
Hamiz menatapi Kyra yang kini terduduk di sofa dengan deraian air mata di pipinya. Ingin rasanya ia memeluk kekasihnya itu, namun ia cukup tahu diri. Tentunya sulit bagi Kyra menerima kenyataan bahwa wanita yang pernah hadir di hatinya adalah ibunya sendiri.
Hamiz bergerak mendekati Kyra akan tetapi Adinda berupaya menghalanginya. Ia tidak membiarkan pria itu mendekati keponakannya.
" Sebaiknya Kak Mario pergi ! Biarkan Kyra sendiri, jika perlu lupakan saja Kyra...! Anggap saja kalian tidak pernah saling mengenal. Tentu Kak Mario sudah tahu alalsannya. Dinda harap Kak Mario mengerti posisi kakak " ucap Adinda yang langsung mengena ke hati Hamiz.
Hamiz tak bisa membantah. Ia hanya bisa kembali menatap Kyra yang kini menutupi wajah dengan kedua tangannya. Walaupun Hamiz telah mengatakan semua hal mengenai masa lalunya tetapi Kyra belum tahu jika ibunya lah pengisi hati sekaligus mantan tunangan sang kekasih.
" Baiklah... Aku mengerti. Tentunya sulit bagi kalian melupakan semua yang sudah aku lakukan di masa lalu. Aku meminta maaf atas semua yang pernah aku lakukan. Tapi percayalah, aku tak pernah berpikir untuk mempermainkan Kyra. Aku benar-benar mencintainya dan aku tak pernah menginginkan hal buruk terjadi padanya. Ku mohon ijinkan aku berbicara dengannya untuk terakhir kalinya... " tutur Hamiz lalu meminta agar Adinda mengijinkannya berbicara dengan Kyra.
" Baiklah... Kak Mario boleh bicara dengan Kyra, hanya 5 menit Kak... " ucap Adinda memberi waktu untuk Hamiz dan Kyra berbicara.
Adinda mundur ke tempat sang suami yang sedari tadi hanya mengamati tanpa melakukan interupsi.
Hamiz mendekati Kyra yang masih menutup wajahnya. Hamiz berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Kyra yang kini terduduk di sofa.
" Kyra... Maafkan aku... ! Mungkin kita memang tak sepantasnya bersama. Terima kasih karena kamu telah memberikan warna di hariku selama ini. Terima kasih telah mengisi kekosongan di hatiku, mengisinya dengan cinta hingga aku merasa pantas untuk dicintai. Tapi luka yang ku torehkan terlalu besar hingga aku merasa tak pantas untuk mencintaimu... Kyra, semoga dirimu bahagia... " ucap Hamiz lirih kemudian bangkit dan beranjak meninggalkan ruangan tersebut.
Andara baru saja turun dari tangga saat melihat Hamiz berjalan dengan lesu dari arah ruang kerja dengan pancaran kesedihan di wajahnya.
" Kak... Kakak lihat Kyra gak ? Lho, Kak Hamiz kenapa ? " tanya Andara berjalan mendekati sang kakak.
" Dara... Kita sebaiknya pulang ! " ucap Hamiz sambil meraih tangan Andara.
" Pulang ? Tapi Dara belum ketemu Kyra Kak, terus belum pamitan juga sama Tante Dinda " sahut Andara yang masih merasa bingung.
" Kakak sudah pamitan tadi, ayo kita pulang ! " seru Hamiz lagi.
__ADS_1
" Tapi Kak... " Andara berusaha menolak tapi Hamiz menggeleng lalu menarik tangan Andara.
Menyadari ada sesuatu yang terjadi pada sang kakak, Andara hanya bisa mengikuti langkah Hamiz menuju mobilnya yang terparkir tanpa bertanya.
" Kyra, sayang... Sudah, lupakan saja dia... Dia tidak pantas menjadi pasanganmu " ucap Adinda yang telah duduk di samping keponakannya itu sambil memeluk Kyra.
Kyra menurunkan kedua tangan yang menutupi wajahnya hingga terlihat matanya yang sembab karena terus mengeluarkan air mata.
" Bunda... Apa salah kalau Kyra mencintai laki-laki yang sudah berumur ? " tanya Kyra lirih sambil terisak.
Adinda menggeleng lemah.
