
Hai, Om...Makanannya jangan lupa dimakan ya ! Kyra masaknya pake cinta lho. Ya udah deh, selamat menikmati masakan Kyra ya. Love you, Om 😘😘
Hamiz masih menatap layar ponselnya tak percaya. Sesaat kemudian, satu pesan masuk kembali.
Jangan lupa disave ya nomernya Kyra😁. Terus makanannya jangan dibuang juga. Kalau Om gak suka, Om kasih aja ke bagian kebersihan atau security. Terus Om kasih tahu makanan apa yang Om suka biar nanti Kyra masakin buat Om🤗. Bye... Bye...😘😘
Hamiz tak henti menggelengkan kepalanya sambil mengulum senyum. Ia harus mengakui kegigihan Kyra saat ini. Lantas ia menggerakkan jarinya menyimpan nomor ponsel Kyra.
Fighting girl, nama yang ia sematkan untuk menandai Kyra di ponselnya.
Setelah itu, Hamiz pun mencoba makanan yang dibuat oleh Kyra. Ia begitu menikmati makanan itu, entah karena rasanya yang enak atau mungkin karena menyukai si pemberi makanan itu. Hamiz menghabiskan semua pemberian Kyra.
Pagi menyapa, Hamiz kini bersiap untuk pergi menuju klinik. Ia memang tak pernah menyempatkan diri untuk sarapan di apartemen. Ia lebih suka sarapan di klinik bersama rekan-rekannya. Walaupun ia tak pernah makan bersama mereka, setidaknya ia bisa berbagi.
Derrt...Derrt... Ponsel Hamiz bergetar.
Hamiz yang sedang memakai sepatu itu, kini merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya.
Mata Hamiz memicing saat melihat nama Fighting girl pada layar ponselnya.
" Mau ngapain lagi sih " gumam Hamiz, ia mengabaikan panggilan itu.
Ponselnya kembali berdering dengan nama yang sama pada layar ponselnya. Hamiz menghela nafasnya lalu menghembusnya kasar. Kenapa sih gadis ini senang sekali mengganggunya ?
" Ya ? " ucap Hamiz malas sesaat setelah menggeser icon berwarna hijau pada layar ponselnya.
" Om Doteng... Bukain pintunya dong ! Kyra bikinin nasi goreng spesial buat sarapan " ucap Kyra.
" Saya sudah sarapan, kamu tidak perlu perhatian pada saya " ketus Hamiz.
" Ih, Om ini.... Kyra udah masak lho dari tadi shubuh. Seeggaknya cobain dulu ya ! Hargain usaha Kyra dong, please ! " bujuk Kyra.
Dan jika sudah seperti ini, Hamiz tak dapat menolaknya. Akhirnya ia membuka pintu apartemennya.
Kyra memasang senyum paling menawan saat pintu apartemen Hamiz terbuka. Kali ini, ia tidak langsung masuk, ia menunggu Hamiz mempersilakan dirinya untuk masuk. Namun sepertinya keinginannya tak mungkin terwujud karena Hamiz tak jua mengijinkannya untuk masuk.
Pria itu hanya berdiri di muara pintu dengan sebelah alis yang terangkat.
" Eh, Om... Ini nasi gorengnya, spesial untuk Om "
ucap Kyra sambil menyodorkan sepiring nasi goreng buatannya.
__ADS_1
" Hem, terima kasih ! " ucap Hamiz kemudian menutup pintu apartemen.
" Ish... Gitu doang ! Sabar Kyra... Cinta itu butuh perjuangan ! " gumam Kyra mengusap dadanya.
" Om Doteng... Semoga suka ya ! " teriak Kyra dari balik pintu kemudian beranjak dari apartemen Hamiz.
Hamiz meletakkan nasi goreng pemberian Kyra di meja makan. Awalnya,ia sama sekali tak berniat untuk memakannya. Akan tetapi menghirup wangi yang menggugah selera membuatnya bergerak untuk mencobanya.
Awalnya hanya satu sendok saja, namun Hamiz merasakan rasa yang pas di lidahnya hingga kemudian ia meneruskan hingga akhirnya tandas.
" Dia pinter masak juga ternyata..." Hamiz menarik sudut bibirnya.
" Tapi kenapa rasanya seperti tidak asing di lidahku... " gumam Hamiz namun segera ia tepikan pikirannya itu.
