
Kyra tak lagi dapat berkilah. Ucapan maminya itu memang benar. Mau tidak mau, cepat atau lambat ia memang harus memperkenalkan Hamiz kepada sang ibu.
Kyra menghela nafas dalam-dalam lalu menghembusnya.
" Iya, mi... Nanti Kyra bilang sama Om Doteng supaya ketemu sama Mami dan Papi " ucap Kyra dengan berat hati.
" Oke... Mami tunggu ! " sahut Pertiwi.
" Kyra ke kamar dulu ya, Mi... Pi... " pamit Kyra sambil berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai 2.
Sepeninggal Kyra,
" Mi... Kenapa sih Mami ngebet banget mau ketemu pacarnya Kyra ? " selidik Farhan.
" Mami cuma mau tahu aja, Pi... Mami masih penasaran, sama orang yang ada di foto waktu itu. Mami harap pikiran mami itu salah. Dia bukan laki-laki brengsek itu " jawab Pertiwi.
Farhan hanya memperhatikan sang istri tanpa ingin mengomentari apapun. Entah apa yang akan terjadi jika Pertiwi dan Hamiz akhirnya bertemu.
" Pi... Papi kenapa ? Kok malah ngelamun gitu sih ? " tanya Pertiwi yang keheranan karena sang suami tak menghiraukannya.
" Gak apa-apa, Mi... Papi cuma mikir, kalau laki-laki yang jadi pacarnya Kyra itu memang dia... Lalu ... "
" Mami gak akan pernah setuju. Lebih baik Kyra tidak memiliki kekasih saja daripada harus bersama orang brengsek itu... " ucap Pertiwi dengan tegas dan lantang.
" Walaupun itu akan menyakiti hati Kyra ? " pancing Farhan.
" Lebih baik Kyra sakit sekarang, daripada sakit belakangan... Lagian Papi nih ada-ada aja deh. Masa sih Kyra sama laki-laki itu, kayak gak ada laki-laki lain aja " pungkas Pertiwi.
Sayangnya... Kyra memang bersama lelaki itu. Lelaki yang kamu benci, lelaki yang pernah menorehkan luka begitu dalam dan perih di hatimu...
Bagaimana caranya agar dirimu merestui hubungan mereka. Aku hanya bisa berharap Tuhan melembutkan hatimu...
Ucap Farhan dalam hatinya.
Farhan memandangi sang istri dengan intens lalu menghembus kasar nafasnya. Ia tahu betul bagaimana perasaan sang istri yang sampai sekarang masih membenci serta belum bisa memaafkan Mario. Belum lagi perasaan Kyra, sang putri yang begitu mencintai Hamiz yang merupakan orang yang sama yang dibenci sang ibu.
__ADS_1
COMPLICATED !!
Satu kata yang muncul di dalam benak Farhan mengenai keadaan mereka saat ini. Rumit dan juga pelik. Entah kekacauan apa yang akan terjadi jika akhirnya Pertiwi bertemu dengan Hamiz sebagai kekasih putri mereka.
*******
Kyra dan kedua orang tuanya telah bersiap. Mereka akan datang sebagai tamu undangan di pesta pertunangan anak kerabat orang tuanya.
" Ini undangan siapa sih, Mi ? " tanya Kyra yang terlihat malas untuk ikut bersama orang tuanya.
" Undangan Tante Susan, sayang ! Dulu kamu suka main sama anaknya ini. Malahan kami pernah berniat menjodohkan kamu dengan anaknya itu. Tapi ternyata kalian memang tidak berjodoh " ucap Pertiwi mengenang masa lalu.
" Ck... Emangnya jaman sekarang, masih musim ya dijodoh-jodohin " cebik Kyra merasa tak suka dengan kebiasaan sang ibu yang senang sekali menjodohkan anak-anaknya.
" Diih... Ngambek... !! Sayang, itu kan cuma keinginan kami dulu. Lagi pula Mami tahu kok kalau kamu bisa mendapatkan jodohmu sendiri, makanya kami tidak serius membahasnya " jelas Pertiwi sambil mengusap bahu sang anak.
" Tapi, ku dengar mereka menjodohkan anak mereka sekarang... " ujar Farhan.
" Iya sih Pi... Mami juga denger-denger begitu. Tapi ya sudahlah... Itu urusan keluarga mereka, bukan urusan kita..." sahut Pertiwi menyudahi pembicaraan mereka karena kini mereka telah sampai di luar gedung ball room yang sudah ramai dengan tamu undangan.
