
Kyra mengerjapkan kelopak matanya yang masih berat untuk membuka. Ia meraih ponselnya yang berada di atas nakas, kemudian membukanya. Matanya langsung terbuka sempurna saat melihat pesan masuk dari Om Doteng kesayangannya.
Mimpi indah my sweety girl ❤❤❤
Itulah pesan yang dikirim oleh Hamiz.
Kyra menepuk-nepuk pipinya sendiri, merasai jika yang terjadi bukanlah mimpi. Kyra sedikit memberikan tenaga pada tepukan di pipinya menyebabkan pipinya sedikit memerah dan terasa panas.
" It's real... Bukan mimpi, Kyra " pekik Kyra pada dirinya sendiri.
Perasaan Kyra sunguh berbunga-bunga. Om Dotengnya itu ternyata bisa juga mengirim pesan yang romantis.
" Ah, melting deh kalau dikirim pesan gini terus " gumam Kyra senyam-senyum sendiri.
Kyra segera bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Hari ini ia berencana untuk mengunjungi pujaan hatinya sepulang dari kampus nanti.
" Sayang, kamu mau bawa bekal ? " tanya Pertiwi saat melihat Kyra turun dari tangga.
" Gak usah, mi... Nanti Kyra mau makan sama Om Doteng " jawab Kyra.
" Wah... Wah... Roman-romannya seneng banget nih anak mami. Pasti ada kabar baik, iya kan ? " tebak Pertiwi.
Kyra memeluk sang ibu.
" Kyra seneng banget mi... Akhirnya cinta Kyra dibales sama Om Doteng. Ternyata Kyra gak cinta sendiri, mi.. " ucap Kyra bahagia.
" Syukur deh kalau begitu. Berarti mami udah bisa kenal dong sama Om Doteng kamu itu " ucap Pertiwi.
" Iya, mi... Nanti Kyra kenalin deh sama Mami dan Papi " sahut Kyra sambil duduk di kursi makan.
" Lagi ngomongin apa nih ? Kok Papi gak dikasih tahu ? Tadi Papi denger ngomongin Om Doteng ? Siapa itu ? " tanya Farhan yang kini sudah berada diantara Kyra dan Pertiwi.
" Om Doteng, calon menantu Papi " jawab Kyra sambil melahap roti bakar yang sudah disediakan.
Farhan mengangkat sebelah alisnya, lalu menatap sang istri. Mendapat tatapan dari sang suami, Pertiwi menghela nafasnya.
" Pacarnya Kyra, Pi... Yang kemarin Mami ceritain itu lho " ucapan Pertiwi menjelaskan semuanya.
__ADS_1
" Kyra, sayang... Kamu yakin dengan pilihan hati kamu ? " tanya Farhan dengan mimik wajah serius.
Kyra menganggukkan kepala dengan yakin.
" Sayang... Papi bukannya tidak setuju. Perbedaan usia kalian yang jauh berbeda... "
" Pi... Kyra sudah siap dengan resikonya. Semua sudah Kyra pikirkan baik-baik. Kyra mengerti kekhawatiran Papi "
" Tapi sayang... "
" Pi... Cinta itu gak pandang umur, kedudukan, atau status. Mami bilang, selama dia bukan pria beristri itu tidak jadi masalah. Lagipula Kyra yakin dia orang yang tepat sebagai pendamping hidup Kyra " beber Kyra.
Farhan hanya diam menatap Kyra. Gadis kecilnya itu kini sudah menjadi wanita dewasa. Farhan tak menyangka, gadis kecilnya itu kini sudah memilki pujaan hati. Kini cinta putrinya itu sudah terbagi. Tak lagi menjadi miliknya. Ah, rasanya tak rela membiarkan putri kecilnya itu bersama dengan seorang laki-laki yang mungkin akan membawanya pergi menjalani kehidupannya sendiri.
" Papi kenapa ? " sentuhan tangan Kyra membuat Farhan tersadar.
Farhan tersenyum lalu meraih tangan Kyra.
" Papi cuma belum rela kalau akhirnya putri papi mencintai lelaki lain selain Papi " ucap Farhan sambil mengelus pucuk kepala Kyra.
Kyra menatap sang ayah yang terlihat berat menerima kenyataan.
" Kalau begitu, kenalkan dia sama Papi dan Mami. Papi yakin laki-laki yang sudah berumur tidak akan menunggu lama untuk segera menikah " ucap Farhan.