Setiap harinya, Kyra selalu memberikan makanan hasil karyanya kepada Hamiz. Untuk sarapan serta untuk makan malam. Kyra nampaknya sedang membiasakan diri untuk menjadi seorang istri. Setidaknya, itulah yang Kyra pikirkan saat ini, belajar menjadi istri yang baik untuk seorang Hamiz. Walaupun terkadang respon yang diberikan oleh Hamiz tak sesuai ekspektasi yang Kyra harapkan. Tetapi Kyra yakin jika suatu hari nanti, Om Dotengnya itu akan luluh dengan perhatiannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu minggu berlalu, orang tua Kyra kini sudah berada di ibukota dan tinggal di kediaman mereka. Oleh karena itu, Kyra sementara ini tidak tinggal di apartemen. Itu juga berarti Kyra tidak dapat berjumpa dengan pujaan hatinya.
Saat ini, Kyra tengah berbaring di ranjang besarnya di rumah. Ia tak pernah terlewat sedikit pun memikirkan pujaan hatinya. Padahal baru satu minggu ia meninggalkan apartemen. Tapi berasa sudah bertahun-tahun.
Tak tahan lagi memendam rindunya, akhirnya Kyra mengetik pesan untuk Om Dotengnya itu.
ketik Kyra kemudian mengirimkan chat itu kepada Hamiz.
Kyra berharap mendapatkan balasan dari pesan yang ia kirimkan. Sayangnya, itu hanya angannya belaka. Jangankan mengirim balasan, membacanya saja tidak Hamiz lakukan.
Kyra berulang kali melihat layar ponselnya, namun tak jua Hamiz mengirim balasan.
" Iih... Bales dong Om ! " Kyra merasa gemas sendiri, sampai akhirnya ia kembali mengirimi pesan pada Hamiz.
Me : Om...
Me : Om Doteng
Me : Om Hamiz, Om Dotengnya Kyra !
Me : Om... tahu gak sih kalau Kyra kangen !
Me : Kangen banget tahu !
__ADS_1
Kyra berkali-kali mengirim pesan, namun tak jua ia mendapati keinginannya terpenuhi.
" Ih... Lagi ngapain sih ? Masa baca pesan aja gak bisa " keluh Kyra merasa frustasi.
Ceklek... Pintu kamar Kyra terbuka.
Pertiwi melihat sang anak yang berbaring di kasur sambil memainkan ponselnya. Pertiwi menggelengkan kepala. Saking asyiknya dengan ponsel, Kyra sampai tak sadar jika sang ibu kini berada di samping tempat tidurnya.
" Kyra, sayang ! " panggil Pertiwi sambil duduk di tepi ranjang.
" Kyra... " panggil Pertiwi lagi kini ia menggoyang kaki sang anak.
" Eh, mami... " ucap Kyra ketika menurunkan ponselnya.
" Asyik banget sih maenin ponsel sampai lupa waktu. Memangnya lagi apa ? " tanya Pertiwi.
" Lagi nungguin chat, mi " jawab Kyra jujur.
" Chat dari siapa ? Pacar ? " tebak Pertiwi.
Kyra memperlihatkan deretan gigi putihnya kemudian memeluk Pertiwi manja.
" Oh... Jadi anaknya mami yang cantik ini udah punya pacar sekarang ? " tanya Pertiwi menyelidik sambil balas memeluk putrinya itu.
" Belum jadi pacar, mi... Baru OTW " jawab Kyra sambil cengengesan.
" Wah... wah... Cerita sama mami, siapa laki-laki yang beruntung itu ! " seru Pertiwi antusias.
Kyra melepas pelukannya dari Pertiwi kemudian memasang wajah bete.
" Tapi dia cuek banget, mi... Kyra berasa cinta sendiri deh " ucap Kyra menekuk wajah.
" Berani-beraninya dia nolak anak mami yang cantik ini ! Perlu mami tatar nih kayaknya ! " sahut Pertiwi sambil berkacak pinggang sambil melirik sang anak.
" Gak usah mami... Nanti dia tambah ilfeel sama Kyra " rengut Kyra.
Pertiwi tersenyum kemudian memeluk putrinya kembali. Ia membelai rambut sebahu milik Kyra.
" Mami gak marah kan kalau Kyra ceritain yang sebenarnya " ucap Kyra membuat Pertiwi penasaran.
" Memangnya kenapa mami harus marah ? " tanya Pertiwi sambil menatap Kyra.
__ADS_1
" Karena Kyra suka sama laki-laki dewasa yang usianya jauh di atas Kyra " jelas Kyra.
" Apa ? "