" dr. Fabian Adyaksa... Kok perasaan kayak kenal sih " gumam Kyra sambil membaca tulisan yang ada dalam karangan bunga itu.
" Kenapa sayang ? " tanya Pertiwi sambil membalik badannya karena Kyra malah berhenti di depan karangan bunga yang berderet rapi di sepanjang koridor ball room.
Kyra menghampiri sang ayah dan sang ibu yang dengan setia menunggunya sebelum masuk.
Kyra dan kedua orang tuanya menjadi sorotan para tamu undangan yang ada. Kedua orang tua Kyra memang terkenal. Sang ayah merupakan seorang pengusaha sukses serta sang ibu yang merupakan seorang dokter juga pemilik rumah sakit membuat mereka begitu dihormati. Selain itu, mereka juga memiliki putra dan putri yang rupawan dengan kelebihan uang dimiliki masing-masing.
Kyra berjalan di sisi sang ibu, sementara sang ayah berjalan mengekori kedua wanita yang begitu dicintainya. Hingga akhirnya, Kyra melihat dengan jelas siapa yang menjadi pemeran utamanya pada pesta kali ini.
Deg...
Fabian dan Kyra beradu pandang. Fabian nampak begitu canggung, sementara Kyra menatap nyalang kepada laki-laki yang mengenakan tuxedo hitam itu.
" Selamat atas pertunangan Kakak... Semoga Kakak bahagia. Ah, satu lagi... Keputusan sudah kakak ambil, semoga kakak tahu konsekuensinya ! " sindir Kyra sambil menjabat tangan Fabian dan tunangannya kemudian berlalu dari hadapan keduanya.
__ADS_1
Kyra berjalan menuju taman, melihat Fabian tadi membuatnya kehilangan selera makan. Oleh karena itu ia memilih menepi di taman. Kyra berpikir dan menimbang untuk menceritakan yang terjadi saat ini kepada Andara, sahabatnya.
Melihat Fabian bersanding dengan wanita lain, membuat Kyra kesal bukan main.
" Dasar Kak Fabian, cowok gatel... Kalau udah mau tunangan, ngapain sih masih deketin Andara. Dih pengen gue bejak-bejak kepalanya ! " gerutu Kyra sambil mengepalkan tangannya.
" Ah... Apa gue kasih tahu aja Andara tentang cowoknya itu ? Tapi... Kalau dia sedih gimana ? " ucap Kyra berbicara dengan dirinya sendiri. Kyra tak bisa membayangkan rasa sakit yang akan dirasakan oleh sahabatnya itu.
Ah, bodo amat... Gue gak suka dibohongin... Lebih baik Andara tahu daripada terus berharap sesuatu yang tidak mungkin.
Kyra merogoh ponselnya yang ada dalam tas jinjingnya. Baru saja Kyra menekan tombol pada ponselnya, sebuah tangan dengan segera merebut ponselnya.
Kyra menatap tak percaya... Fabian kini berada di hadapannya dengan tangannya yang memegang ponsel milik Kyra.
" Balikin Kak... ! " seru Kyra sambil mengulurkan tangannya.
Fabian menggeleng,
" Tidak, sebelum kamu mendengarkan penjelasanku " sahut Fabian.
" Penjelasan apalagi, Kak... ? Semuanya udah jelas kok... Beruntung Kyra tahu belangnya Kak Fabian, jadi Kyra bisa minta Andara tinggali kakak sebelum semuanya terlanjur... " timpal Kyra.
" Kasih aku satu menit untuk menjelaskannya... " Pinta Fabian memohon.
" Oke... Tapi Kakak harus bisa kasih jawaban yang masuk akal " ucap Kyra menatap tajam ke arah Fabian.
Fabian menelan salivanya susah payah, kemudian ia menceritakan segalanya kepada Kyra. Bahkan Fabian pun mengatakan jika Andara sudah mengetahuinya dan bersedia menerimanya.
" Lalu, apa yang akan Kakak lakukan sekarang ? " tanya Kyra pada Fabian.
" Aku akan mencari cara agar pertunangan ini batal... Dan aku akan segera menikahi Andara ! " tegas Fabian.
" Lalu tunangan Kakak itu ? " tanya Kyra.
" Dia sudah tahu jika perjodohan kami itu hanyalah pura-pura. Kami bersedia karena menghormati keinginan orang tua kami saja " jelas Fabian.
__ADS_1