Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 58


__ADS_3

Kyra kini berada di sebuah butik bersama sang ibu dan juga sang tante. Mereka tengah fitting pakaian untuk pernikahan Kyra.


Kyra tampak cantik dengan menggunakan kebaya berwarna coklat. Pertiwi menatap Kyra dengan intens. Ia tak pernah menyangka akan melepas putri kesayangannya secepat ini dengan calon pendamping seseorang dari masa lalunya.


" Mi... Mami kenapa ? " tanya Kyra saat menyadari sang ibu menatapinya.


Pertiwi tersenyum lalu beranjak untuk memeluk Kyra.


" Mami tak pernah berpikir untuk melepasmu secepat ini... Kyra sayang... Janji sama Mami kalau Kyra akan selalu bahagia ya ! " seru Pertiwi sambil membelai rambut Kyra.


Kyra mengangguk,


" Kyra janji Mi, Kyra akan selalu bahagia. Mami tolong doain Kyra supaya Kyra selalu bahagia seperti yang Mami dan Papi harapkan " ucap Kyra membalas pelukan sang ibu.


" Kalau aja... " Pertiwi menghentikan ucapannya.


" Mi... Please deh, jangan ungkit lagi masalah siapa yang jadi pendamping Kyra " ucap Kyra seolah dapat membaca pikiran sang ibu.


" Yang penting Om Doteng tulus mencintai dan sayang sama Kyra. Dan Kyra pun begitu... Kyra yakin apapun cobaan dan rintangan yang datang, kami bisa menghadapinya. Jadi tolong dukung kami, Mi... " sambung Kyra lagi.


Pertiwi tersenyum, ia bahagia karena sang putri bisa berpikiran dewasa. Justru dirinyalah yang kini merasa malu karena sempat berpikir kekanakan mengenai hubungan Kyra dan Hamiz.


Adinda tersenyum simpul melihat kebersamaan antara Pertiwi dan Kyra.


" Sudah... Sudah... Yang lalu biarlah berlalu. Mulai sekarang kita sambut asa yang baru. Semoga kita semua selalu dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan dalam berumah tangga " ucap Adinda sambil memeluk kakak dan juga keponakannya.


" Aamiin... " sahut Pertiwi dan Kyra serempak.


Sementara itu, Hamiz yang juga sedang fitting pakaian pengantin didampingi oleh Andara dan Fabian.


" Wah... Kak Hamiz ganteng banget " puji Andara saat melihat sang kakak dalam balutan jas berwarna coklat.


" Pantesan aja Kyra sampai klepek-klepek gitu " tambah Andara lagi memandang kagum sang kakak.


Hamiz tersenyum sumringah mendengar pujian sang adik. Sementara Fabian sedikit menekuk wajahnya karena sedari tadi Andara tidak memperhatikannya.


" Lho kak Bian kenapa sih ? " tanya Andara saat melihat Fabian.


" Gak apa-apa " jawab Fabian singkat.


" Oh gak apa-apa. Ya udah, kalau gitu Dara cobain baju dulu ya " sahut Andara tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Fabian hanya bisa menatap punggung Andara yang sudah masuk ke dalam ruang ganti.

__ADS_1


" Hah... " gumam Fabian sambil menghembus nafasnya.


Hamiz yang sejak tadi melihat Fabian hanya tersenyum.


" Sudah, Bian... Kamu kan tahu sendiri, gimana Andara " ucap Hamiz.


" Ya, Dara memang selalu menomor satukan Kakak... " cebik Fabian tak terima.


Hamiz tertawa kecil.


" Tentu saja begitu, aku ini kan kakaknya. Sudah jangan cemburu begitu. Toh sebentar lagi Dara jadi milik kamu seutuhnya. Jadi tolong kamu jaga dan cintai Andara selalu ! " seru Hamiz sambil menepuk bahu Fabian.


Fabian mengangguk paham. Selang berapa lama tirai kamar ganti terbuka dan menampilkan Andara dalam balutan gaun pengantin yang senada dengan jas milik Hamiz dan Fabian.


Fabian meneguk salivanya susah payah. Ia seperti terhipnotis dengan kecantikan yang dipancarkan oleh Andara.


Ya ampun... Baru nyobain baju aja udah cantik begini. Apalagi nanti pas hari H...


Batin Fabian.


Matanya tak berkedip sedikitpun memandang calon istrinya itu.


" Ehem... " dehem Hamiz sambil menyiku lengan Fabian.


Fabian seketika tersadar, lalu mengusap tengkuknya sambil tersenyum malu.


" Ish... Mana bisa begitu " tukas Hamiz memandang Fabian.


