Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 53


__ADS_3

Tak terasa waktu yang ditentukan oleh sang ibu sudah diambang batas waktu. Satu minggu tersisa dan setelah itu, mau tidak mau Pertiwi harus merestui hubungan Kyra dan Hamiz.


Tanpa sepengetahuan Kyra, Pertiwi kembali ke Indonesia bersama Farhan. Ia akan menemui Hamiz ditemani sang suami. Pertiwi menyadari jika Kyra dan Hamiz sudah dipastikan berhasil menjalani ujian darinya. Kini ia akan meminta Hamiz untuk melakukan ujian terakhir.


" Mi... Kali ini apalagi yang akan Mami lakukan ? " tanya Farhan sembari menatap sang istri dengan penuh tanya.


" Nanti juga Papi tahu sendiri " jawab Pertiwi sengaja tak memberi tahu Farhan.


" Mi... Aku minta jangan melakukan hal yang aneh. Kasihan Kyra... Jangan membuat Kyra kehilangan kepercayaan kepada Mami ! " seru Farhan dengan penekanan di ujung kalimatnya, berharap sang istri tidak memperkeruh keadaan.


" Pokoknya Papi tenang aja... Mami tidak akan membuat Kyra kehilangan kepercayaan kepada Mami..." ucap Pertiwi dengan senyuman penuh misteri.


Tapi Kyra akan kehilangan kepercayaannya kepada Mario.


Mobil yang ditumpangi oleh Pertiwi dan Farhan kini telah tiba di depan klinik milik Hamiz. Mereka kemudian masuk dan meminta untuk bertemu dengan Hamiz.


Hamiz pun segera menemui Farhan dan Pertiwi yang merupakan calon mertuanya itu. Kemudian membawa mereka ke ruangannya.


" Jadi sebenarnya, apa yang membuat kalian berdua datang kemari ? " tanya Hamiz merasa aneh sekaligus heran dengan kedatangan Farhan dan Pertiwi.


" Seperti yang sudah ku katakan sebelumnya, seminggu lagi adalah batas waktu dariku dan aku ucapkan selamat karena ternyata kalian berdua sudah hampir berhasil menyelesaikannya " jawab Pertiwi.


" Hanya saja, seperti yang pernah aku katakan. Masih ada hal yang harus kamu lalui untuk membuktikan cinta kamu kepada Kyra " tambah Pertiwi.


" Apalagi sih Mi ? " tanya Farhan merasa tak enak hati.


" Ini untuk pembuktian cinta mereka, Pi. Dan dia harus bersedia melakukannya. Kyra saja mau menjalani syarat yang Mami kasih " jawab Pertiwi enteng.


" Apa yang harus aku lakukan ? " tanya Hamiz. Tekadnya sudah kuat, sesulit apapun rintangannya ia harus menjalaninya.


Pertiwi tersenyum sinis... Sementara Farhan merasa sang istri merencanakan sesuatu hal yang buruk.


" Oke... Aku akan memberitahumu. Malam minggu ini, jika kamu bisa melewati ujian yang kuberikan maka aku akan memberikan restuku untuk hubungan kalian " jawab Pertiwi.


" Hari Sabtu malam, kamu datang ke apartemen XX lantai 9 no. 902 pukul 9 malam " jelas Pertiwi.


" Baiklah, lalu apa yang harus aku lakukan ? " tanya Hamiz.


" Cukup datang saja kesana dan jangan sampai terlambat. Ah satu lagi, jangan beri tahu Kyra apapun ! " tegas Pertiwi.


" Hmm... Aku akan datang ! " jawab Hamiz pasti.

__ADS_1


" Ok... Kalau begitu... Semoga kamu berhasil ! " ucap Pertiwi kemudian.


Tak lama Pertiwi dan Farhan meninggalkan ruangan Hamiz. Sebelum keluar dari ruangan, Farhan berbicara dengan Hamiz.


" Aku tidak tahu rencana istriku, tapi semoga kamu bisa melaluinya. Jangan kecewakan Kyra... Aku percaya padamu ! " ucap Farhan sambil menepuk pundak Hamiz.


Hamiz menganggukkan kepalanya. Apapun yang terjadi nanti, ia akan menghadapinya.demi cintanya kepada Kyra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari sabtu pukul 15.00 sore


Jodi menjemput Kyra ke rumah Adinda, ia berencana mengajak Kyra nonton film. Awalnya Kyra tidak menerima ajakan Jodi. Namun dikarenakan, ini adalah hari terakhirnya diantar jemput oleh Jodi maka Kyra akhirnya mengiyakan ajakan Jodi. Anggap saja, ini adalah hadiah perpisahan dengan Jodi. Kyra tak menampik jika selama ini Jodi sudah bersikap baik kepadanya sehingga tidak ada salahnya jika ia pun bersikap baik kepada Jodi. Lagipula toh Jodi juga tahu jika Kyra hanya mencintai Hamiz seorang.


