Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 52


__ADS_3

Andara menghubungi Kyra, ia menceritakan rencana lamarannya dengan Fabian yang akan dilaksanakan hari Sabtu ini. Andara juga meminta bantuan Kyra dan Tante Dinda serta Om Zaid untuk datang sebagai keluarga dari pihak Hamiz. Toh menurut Andara, keluarga Adinda pun akan segera menjadi keluarganya jika kelak Kyra dan Hamiz menikah.


Kyra kemudian mengatakan permintaan Andara kepada Adinda dan Adinda bersedia untuk hadir dalam acara lamaran Andara. Bagi Adinda, Andara tak hanya sahabat dari Kyra. Ia juga sudah menganggap Andara selayaknya keluarga sendiri.


" Bunda... Kyra boleh ya ikut ke rumah Andara nanti. Kyra juga kan mau lihat lamaran Andara. Boleh ya, Bunda... Please bilang sama Mami Tiwi supaya ijinin Kyra ikut " mohon Kyra.


" Kyra sayang... Jangan memaksa ! " seru Adinda.


" Tapi Bunda... Mana mungkin di hari bahagia Andara, Kyra gak datang... Ayo dong Bunda, bilang sama Mami... " rengek Kyra.


" Kyra... Jangan paksa Bunda. Kamu tahu sendiri kan bagaimana Mamimu itu. Apalagi Mamimu sudah mewanti-wanti agar kamu tidak bertemu dengan Om Doteng kamu itu. Sabar sayang... Tidak butuh waktu lama lagi dan kalian akan segera bersama " tolak Adinda sambil mengelus rambut Kyra.


" Atau kita gak usah bilang aja sama Mami... Kita rahasiain aja " ucap Kyra.


Adinda menggeleng,


" Nanti kalau Mami Tiwi tahu yang sebenarnya, urusannya lebih repot. Sudah, kita cari aman saja ya sayang ! " putus Adinda.


Kyra merengut, ia tak tahu harus bagaimana lagi. Ia tahu jika semua yang dikatakan oleh sang tante itu benar. Kyra menghela nafas panjang lalu menjatuhkan diri di atas sofa. Pikirannya terus mencari cara agar bisa menghadiri acara lamaran Andara. Hingga akhirnya, ia mendapatkan ide untuk menghubungi sang ayah.


Segera Kyra menghubungi sang ayah. Ia menekan nomor ponsel sang ayah lalu menunggu sang ayah mengangkat panggilan.


" Papi... " rengek Kyra dengan manja saat panggilannya terhubung.


" Hei, anak Papi kenapa lagi hem... ? " tanya Farhan yang meski tengah sibuk dengan beberapa berkas di tangannya tetap menyempatkan diri menjawab panggilan sang putri.


" Pi... Dara mau lamaran hari sabtu ini " cerita Kyra.


" Terus... " Farhan memancing Kyra.


" Kyra mau datang ke acara lamarannya Andara. Boleh ya, Pi... Please !! " mohon Kyra.


Farhan menyimpan berkas di tangannya ke atas meja.


" Kyra... Kamu kan sedang dalam masa ujian Mami. Kamu tidak bisa bertindak semau kamu. Kalau Mami tahu, bisa-bisa kamu dan Hamiz tidak akan pernah bersama. Apa kamu menginginkan hal itu ? " tutur sang ayah.

__ADS_1


" Sudahlah sayang tidak apa. Yang penting di hari pernikahan Andara, kamu bisa menghadirinya. Atau mungkin justru kamu yang lebih dulu menikah " goda Farhan.


Kyra mengangguk mengerti.


" Ya, udah Pi... Kalau gitu, Kyra di rumah aja. Kyra minta tolong Bunda Dinda aja supaya bisa siaran langsung " ucap Kyra pasrah.


" Memangnya Bunda Dinda hadir ? " tanya Farhan heran.


" Iya, Pi... Tadi Andara minta tolong supaya Bunda Dinda sama Ayah Zaid bisa hadir, karena mereka kan gak punya saudara lagi " jawab Kyra apa adanya.


" Baiklah... Kalau Bunda dan Ayah ikut, mungkin Papi bisa membantumu agar bisa hadir di acara Andara "


" Beneran, Pi... ? " tanya Kyra antusias.


" Hem... Kamu tunggu saja kabar baik dari Papi " jawab Farhan.


" Yeay... Thank you Papi ! You are the best. I love you, Papi... " sorak Kyra lalu menutup panggilan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Andara sudah tampil cantik dengan balutan gaun berwarna lilac. Dengan tatanan rambut digerai serta polesan make up tipis membuatnya terlihat cantik natural. Sementara Hamiz memakai kemeja berwarna senada dengan gaun milik Andara dipadu dengan celana berwarna hitam. Ia terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya.