" Please Kak... Udah gak tahan nih " bujuk Fabian.


Hamiz mentoyor jidat Fabian.


" Kamu nunggu sebentar aja gak tahan " cibir Hamiz.


" Siapa bilang sebentara kak ? 14 tahun lho, aku nungguin Andara " ralat Fabian.


" 14 tahun itu penantiannya, dari bertemu Andara sampai sekarang memang berapa lama ? Aku aja harus menunggu sampai puluhan tahun baru menikah " sahut Hamiz.


" Ih, itu mah kakak... Bian mana bisa tahan " celetuk Fabian asal.


" Kalian berdua lagi apa sih ? " tanya Andara heran melihat kakak dan calon suaminya itu tengah berbisik-bisik.


" Coba kamu tanya sama calon suamimu ini " titah Hamiz, lalu berjalan ke samping Andara.

__ADS_1


" Ada apa Kak ? " tanya Andara penasaran.


Fabian terlihat salah tingkah, hingga kemudian ia menghampiri Andara dan Hamiz.


" Sayang... Aku ada rencana baru tentang pernikahan kita. Gimana kalau akad nikahnya kita langsungkan saja bersama akad nikah Kak Hamiz dan Kyra. Jadi kan bisa sekalian kumpul bareng keluarga kita " tawar Fabian.


" Tapi... Nanti Mama dan Papa gak setuju, Kak. Mereka kan sudah merencanakan acara kita " tukas Andara.


" Gampang masalah itu. Nanti aku akan membicarakannya dengan Mama dan Papa " timpal Fabian.


" Tapi kan harus ngomong juga sama keluarganya Kyra, Kak... " sahut Andara lagi.


" Iya, nanti aku juga bilang sama Tante Tiwi dan keluarganya " ucap Fabian menenangkan.


" Kak Hamiz gak keberatan kan kalau pernikahan kita dilangsungkan bersama ? " tanya Andara menatap sang kakak.


" Kenapa kakak harus keberatan ? Justru kakak bahagia, hari bahagia untuk kita dirayakan bersama-sama. Kakak juga yakin jika Kyra tidak akan keberatan " jawab Hamiz.


" Tuh sayang denger kan ! Gak sabar deh nunggu hari H nikah sama kamu " ucap Fabian dengan seringai di wajah tampannya.


Fabian meminta kepada orang tuanya agar memajukan akad nikahnya dengan Andara berbarengan dengan akad nikah antara Hamiz dan Kyra.


Orang tua Fabian menyambut dengan baik usulan dari Fabian. Mereka segera menghubungi Pertiwi dan Farhan untuk mengemukakan rencana mereka. Pertiwi dan Farhan pun menyetujuinya, hal ini dilakukan untuk mengefesienkan waktu. Dan akhirnya tercapailah kesepakatan dimana pernikahan mereka digelar di hari yang sama.


Kedua pasangan calon mempelai dilarang untuk bertemu hingga hari pernikahan mereka. Mereka disibukkan dengan berbagai acara sebelum melangsungkan akad nikah. Walau bukanlah waktu yang lama bagi mereka untuk tidak bertemu, namun kerinduan semakin membuncah tatkala mereka memikirkan pasangan masing-masing.


" Mi... Kyra boleh dong video call sama Om Doteng... Kyra kangen banget nih ! " rajuk Kyra.


" Astaga Kyra... ! " ucap Pertiwi sambil menepuk jidatnya.


" Tidak boleh, sayang. Sabar dong, kan besok lusa juga ketemu. Malahan tiap saat bisa ketemu, berduaan terus lagi " goda sang ayah.


" Ish... Papi ! Kyra kangen malah digodain ! " gerutu Kyra mengerucutkan bibir.


Farhan terkekeh melihat tingkah sang anak,


" Dulu waktu Papi sama Mami menikah, kayak Kyra juga ? " tanya Kyra polos.


Farhan seketika menghentikan kekehannya lalu memandangi sang istri. Pertiwi tertawa melihat perubahan sikap sang suami.


" Kyra sayang, pernikahan antara Papi dan Mami awalnya tak semulus yang terlihat. Tapi kami berkomitmen untuk membangun rumah tangga yang indah dan bahagia. Itu terbukti dengan memiliki anak seperti kamu dan Farel. Kalian berdua adalah kebahagiaan terbesar bagi kami.


Kyra pun kemudian menghambur memeluk kedua orang tuanya.

__ADS_1


Tungguin acara weddingnya, Kyra dan Hamiz ya !


Saat-saat menuju end... Jangan lupa dukungannya ya bebs 🙏🤗 Love you all 😘😘


__ADS_2