Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 23


__ADS_3

Andara kembali dengan membawa sebotol air mineral untuk pria yang tadi ditolongnya. Sayangnya, saat ia kembali tidak ada seorang pun disana.


" Lho... Cowok yang tadi kemana ya ? " Andara bertanya-tanya.


" Maaf mba, cari siapa ? " tanya seorang security.


" Bapak lihat tadi ada cowok duduk disini gak ? " tanya Andara.


" Gak ada, mba... " jawabnya.


" Beneran gak ada, Pak ? " selidik Andara.


" Bener, Mba. Lagian disini kan jarang dilewatin orang kalau malam... " tambahnya.


Andara langsung merinding saat mendengar jawaban security itu.


Iih... Jangan-jangan yang tadi itu... Hih...


" Ya udah pak... Makasih ya " ucap Andara kemudian segera pergi. Ia menuju kamar rawat Kyra.


Setelah Andara pergi, security yang tadi menuju lift kembali.


" Darimana sih ? " tanyanya.


" Itu ngasih tanda rusak di lift ujung. Tadi dokter Fabian kejebak didalam lift " jawab sang rekan yang baru kembali.


" Oh, jadi tadi dokter Fabian disini ? Pantesan tadi ada cewek yang nyariin tapi dokter Fabiannya udah gak ada " sahut rekannya.


Andara setengah berlari menuju ruangan Kyra. Setelah sampai, ia bergegas masuk. Lalu segera mendudukkan diri di sofa. Air mineral yang tadi dibelinya, ia buka dan segera meminum isinya hingga tandas.


" Kamu kenapa Dar ? " tanya Hamiz sambil menghampiri sang adik yang masih mencoba mengatur nafasnya. Sementara Kyra telah tertidur karena pengaruj obat yang diminumnya.


" Habis ketemu setan, kak. Ih, serem... " jawab


Andara sambil bergidik.


" Ck... Kamu tuh kebanyakan nonton film horor " sahut sang kakak tak percaya.


" Beneran Kak... Tadi Dara tolongin orang di lift terus Dara tinggal buat beli minum. Pas Dara balik, orangnya udah gak ada. Dara tanyain security eh katanya gak ada orang disitu " jelas Andara.


" Mungkin orangnya udah pergi sebelum securitynya datang " tukas Hamiz.


" Masa sih ? " ucap Andara heran.


" Udah, udah gak usah dipikirin. Mendingan kamu istirahat ! " seru Hamiz.


Andara mengangguk, lantas berbaring di sofa.

__ADS_1


" Terus kakak tidur dimana ? " tanya Andara sambil melihat sekeliling.


" Kakak jagain Kyra disana " ucap Hamiz sambil menunjuk kursi yang ada di samping ranjang Kyra.


" Yakin kakak mau disitu ? " tanya Andara mengernyitkan kening.


Hamiz hanya mengangguk.


" Doa dulu sebelum tidur ! " titah Hamiz pada Andara sebelum akhirnya ia kembali duduk di kursi di samping Kyra yang sudah tertidur lelap.


Andara memperhatikan sang kakak yang kini duduk sembari memegang tangan Kyra.


So sweet banget sih... Semoga kalian berdua bisa bersatu ya Kak


Harap Andara sebelum akhirnya memejamkan matanya.


Kyra mengerjapkan matanya, ia merasakan sesuatu yang berat menindih tangannya. Kyra melihat ke samping. Rupanya sang kekasih hati berada di sampingnya semalaman. Kepala Hamiz tertelungkup di tepian ranjang sambil mengenggam tangannya.


Kyra tersenyum, perlahan ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Hamiz. Tangan Kyra kemudian terulur mengelus kepala Hamiz.


Merasakan sentuhan di kepalanya, membuat Hamiz terjaga. Ia kemudian membuka mata dan melihat wajah Kyra dengan senyuman menyambutnya.


" Kamu sudah bangun ? " tanya Hamiz dengan suara khas orang bangun tidur lantas menegakkan posisi duduknya sambil mengusap wajah.


Kyra tak lepas menatap wajah Hamiz yang baru saja bangun tidur.


Hamiz bergerak menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara di sofa Andara baru saja terbangun, ia menggeliat sambil sesekali menguap.


Andara mengangguk sambil menegakkan dirinya. Ia melakukan beberapa peregangan pada tangan dan pinggangnya.


Setelah Hamiz keluar dari kamar mandi, kini giliran Andara yang masuk ke kamar mandi.


Langkah kaki terdengar memasuki kamar Kyra. Seorang dokter dan seorang perawat datang untuk memeriksa keadaan Kyra.


" Jadi Kyra udah boleh pulang kan dok ? " harap Kyra sambil melihat ke arah dokter jaga dan perawatnya.