Mereka segera pergi ke bioskop, karena akan menonton film di jam 16.00. Dan setelahnya, mereka akan makan malam.


Sementara itu, Hamiz pun tengah bersiap menuju tempat yang diberikan oleh Pertiwi. Entah apa yang akan ia hadapi nanti, tetapi ia harus berusaha menghadapinya.


Pukul 19.00


Kyra sudah keluar dari bioskop, ia dan Jodi kini tengah menikmati makan malam bersama.


" Ra... Apa kita gak bisa terus ? " tanya Jodi.


" Maksud kamu gimana ? " balik tanya Kyra.


Jodi meraih tangan Kyra dan menggenggamnya.


" Kyra... Apa kamu gak bisa rasain perasaan aku ? Aku cinta sama kamu, sejak pertama kita bertemu " ucap Jodi.


Kyra menarik tangannya dari genggaman Jodi.


" Sorry Jod... Aku tidak bisa menganggapmu lebih dari sekedar teman. Kamu tahu sendiri, siapa pemilik hati ini " sahut Kyra.


" Kyra... Apa kurangnya aku dibanding dia ? " selidik Jodi sambil menatap Kyra.


" Tidak ada yang kurang pada dirimu, Jod... Hanya saja, hati tak bisa dipaksakan... " jelas Kyra.


Jodi menyugar rambutnya.


" Jadi memang benar-benar tidak ada harapan untuk aku ? " tanya Jodi lagi masih mengharapkan jawaban berbeda dari Kyra.

__ADS_1


" Aku tidak pernah memberikan harapan untukmu. Aku hanya menganggapmu teman saja, tidak bisa lebih. Maaf... " jawab Kyra pasti.


Jodi tersenyum getir. Sungguh ia merasa bodoh dengan berpikir bisa memenangkan hati Kyra saat menerima tawaran Tante Pertiwi. Kenyataannya ia hanya bisa menerima kekalahan.


" Sebesar itu rasa cinta kamu padanya ? Sungguh dia laki-laki yang beruntung " ucap Jodi mengakui kekalahannya.


" Aku yang beruntung bisa mendapatkan cintanya " sahut Kyra.


" Aku harap kamu bahagia bersamanya. Tetapi jika kamu tak bahagia... "


" Akan kupastikan aku bahagia bersamanya ! " tegas Kyra memotong ucapan Jodi.


Mereka pun menikmati makan malam.


Pukul 20.30


Hamiz sudah berada di dalam mobilnya menuju lokasi yang dituju.


Sementara Kyra mendapatkan pesan dari nomer tak dikenal yang memintanya untuk segera mendatangi apartemen XX, lantai 9 kamar 902.


" Jika kamu ingin tahu, laki-laki seperti apa Hamiz itu, maka datanglah pukul 21.00 "


Awalnya Kyra tak mempedulikan pesan itu. Namun rasa penasarannya, meningkatkan tingkat adrenalinnya. Sehingga ia berinisiatif untuk mendatangi alamat yang dimaksud. Ia ingin tahu, apa yang terjadi dan mengapa pengirim pesan itu mengikutsertakan Hamiz


Kening Kyra berkerut, ia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.


30 menit lagi, jam 9. Kyra tergerak untuk pergi ke alamat yang diberikan. Namun sebelum itu, Kyra mencoba menghubungi Andara untuk menanyakan keberadaan Hamiz.


Andara mengatakan jika sang kakak, tengah pergi karena ada janji.


Jangan-jangan benar apa yang dikirimkan oleh pengirim pesan itu. Pikir Kyra


Setelah berpamitan pada Jodi, Kyra bergegas menuju alamat yang tadi diberikan dengan menggunakan taksi. Meskipun Jodi memaksa untuk mengantar tetapi Kyra menolaknya.


Jodi tetap mengikuti Kyra dengan membuntuti taksi yang membawa Kyra.


Pukul 21.05


Kyra tiba di depan sebuah gedung apartemen. Dengan langkah ragu ia berjalan memasukinya, lalu segera menaiki lift menuju lantai 9. Sesampainya disana, Kyra segera mencari unit no. 902. Tak butuh waktu lama, Kyra kini telah berdiri di depan unit apartemen yang dimaksud.


Dengan ragu-ragu, Kyra menekan bel dan mengetuk pintu. Selang berapa lama pintu apartemen terbuka, mata Kyra membola melihat siapa sosok yang membuka pintu.

__ADS_1


__ADS_2