Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 13


__ADS_3

" Kamu tidak mau menikah denganku ? " tanya Hamiz saat gadis itu hanya diam.


Kyra menatap Hamiz, ia tidak tahu harus berkata apa.


" Kyra mau banget nikah sama Om... Tapi Om kan harusnya ngelamar Kyra dulu baru daftar ke KUA ... " jawab Kyra polos yang membuat Hamiz tergelak tak kuasa menahan tawa.


" Kok Om malah ketawa sih ? Emang omongan Kyra lucu ya ? " tanya Kyra merasa heran karena Hamiz malah tertawa.


" Dasar bocah ! " ucap Hamiz di sela-sela tawanya.


" Biar bocah tapi Om suka kan ! " balas Kyra merespon ucapan Hamiz.


Hamiz menghentikan tawanya kemudian tersenyum sambil menatap Kyra. Ia meraih jemari lentik Kyra lantas mengecupnya.


" Iya kamu benar... Walaupun kamu masih bocah, masih ABG tapi aku suka " ucap Hamiz menatap lekat Kyra.


Kyra semakin meleleh dibuatnya, mungkin wajahnya sudah sangat memerah saat ini.


" Ck... Kamu kasih aku jampi-jampi apa sih, sampai aku bisa suka sama kamu ! " oceh Hamiz menetralkan suasana sambil mencubit pipi Kyra lalu menghidupkan mobilnya kembali.


" Hah ? Ngapain Kyra jampiin Om Doteng segala. Tanpa yang begituan Kyra bisa kok dapetin Om " tukas Kyra tak terima.


" Beneran ? " tanya Hamiz menggoda gadis belia di sebelahnya.


" Beneran lah... Om gak percaya ? " tanya Kyra melirik tajam kepada Hamiz.


" Percaya sayang ! " jawab Hamiz santai sambil mengelus pucuk kepala Kyra tak lama ia pun melajukan mobilnya.


" Lho, kita gak jadi daftar nikah ? " tanya Kyra saat menyadari jika mobil yang dikendarai oleh Hamiz kini bergerak menjauh dari KUA.


" Tadi katanya minta dilamar dulu " sindir Hamiz.


" Iya ya... " ucap Kyra sambil menggaruk kepalanya.


" Aku akan temuin orang tua kamu buat ngelamar kamu ! " ucap Hamiz tegas.


" Om yakin, mau ngelamar Kyra jadi istri Om sekarang ? " tanya Kyra ragu.


" Kenapa ? Kamu ragu ? Atau kamu berubah pikiran karena masa lalu aku ? " selidik Hamiz.


" Kyra gak ragu sedikit pun... Berapa kali Kyra bilang kalau Kyra gak mempermasalahkan masa lalu Om. Lagian semua orang punya masa lalu tapi juga punya masa depan kan " sahut Kyra.

__ADS_1


" Lalu masalahnya apa ? " tanya Hamiz lagi.


" Masalahnya, orang tua Kyra mau pulang lagi ke Singapur. Jadi, Om gak bisa ketemu orang tua Kyra sekarang " jawab Kyra.


" Hem... Berarti kita gak bisa cepat-cepat menikah " sahut Hamiz.


Kyra mengangguk lemah.


" Padahal Kyra mau cepet jadi istrinya Om " gumam Kyra yang bisa didengar oleh Hamiz.


" Sabar, sayang... Cepat atau lambat kita pasti menikah " Hamiz menyentuh tangan Kyra, mencoba menenangkan Kyra.


" Iya, Kyra akan selalu sabar menunggu jadi istri Om " ucap Kyra semangat.


" Nah, gitu dong. Itu baru calon istriku " ucap Hamiz menjawil dagu Kyra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pertiwi dan Farhan sudah bertolak ke Singapura. Dan Kyra kini kembali tinggal di apartemennya sehingga ia tak perlu berjauhan dengan kekasih hatinya.


Satu bulan sudah mereka mengikrarkan diri sebagai pasangan kekasih dan Hamiz sudah tak sabar untuk segera meminang Kyra. Hamiz sudah merasa cocok dengan Kyra walaupun usia mereka terpaut jauh namun Kyra bisa mengimbanginya atau lebih tepatnya Hamizlah yang mengimbangi Kyra.


" Iya, sayang. Aku akan meminta ijin pada Ayah dan Bunda kamu untuk mempersunting kamu " jawab Hamiz.


" Setelah Ayah dan Bunda terus Om ketemu Mami Papi. Om siap kan ? " tanya Kyra lagi.


" Siap sayang... Aku sudah menyiapkan semuanya untuk melamar kamu di depan orang tua kamu. Hanya saja... Aku belum menyiapkan mental jika orang tua kamu menolak lamaranku " jawab Hamiz dengan tatapan menerawang.