Hamiz dengan setia mendampingi Kyra.


" Kondisi anda sudah stabil, akan tetapi keputusan boleh pulang atau tidak tergantung pada dokter yang menangani anda. Kemungkinan nanti siang dokternya visit " jawab sang dokter dengan ramah.


" Kalau begitu, kami permisi ! " pamitnya undur diri dari hadapan Kyra dan Hamiz.


Keduanya kemudian berjalan menuju pintu. Akan tetapi pada saat sang dokter melewati kamar mandi, bersamaan dengan itu Andara keluar dari kamar mandi. Andara berjalan tanpa melihat ke depan, alhasil Andara menabrak dokter muda tersebut sampai hampir terjatuh. Untunglah reflek dokter muda itu sangat baik sehingga dengan sigap ia menahan tubuh Andara hingga mereka beradu pandang.


Andara membulatkan matanya saat melihat sosok yang menahan tubuhnya.


" Hah... Se...Setan... " pekik Andara kemudian melepaskan diri dari tangan dokter itu yang menopang tubuhnya.

__ADS_1


Andara berlari ke belakang tubuh Hamiz, sementara Kyra dan sang perawat melihatnya dengan wajah bingung.


" Kak... I... Itu setan yang semalam Dara ceritain " bisik Andara pada Hamiz.


Hamiz menaikkan sebelah alisnya, kemudian menahan senyumnya. Sementara dokter muda itu terkejut melihat Andara.


" Maaf nona... Saya... " dokter muda itu menghentikan ucapannya lalu melihat ke arah perawat yang menemaninya.


" Suster... Ada yang harus saya bicarakan disini. Anda boleh kembali lebih dulu ! " serunya pada sang perawat. Perawat itu pun segera keluar dari ruangan Kyra.


" Dara... Mana ada setan pagi-pagi begini. Coba kamu lihat baik-baik " titah Hamiz kemudian menggeser tubuhnya agar Andara bisa melihatnya.


Andara mengamati dengan seksama, dimulai dari kepala hingga akhirnya ia melihat kaki sang dokter.


" Ternyata kakinya napak di lantai. Syukur deh " gumam Andara sambil menghembus nafas lega.


" Maaf nona tadi malam saya belum sempat mengucapkan terima kasih. Sebelum anda kembali, saya sudah kembali ke ruangan saya " jelasnya sambil melihat ke arah Andara.


" Ah iya... Maaf tadi saya pikir anda itu setan... Soalnya pas saya kembali membawa air minum, anda sudah tidak ada disana. Kemudian security mengatakan jika tidak ada satu orang pun disana, makanya saya pikir anda itu... "


" Tidak apa, nona. Saya memakluminya jika anda berpikir seperti itu " selanya sambil tersenyum.


" Ehem... Ehem... " dehem Kyra membuat semua yang berada di dalam ruangan itu menatap ke arah Kyra.


" Kamu kenapa, sayang ? " tanya Hamiz khawatir.


" Om... Om suruh Dara beliin sarapan dong ! " jawab Kyra.


" Aku bisa membeli sarapan sendiri. Biar Andara menemani kamu disini " ucap Hamiz sambil mengelus kepala Kyra.


Kyra memutar bola matanya. Ia kesal karena sang kekasih tidak peka terhadap kode yang dia berikan.


Kyra melambaikan tangannya, meminta Hamiz untuk mendekat lalu berbisik.


" Om... Biar Andara yang beliin, sekalian biar deket sama dokter itu " ucap Kyra sambil berbisik.


Hamiz melirik ke arah dokter muda yang tampan itu kemudian beralih pada Andara. Hamiz kembali menatap Kyra yang menatapnyan dengan tatapan memohon.


" Dara... Tolong kamu beliin kakak kopi sama roti di kantin " pinta Hamiz pada Andara.


" Lho kok Dara sih Kak ? " tanya Andara tak terima.


" Sudah, kamu tolong beliin aja. Kasihan lho kakak kamu ini pasti pegel semalaman duduk disini " ucap Kyra sambil menunjuk kursi yang ada di samping ranjangnya.


" Ck... Iya, iya... Tuan putri " sahut Andara sambil berdecak kesal.


" Dokter bisa kan anterin temen saya ke cafe ? " tanya Kyra to the point sambil melihat ke arah dokter muda itu berdiri.

__ADS_1


" Apaan sih, Ra... Gue bisa sendiri kok. Lagian dokter juga pasti banyak yang harus dikunjungi " tolak Andara.


" Tidak apa nona... Lagi pula jam jaga saya sudah selesai dan Nona Kyra adalah pasien terakhir yang saya kunjungi " tukas dokter muda itu.


__ADS_2