" Tidak ada yang salah, Kyra sayang... Hanya saja kamu mencintai orang yang salah. Kak Mario bukan laki-laki baik... "
" Tapi itu dulu Bunda... Dia sudah banyak berubah, dia sudah menyesali semua perbuatannya di masa lalu... " tukas Kyra.
" Kyra bisa jamin dia sudah berubah, Bunda... Kyra yakin hal itu... " Kyra berkilah.
" Kyra... Kamu itu tahu apa ? Kamu itu cuma anak kemarin sore yang baru mengenal cinta sampai-sampai kamu mengesampingkan logika. Sebaiknya lupakan saja dia ! " sanggah Adinda kemudian memberikan perintah.
" Ya... Kyra memang anak baru gede, anak kemarin sore yang baru mengenal cinta. Tapi Kyra punya hati dan hati Kyra gak mungkin bohong. Apapun yang terjadi Kyra akan memperjuangkan cinta Kyra. Kyra gak peduli meskipun ayah, bunda, mami dan papi bahkan seluruh dunia menentang Kyra... " Kyra bangkit dari duduknya.
" Kamu mau kemana ? " tanya Adinda saat melihat Kyra berjalan meninggalkannya.
" Kyra mau perjuangin cinta Kyra " jawab Kyra tegas.
" Kyra, berhenti ! Bunda tidak akan membiarkan kamu menghancurkan diri sendiri dengan mencintainya " seru Adinda menahan amarahnya.
__ADS_1
" Justru Kyra hancur kalau Kyra gak bisa bersama Om Dotengnya, Kyra " tegas Kyra kemudian setengah berlari meninggalkan ruang kerja menuju ke luar rumah.
" Kyra... Kyra... " panggil Adinda namun tak diindahkan oleh Kyra.
" Sudah, Dinda... Biarkan Kyra ! " seru Zaid menahan laju gerak sang istri yang akan menyusul Kyra.
" Tapi, Mas... Kyra... "
" Sayang... Apa yang dikatakan oleh Kyra itu benar. Bisa saja Mario sudah berubah. Aku bisa melihat jika Mario benar-benar tulus mencintai Kyra " ucap Zaid membuat Adinda melebarkan matanya. Ia tak percaya jika sang suami justru membela laki-laki yang sudah dicap sebagai penjahat wanita di keluarganya.
" Mas kenapa malah belain Kak Mario sih ? Apa Mas lupa yang dulu dia lakukan pada Kak Tiwi ? " cecar Adinda kesal, Adinda melepaskan cekalan tangan sang suami di lengannya sambil menekuk wajahnya.
" Sayang... Mas tidak lupa hal itu. Mas juga marah dan kesal mengingat kejadian itu. Tapi setiap orang kan bisa berubah. Dan Mas bisa lihat dari tatapan matanya pada Kyra kalau dia benar-benar tulus " jelas Zaid lantas ia melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
" Sayang... Tuhan saja Maha Pemaaf, lalu mengapa kita tidak bisa memaafkan. Padahal sang maha pencipta saja mau memaafkan. Bukankah kita begitu sombongn karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan tetapi tidak mau memaafkan kesalahan orang lain... " tambah Zaid lagi sambil menempelkan dagunya di bahu sang istri yang masih dalam mode kesal.
Huft ...
Adinda menghela nafasnya, ia memikirkan ucapan sang suami.
" Lalu kita harus apa, Mas ? Kendati kita memaafkan Kak Mario dan mengijinkannya berhubungan dengan Kyra. Belum tentu Kak Tiwi dan Kak Farhan setuju dengan kita " ucap Adinda risau.
" Jika mereka benar-benar saling mencintai, biarkan mereka berjuang mengalahkan halangan dan rintangan dalam kisah cinta mereka. Ingat sayang, setiap orang berbeda jalan cerita hidupnya. Semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Walaupun Pertiwi dan Farhan melarang tapi jika mereka sudah digariskan berjodoh tidak ada satu orang pun yang bisa menentangnya " jelas Zaid kemudian.
Sementara itu, Kyra telah berada di luar rumah. Ia mengejar mobil milik Hamiz yang baru saja melaju.
" Om... Om Doteng tunggu ! " teriak Kyra sambil terus berlari mengejar mobil milik Hamiz yang kini sudah berada di luar pagar.
__ADS_1
" Kak... Berhenti ! Itu Kyra Kak... " ucap Andara saat melihat ke arah belakang mobil, melihat sahabatnya itu berlari mengejar mobil yang dikemudikan Hamiz.