" Gak mungkin ditolak Om... Mereka udah tahu kok kalau usia Om jauh diatas Kyra dan mereka serahin semuanya sama Kyra... " sahut Kyra.


" Tapi mereka kan belum tentu menerima masa laluku. Kyra... Aku khawatir mereka akan menentang hubungan kita... " tukas Hamiz.


" Mereka pasti setuju, Om " sahut Kyra yakin.


" Kyra... Seandainya kita ambil kemungkinan terburuk. Mereka, keluargamu menentang hubungan kita. Lalu apa yang akan kamu lakukan ? " tanya Hamiz.


" Kyra akan berjuang sampai mereka mengijinkan. Kyra gak peduli seberat apapun halangan dan rintangan untuk hubungan kita. Kyra akan terus memperjuangkan cinta kita " jawab Kyra pasti.


Hamiz menghela nafasnya. Ia merasa bahagia karena kekasihnya itu memiliki keinginan kuat mempertahankan hubungan mereka. Tapi ia juga takut, takut masa lalunya justru menjadi ancaman dalam hubungan mereka yang justru akan memisahkan keduanya.


Suasana sore hari di rumah Adinda tampak lebih ramai dari biasanya. Kyra ikut melibatkan diri bersama Adinda menyiapkan hidangan untuk makan malam spesial kali ini. Tentu saja spesial, karena untuk pertama kalinya Kyra akan memperkenalkan kekasih hatinya.

__ADS_1


Kendati, tanpa kehadiran orang tua kandung Kyra. Tetapi itu tak menyurutkan semangat Hamiz untuk berkenalan dengan keluarga Kyra yang ia gadang-gadang sebagai calon istrinya.


Hamiz datang ke rumah Adinda bersama dengan Andara. Adinda tentu saja sudah mengenal Andara dengan baik karena Kyra sering datang ke rumahnya bersama dengan Andara. Sayangnya, Adinda justru tak mengetahui jika Andara adalah adik dari Hamiz yang tak lain adalah Mario yang dulu dikenalnya.


Kyra sudah menyambut Hamiz dan Andara di depan pintu. Sementara, Adinda masih berada di dalam kamar bersama sang suami. Hamiz dan Andara kini sudah berada di ruang tamu ditemani oleh Kyra, Evan dan si kecil Indira.


Pandangan Hamiz menyapu ruangan yang ia tempati hingga akhirnya matanya tertuju pada foto keluarga Adinda.


" Kenapa Om ? " tanya Kyra saat melihat pandangan Hamiz yang fokus pada foto keluarga yang berjumlah 5 orang terdiri dari Adinda, Zaid, Evan, Bagas dan juga Indira.


Hamiz mengalihkan pandangannya kepada Kyra. Tetapi ia sibuk menelaah dan mencari korelasi hubungan antara wanita berhijab di dalam foto itu dengan seseorang yang dikenalnya.


" Mereka itu Ayah dan Bundamu ? " selidik Hamiz.


Kyra mengangguk cepat.


" Sebetulnya mereka itu Om dan Tantenya Kyra. Tapi karena sejak kecil Kyra diasuh oleh Om dan Tante, makanya Kyra ikut-ikutan manggil mereka ayah bunda, seperti panggilan dari anak-anak mereka. Memangnya kenapa sih Om, kayaknya kaget banget lihat foto itu ? " tanya Kyra heran.


" Hem... Rasa-rasanya, aku mengenal mereka " jawab Hamiz.


Apa dia itu ? Ah, bukan... Mungkin saja orang lain. Di dunia ini banyak orang yang mirip


Hamiz menyingkirkan pikiran-pikiran buruk yang bertebaran dalam kepalanya. Ia mencoba menghela nafas, menenangkan dirinya.


" Kyra, mana pacar kamu itu ? "


Suara seorang wanita membuyarkan pikiran Hamiz.


Kyra segera menoleh dan menemukan sang Tante sudah tampil rapi bersama suaminya.


Andara segera menghampiri Adinda dan Zaid kemudian mencium tangan mereka.


" Selamat malam, Tante... Om... " ucap Andara.


" Andara... Sudah lama ya kamu gak main kesini " sahut Dinda sambil tersenyum ke arah Andara.


" Iya, tante... Soalnya Kyra banyak di apartemen sekarang. Pengen deket sama itu " ucap Andara sambil melirik ke arah Hamiz yang masih menundukkan kepalanya.


" Ayo, Om... Kenalan dulu sama ayah dan bunda " ajak Kyra sambil menggandeng lengan Hamiz.


Tepat saat Hamiz mengangkat wajah, baik Adinda, Zaid maupun Hamiz sendiri terperangah. Mereka terdiam, tak pernah menyangka jika dunia ini begitu sempit hingga mereka harus kembali terhubung dalam situasi yang sulit.

__ADS_1


__ADS_2