Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 35


__ADS_3

" Hari ini... Kak Fabian tunangan !! " ucap  Kyra hati-hati.


Tak ada sahutan apapun dari Andara di sebrang telpon. Hanya suara hela nafas yang terdengar oleh Kyra.


" Dar... Lo gak apa-apa kan ? " tanya Kyra kemudian karena tak mendengar suara sang sahabat.


" Gue baik-baik aja kok, Ra... Kak Fabian memang udah bilang masalah ini. Cuma gue gak tahu aja kalau acaranya hari ini " jawab Andara lirih.


" Lo gak marah ? " tanya Kyra mencari tahu.


" Marah ? Memangnya aku pantes buat marah, Ra ? " Andara balik bertanya.


" Ya ampun, Dara... Kalau gue mah pasti udah ngambek banget. Hubungan kok dipake main-main " gerutu Kyra.


" Tapi Kak Bian gak main-main, Ra... Aku tahu dia itu tulus cinta sama aku. Masalahnya rencana perjodohan mereka itu terjadi sebelum kami bertemu kembali. Karena itu, Kak Bian gak bisa langsung memutuskan pertunangannya " jelas Andara.


" Walaupun begitu, seharusnya kan dia berjuang dulu untuk mempertahankan keinginannya. Kalau begini mah bukannya nyelesaiin masalah malah nambah masalah baru " tukas Kyra.


Andara tak menjawab ucapan Kyra, ia hanya diam memikirkan apa yang baru saja Kyra ucapkan.


" Halo... Dar... Lo masih disitu kan ? Masih dengerin gue kan ? " tanya Kyra menyelidik.


" Iya, Ra... Gue masih disini kok " jawab Andara.


" Dar... Meskipun lo gak ngomong apapun, gue ngerti kok perasaan lo... " Kyra menjeda ucapannya.


" Gue tahu kalau lo cinta sama Kak Fabian. Gue juga tahu segimana besarnya rasa cintanya Kak Fabian sama lo. Gue juga tahu pastinya berat menghadapi ini semua. Tapi... Seandainya lo ngerasa gak sanggup, lepasin aja Dar... Jangan buat perasaan lo terluka. Apapun keputusan yang lo buat, gue pasti dukung. Gue cuma mau lo bahagia, kita semua bahagia !! " tegas Kyra.


" Makasih ya, Ra... Kamu benar-benar bestie gue " ucap Andara tulus.


" Hei... Kamu lupa ya ? Gue ini bukan cuma bestie kamu, tapi juga calon kakak ipar. Inget baik-baik, hem..." sahut Kyra.


Mereka tertawa bersama, kemudian mengakhiri panggilan telepon.


Sementara itu, di Ball room.


Fabian bergegas meninggalkan acara  kendati acara masih belum berakhir.

__ADS_1


" Fabian kamu mau kemana ? " tanya Stela, tunangannya.


" Stela... Jangan paksa aku lagi, sudah cukup kita bersandiwara. Kita harus menghentikannya !! " seru Fabian.


" Fabian... Kamu jangan bodoh. Kalau kamu mengatakan yang sebenarnya sekarang, maka hanya akan mempermalukan kedua orang tua kita " ingat Stela sambil memperhatikan sekeliling, khawatir jika ada orang yang mendengar pembicaraannya dengan Fabian.


" Dari awal aku sudah menolak pesta ini. Tapi kamu malah membiarkan semua ini terjadi. Apa kamu sudah lupa jika kita hanya berpura-pura saja ? Kita berdua tidak bisa bersama. Aku sama sekali tidak mencintaimu. Aku mencintai wanita lain dan aku pun tahu kamu sudah bersama pria lain " bentak Fabian dengan menahan suaranya.


" Fabian... Aku mohon ! Jangan sampai orang tua kita mendengarnya " pinta Stela memegang lengan Fabian.


" Aku tak peduli... Biarkan saja mereka mendengarnya. Itu lebih baik, agar pertunangan ini batal ! " ucap Fabian lalu menghempaskan tangan Stela.


" Oke... Baiklah, kamu boleh pergi. Tapi... Tolong... Tunggu waktu yang tepat untuk memberitahu orang tua kita yang sebenarnya. Sekarang biarkan saja pesta ini tetap berlangsung " mohon Stela.


" Terserah ! Lakukan saja semaumu, tetapi yang pasti aku akan segera membatalkan pertunangan ini secepatnya " tegas Fabian kemudian berlalu dari hadapan Stela.