Kyra melebarkan matanya.
" Jadi Papi mau Kyra cepet-cepet nikah ? " tanya Kyra tak menduga sama sekali jika sang ayah berpikir sejauh itu.
" Kalau memang sudah jodoh kamu, kenapa kami harus menunda. Asalkan dia mencintai kamu dan mampu memberikan kehidupan yang baik untuk putri kesayangan Papi ini, sepertinya tidak masalah. Betul kan Mi ? " tanya Farhan kepada sang istri yang kini ikut nimbrung dengan berdiri di samping sang suami.
" Betul, sayang. Bukankah kamu bercita-cita menikah muda mengikuti jejak Tante Dinda "
Kyra begitu terharu dan bahagia karena ternyata kedua orang tuanya tak menentang hubungannya yang berbeda usia sangat jauh. Tak lama kemudian, Kyra memeluk kedua orang tuanya.
" Thank you... Mami dan Papi memang orang tua paling baik dan pengertian. I Love you, Mami - Papi " ucap Kyra.
" Inget... Kamu harus cepat kenalin pacar kamu itu. Karena kami harus segera kembali ke Singapur " seru Pertiwi.
__ADS_1
" Apa ? Mami sama Papi udah mau pulang lagi ke Singapur ? Baru aja disini, udah mau pulang. Mami sama Papi gak sayang ya sama Kyra sampai-sampai mau tinggalin Kyra lagi " rajuk Kyra sambil mengerucutkan bibirnya.
" Maaf, sayang ! Tapi kesehatan Opa sedang tidak baik. Tadi Farel telpon katanya Opa masuk ke Rumah Sakit. Jadi mendadak kami harus kembali... " jelas Pertiwi.
" Tadi nyuruh kenalan sama Om Dotengnya Kyra... Eh, tahunya malah mau pulang " tukas Kyra.
" Sayang... Kami janji, setelah kesehatan Opa membaik, kami akan segera kembali ke sini. Atau kamu saja yang datang ke Singapur bersamanya, ok ? " tawar Pertiwi.
Kyra masih menekuk wajahnya.
" Atau kamu kenalin dulu sama Tante Dinda dan Om Zaid, gimana ? " ucap Pertiwi lagi sambil melihat wajah sang anak yang cemberut.
Kyra menghembus nafasnya.
" Ya udah deh, biar Kyra kenalin dulu sama Bunda dan Ayah. Nanti baru kenalin sama Mami Papi... Oh iya, tolong bilang sama Opa supaya cepet sembuh biar nanti bisa ketemu sama cucu menantunya. He...he... " ucap Kyra sambil terkekeh.
" Dasar kamu, ini ! " ucap Pertiwi mencubit gemas pipi Kyra.
Mereka akhirnya melanjutkan sarapan bersama-sama. Setelah sarapan, Kyra segera pamit untuk pergi ke kampus.
Selepas kepergian Kyra, Farhan duduk berdua bersama Pertiwi.
" Sayang... Rasanya baru kemarin Kyra jadi gadis kecil kita. Sekarang, dia sudah beranjak dewasa bahkan sudah memiliki kekasih dan bisa saja segera menjadi seorang istri. Rasanya aku belum siap... " ucap Farhan sambil berbaring nyaman di paha Pertiwi yang duduk di sofa.
Pertiwi menghela nafas kemudian menghembusnya.
" Siap atau tidak siap, sekarang atau nanti kita harus melepaskan Kyra menjalani hidupnya sendiri. Baik Kyra maupun Farel pasti akan menjemput takdirnya masing-masing... " tukas Pertiwi sambil membelai rambut Farhan.
" Sayang... Kamu tahu siapa laki-laki yang dicintai oleh Kyra itu ? " selidik Farhan.
Pertiwi menggelengkan kepalanya.
" Kemarin Kyra bilang kalau usianya seumuran kita, kemudian bekerja sebagai dokter. Tapi Kyra belum sempat bilang siapa namanya... " jawab Pertiwi.
" Hm... Siapa ya laki-laki itu ? " Farhan berpikir keras.
" Hubby... Mungkin sebaiknya kamu suruh orang-orang kamu untuk mencari informasi. Setidaknya, supaya kita tahu jika laki-laki itu memang tepat untuk Kyra " ucap Pertiwi.
__ADS_1
" Baiklah, aku akan meminta orangku untuk mengawasi Kyra dan menyelidiki laki-laki yang dekat dengannya " sahut Farhan.