangkan dirinya dan Fabian tidur dalam satu ranjang yang sama.
" Enaklah, anget " jawab Kyra asal.
__ADS_1
" Ish, Kyra ... Emang kamu udah pernah tidur bareng Kak Hamiz ? " tanya Andara heran.
" Pernahlah " jawab Kyra kelepasan.
" Hah ? Kamu pernah tidur sama Kak Hamiz ? " tanya Andara kaget.
Astaga... Kelepasan nih gue !
" Eh, itu kan waktu gue sakit di rumah sakit, Om Doteng nemenin. Kan lo juga ada disana " jawab Kyra berkelit.
" Ah iya, ya ! Dikirain lo pernah tidur berduaan sama Kak Hamiz " tukas Andara polos.
Emang gue pernah tidur sama Om Doteng, Dar ! Malah hampir aja bablas !
Batin Kyra sambil mengela nafasnya, ia membayangkan malam saat ia melarikan diri dari rumah karena sang ibu tak merestui hubungan mereka.
" Udah ah, Dar... Ayo kita tidur, biar besok fresh " seru Kyra menyudahi percakapan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Masyaa Alloh... Anak-anak Bunda cantik banget sih, manglingin banget " puji Adinda saat masuk ke dalam kamar Kyra.
Kyra dan Andara hanya tersenyum. Tak lama Alesha, Indira juga Evan ikut masuk ke dalam kamar Kyra.
" Wah, Kak Kyra sama Kak Dara cantik banget. Pasti Om Hamiz sama Kak Fabian terpesona deh. Iya kan Kak Lesha " celetuk Indira sambil melihat Alesha.
" Iya, kakak berdua cantik banget... " tambah Alesha memandang keduanya dengan tatapan kagum.
" Terima kasih... " jawab Kyra dan Andara kompak.
" Dih, tumben kalem sih Ra... Biasanya juga barbar " celetuk Evan asal.
__ADS_1
" Bunda... Evannya tuh ! " rajuk Kyra manja.
" Dah mau nikah masih aja kolokan " timpal Evan lagi yang dibalas dengan delikan mata oleh Kyra.
" Evan... Sudah sana, kamu temenin ayah lihat calon pengantin pria ke bawah " seru Adinda pada si sulung.
" Kyra mah curang, Bun ! Giliran nyari Om Hamiz, Evan diajak-ajak. Pas mau nikah, Evan ditinggalin ! Gak adil ah " gerutu Evan.
" Yeay, salah sendiri. Ada yang di depan mata malah dianggurin, jadinya nyesel kan... " timpal Kyra sambil melirik Alesha.
Alesha yang mendengar itu, merasa tidak enak sendiri.
" Eh, sorry ya, Lesha... Kamu tuh emang gak jodoh sama Evan. Udah bener kalau kamu sama Bagas aja... " ucap Kyra kemudian.
Alesha hanya tersenyum simpul mendengarnya. Giliran Evan yang merasa tak enak sendiri.
" Ya udah ah, mending gue nemuin Om Hamiz sama Kak Bian aja. By the way... Selamat ya buat kalian berdua, semoga kalian bahagia selalu... Gue bahagia kok lihat kalian bahagia. Apalagi elo, Ra... Ternyata perjuangan lo selama ini gak sia-sia" ucap Evan tulus kemudian Evan berlalu meninggalkan kamar Kyra.
Tak lama Pertiwi dan Farhan datang ke kamar Kyra bersama dengan Farel dan Opa Esa. Adinda membawa Andara keluar dari kamar diikuti oleh Alesha dan Indira. Mereka paham jika Kyra perlu ruang untuk berbicara dengan keluarganya.
" Kyra... Opa sangat berharap bisa melihat kedua cucu opa menikah sebelum Opa meninggalkan dunia ini. Selamat cucu cantik Opa... Semoga kamu bahagia " ucap sang kakek sambil memeluk Kyra.
" Terima kasih Opa... Opa pasti bisa melihat Kyra dan Farel menikah, bahkan Opa juga bisa melihat cicit-cicit Opa lahir nanti... " sahut Kyra membalas pelukan sang kakek.
" Kak... Selamat ya ! Akhirnya impian kakak terwujud, perjuangan dan pengorbanan kakak membuahkan hasil. Semoga kakak selalu bahagia " ucap Farel bergantian dengan sang kakek memeluk Kyra.
" Kamu juga pasti bahagia... Semoga kamu juga bisa mendapatkan pasangan yang kamu dambakan dan bahagia selalu " balas Kyra yang diamini oleh Farel.
Kini giliran Farhan dan Pertiwi yang memeluk Kyra. Mereka seolah berat melepaskan sang putri.
" Kyra... Mami doakan kamu selalu bahagia, Nak. Patuhi suamimu, berbaktilah kepadanya. Jadilah istri yang sholehah. Mami dan Papi merestuimu dan selalu berdoa yang terbaik untukmu " ucap Pertiwi tak kuasa menahan air matanya.
__ADS_1
" Tanggung jawab kami sebagai orang tua nanti akan digantikan oleh suamimu... Papi berdoa semoga keluarga kalian selalu diridhoi dan diberkahi. Papi yakin Hamiz akan menjadi suami yang baik "
" Terima kasih Mami... Papi... " ucap Kyra tak terasa air matanya pun luruh.