Stela memandangi Fabian yang berjalan menjauh dari gedung tanpa bisa menghentikannya.


Aku tidak akan melepaskanmu, Fabian !! Sedari dulu ini yang aku mau. Pura-pura itu hanya alat saja agar kamu mau menerima pertunangan ini. Cepat atau lambat, kamu akan menjadi milikku, Fabian... !


Stela kembali masuk ke dalam gedung. Ia sudah menyiapkan alasan jika orang tua mereka menanyakan keberadaan Fabian.


Walaupun hanya pura-pura, tetapi Stela bahagia. Namun, belakangan ini Fabian bersikeras untuk memutuskan perjodohan mereka karena ia sudah menemukan kembali tambatan hatinya. Tentu saja Stela tak ingin itu terjadi. Oleh karena itu, ia meminta orang tuanya untuk segera mengumumkan pertunangan mereka. Dan Stela meminta Fabian menyetujuinya dengan alasan kebaikan kedua keluarga.


Fabian segera menuju kediaman Andara setelah meninggalkan Ball room. Setelah bertemu Kyra tadi, Fabian merasa sangat bersalah. Ia memang bodoh karena menyetujui ucapan Stela yang membujuknya untuk meresmikan pertunangan dengan dalih pura-pura.


****... Kenapa aku bisa begitu bodoh termakan bujukan Stela !


Gerutu Fabian merutuki dirinya sendiri.


Fabian terus melajukan kendaraannya memecah jalanan yang masih saja ramai meskipun hari sudah larut. Akhirnya Fabian tiba di kediaman Andara. Fabian tidak mengetuk pintu, ia melihat ke arah kamar Andara yang masih terang, menandakan sang kekasih masih terjaga.


Fabian tidak mengetuk pintu, ia memanjat pohon yang mengarah ke arah kamar Andara, lalu turun di balkon kamar Andara. Fabian mengetuk jendela kamar Andara. Beberapa kali ia mengetuk, sampai akhirnya Andara membuka tirai dan melihat keberadaannya.


Andara akhirnya membuka pintu kamarnya yang menuju ke balkon. Ia begitu terkejut melihat Fabian kini berada di balkon kamarnya.


" Kak Bian kok bisa disini ? " heran Andara.

__ADS_1


Tanpa basa-basi, Fabian langsung memeluk sang kekasih.


" Kak... Ini ada apa sih ? " tanya Andara masih dalam pelukan Fabian.


" Maafkan aku, Dara... Maaf ! " ucap Fabian lirih, ia semakin mengeratkan pelukannya.


Andara membiarkan Fabian memeluknya, ia mengerti jika sang kekasih tentunya sedang bimbang atas apa yang terjadi hari ini.


Andara mengelus punggung Fabian perlahan, menciptakan kenyamanan. Hingga kemudian Fabian sedikit mengendurkan pelukannya.


" Kak Bian kenapa kesini ? Acaranya sudah selesai ? " tanya Andara.


Fabian melepaskan pelukannya lalu menatap lekat Andara.


" Kamu tidak suka aku datang hem ? " Fabian mengelus pipi Andara tanpa melepas tatapannya.


" Bukan gitu Kak... Sekarang kan pesta pertunangan Kak Bian " jawab Andara sambil memalingkan wajahnya.


" Pasti Kyra yang cerita... Kenapa, apa kamu cemburu ? " tanya Fabian.


" Apa sih Kak... " elak Andara sambil masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Fabian.


" Eh... Kakak mau ngapain ? " tanya Andara saat menyadari Fabian mengekorinya masuk ke dalam kamar.


Fabian dengan cueknya berbaring di tepi ranjang milik Andara.


" Kalau aku tidur disini boleh ? " tanya Fabian membuat Andara membulatkan matanya.


" Apaan sih, mana boleh kayak gitu ! Kak Bian kan bukan suami Dara jadi gak bisa tidur disini " tolak Andara sambil berusaha menarik Fabian agar bangkit dari ranjangnya.


Bukannya berhasil menarik Fabian, justru Andaralah yang tertarik hingga ia jatuh ke dalam pelukan Fabian...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Eng, ing, eng... Kira-kira bakalan ngapain ya mereka ?🤔🤔


Ikuti terus lanjutannya ya, jangan lupa dukungannya 🤗

__ADS_1


Thank you all 🙏😘😘


__ADS_2