Adinda dan Zaid turun dari dalam mobil diikuti oleh Evan dan juga Indira. Hamiz dan Andara menyalami mereka, kemudian mengajak mereka masuk ke dalam.


" Sebentar Kak... " ucap Adinda kemudian kembali menuju mobil. Tak lama Adinda kembali dengan menggandeng Kyra.


" Kyra... " pekik Andara tak percaya.


Deg...


Hamiz yang sedang berbincang dengan Zaid setelah mendengar sang adik menyebut nama gadis yang ia cintai seketika menoleh ke arah Adinda. Ia tertegun saat melihat gadis yang dirindukannya selama ini kini berada di hadapannya. Bahkan Kyra terlihat sangat cantik dengan mengenakan dress berwarna merah muda dengan rambut yang dikepang. Sederhana namun terlihat anggun.


" Ehem... Ehem... " dehem Adinda saat Hamiz tak mengalihkan pandangannya dari Kyra.


" Duh... Yang udah kangen setengah mati, sampai gak ngedip-ngedip " goda Adinda menahan tawa.

__ADS_1


Hamiz mengusap tengkuknya menyembunyikan kegugupannya. Sementara Kyra hanya mengulum senyum padahal jauh di lubuk hatinya merasa sangat bahagia bisa bertemu secara langsung dengan pria yang sangat ia cintai.


" Kyra... Seneng banget kamu bisa datang " ucap Andara sambil memeluk Kyra.


" Ya... Aku juga seneng bisa kesini. Untung Papi ngijinin aku buat dateng meskipun harus rahasiain ini dari Mami " sahut Kyra membalas pelukan Andara.


Hamiz tersenyum melihat kedekatan antara sang adik dan sang kekasih.


Andara segera mengajak Kyra masuk ke dalam. Diikuti oleh keluarga yang lain. Tak berselang lama keluarga Fabian pun tiba.


Acara silaturahmi serta lamaran pun berlangsung lancar tanpa ada kendala. Mereka memutuskan akan melangsungkan akad nikah Fabian dan Andara satu bulan mendatang. Sedangkan resepsi akan digelar pada saat liburan semester.


Setalah acara selesai, dilanjutkan dengan acara makan bersama. Kyra sebenarnya ingin berdekatan dengan Hamiz, namun ia sudah berjanji kepada sang ayah agar menjaga jarak untuk sementara waktu.


Seolah paham jika sang kekasih tengah terpaksa menjaga jarak, Hamiz pun tak berusaha untuk mendekati sang kekasih. Meskipun begitu, pandangan mata mereka menyiratkan kerinduan yang sangat besar saat beradu pandang. Walaupun tanpa berkata apapun tetapi mereka tahu betapa besarnya cinta yang ada dalam hati mereka.


" Kyra... Ayo kita pulang, nak ! " seru Adinda mengingat seluruh rangkaian acara telah selesai dan keluarga Fabian pun sudah meninggalkan kediaman Hamiz.


Kyra mengangguk,


" Kyra pamitan dulu sama Dara ya, Bunda " ucap Kyra kemudian menuju kamar Andara yang berada di lantai atas.


" Iya... Jangan lama-lama ya sayang. Kami tunggu di mobil ya " seru Adinda lagi lantas keluar dari rumah menyusul Zaid dan kedua anaknya yang sudah berada di dalam mobil.


" Dar... Gue pulang dulu ya ! Sekali lagi selamat atas peresmian hubungan kalian. Semoga niat baik kalian dilancarkan sampai hari H " ucap Kyra sambil memeluk Andara.


" Thanks ya, Ra... Semoga kamu dan Kak Hamiz secepatnya menikah... Semoga Tante Tiwi segera memberikan restu pada kalian berdua " harap Andara.


" Aamiin... " sahut Kyra sambil mengangkat kedua tangannya lalu mengusapkan telapak tangan ke wajahnya.


Kyra bercipika cipiki dengan Andara kemudian keluar dari kamar Andara dengan diantar oleh Andara hingga menuju mobil.


Andara dan Hamiz mengucapkan terima kasih kepada Adinda dan keluarganya karena telah berkenan hadir.


Sebelum memasuki mobil, Kyra sempat melirik Hamiz. Tangan mereka sempat bertaut sebelum akhirnya Kyra masuk ke dalam mobil meski rasanya tak rela melepaskan tautan tangan mereka.

__ADS_1


Aku akan selalu menunggumu, tanpa batasan waktu. Karena aku yakin jika kamu memang tercipta hanya untukku.


Batin Hamiz sambil mengangkat tangan dan melambaikannya. Sementara sang kekasih pun melambaikan tangannya sebelum kaca jendela menutup dan mobil yang dikendarai oleh Evan melaju "


__ADS_2