Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D Part 14


__ADS_3

Adinda membuka matanya lebar-lebar saat menatap pria yang tengah digandeng oleh Kyra.


" Kak Mario... " gumam Adinda yang bisa didengar oleh Zaid.


Zaid menatap sang istri yang shock mendapati kenyataan ini. Zaid meraih bahu Adinda kemudian membantu sang istri untuk menguasai diri. Adinda menatap sang suami yang hanya mengangguk tanpa bersuara, kemudian menatap Kyra dan Mario.


Tak berbeda dengan Adinda, Hamiz pun merasa sangat terkejut. Saat ia melihat foto tadi ia bahkan sudah memiliki firasat namun ia berusaha menepiskannya. Dan kini, apa yang ia takutkan justru terjadi.


Kyra sempat merasa bingung karena perubahan air muka antara Adinda, Zaid, juga Hamiz. Akan tetapi ia berusaha untuk mencairkan suasana. Dalam pikiran Kyra, ayah dan bundanya itu hanya terkejut melihat kekasihnya.


" Ayah... Bunda... Ini kenalin Om Dotengnya Kyra yang udah Kyra ceritain itu. Namanya Hamiz, dia ini kakaknya Andara lho, Bun " tutur Kyra sambil menggandeng Hamiz mendekati Adinda dan Zaid.


Zaid mengulurkan tangannya untuk mengusir kecanggungan kali ini.


" Saya Zaid, Om nya Kyra " ucap Zaid.


" Hamiz... " sahut Hamiz sambil membalas uluran tangan dari Hamiz.


" Nah, yang ini Tantenya Kyra, Om... Bunda Adinda yang paling baik " ucap Kyra sambil berdiri di samping Adinda dan bergelayut manja di tangannya.


" Hamiz... " ucap Hamiz sambil mengulurkan tangan pada Adinda.


" Apa kabar kak ? " tanya Adinda menatap tajam pada Hamiz sambil mengulurkan tangannya.


" Kabarku baik, Dinda " jawab Hamiz singkat.


" Lho, bunda udah kenal ya sama Om Doteng ? " tanya Kyra heran karena ternyata Adinda sudah mengenal Hamiz.


Adinda mengangguk, kemudian melihat Hamiz yang tampak salah tingkah.


" Ya sudah, kalau begitu mari kita makan. Nanti keburu dingin makanannya " seru Zaid mencairkan suasana.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi ke ruang makan. Suasana canggung masih tercipta di ruang makan. Tidak banyak interaksi antara Adinda dan Hamiz. Hal ini tentunya membuat Kyra merasa heran karena tidak biasanya sang Tante tak banyak bicara. Padahal tadi pada saat memasak, Adinda begitu antusias ingin bertemu dengan kekasih hati Kyra. Kyra merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Terlebih lagi setelah makan malam, Adinda dan Zaid meminta Hamiz untuk berbicara di ruang kerja Zaid. Sementara Kyra dan Andara menunggu di kamar yang biasa ditempati oleh Kyra.


" Dar... Kira-kira, apa yang diomongin ayah bunda gue ya ? " tanya Kyra sambil selonjoran di atas karpet bulu yang terbentang di lantai.


Andara mengangkat bahunya.


" Ngomongin rencana kalian ke depannya kali. Mungkin ayah bunda lo itu, lagi nodong kakak gue biar cepet-cepet nikahin lo " jawab Andara asal.


" Ih, kalau gitu mah gue mau lah. Tapi kok gue ngerasa ada yang aneh ya " tukas Kyra menebak-nebak.


" Aneh apaan sih Ra ? Kalo lo ngerasa sikap ayah bunda lo agak aneh sama kakak gue, ya wajar aja sih. Secara umur bunda Dinda sama kakak gue kayaknya tuaan kakak gue deh. Nah kalo lo jadi nikah sama kakak gue terus Bunda harus manggil kakak gue apa ? Statusnya sih keponakan tapi umur lebih tua " seloroh Andara sambil terkekeh.


" Ih, lo mah Dar bikin keki tahu ! " timpal Kyra kemudian bangkit menuju pintu.


" E... Eh... Lo mau kemana Ra ? " tanya Andara saat Kyra sydah berada di depan pintu.


" Mau ke ruang kerja ayah... Gue mau tahu apa yang mereka bicarakan bertiga. Lo mau ikut ? "


" Eh... Dasar gak bisa dibilangin tuh anak ! " gerutu Andara.


Kyra kini telah berdiri di depan ruang kerja Zaid.


" Masuk enggak ya ? " Kyra bertanya pada dirinya sendiri sambil meraih knop pintu.


" Ah, mendingan aku tunggu dulu deh didepan sini " ucap Kyra lagi sambil berdiri di depan pintu.


" Maksud Kak Mario apa deketin Kyra ? Mau bales dendam gitu Kak ? " cecar Adinda.


" Maaf, Dinda... Saya tidak tahu jika Kyra adalah anak dari Pertiwi dan Farhan. Lagi pula saya berhubungan dengan Kyra karena kami saling mencintai tidak ada hubungannya dengan masa lalu " sanggah Hamiz.


" Kenapa harus Kyra Kak ? Kak Mario bisa cari perempuan lain. Ada banyak perempuan di luar sana " sahut Adinda.

__ADS_1


Hamiz tak menjawab pertanyaan Adinda. Ia tahu, tentu saja banyak perempuan di luar sana. Tapi entah mengapa Hamiz hanya menginginkan Kyra. Hanya Kyra yang bisa memasuki hatinya, tanpa diundang bahkan tanpa dipersilakan Kyra sudah berhasil menduduki tempat tertinggi di hatinya. Tempat yang telah lama dibiarkan tak bertuan oleh Hamiz.


" Sekarang Dinda mohon, Kak... Tolong tinggalkan Kyra. Demi kebaikan semua " pinta Adinda.


" Apa maksud Bunda meminta Om Doteng meninggalkan Kyra ? " pertanyaan meluncur begitu saja dari mulut Kyra saat ia mendengar permintaan Adinda pada Hamiz.


Kyra sebenarnya berdiri di luar ruang kerja Zaid. Namun karena penasaran, Kyra membuka pintu yang tidak terkunci itu dan mendengar permintaan Adinda pada Hamiz untuk meninggalkannya.


" Kyra... " Adinda segera menghampiri Kyra berusaha memeluk keponakannya itu namun Kyra menepis tangan Adinda.


" Jelasin Bunda ! Kenapa Bunda minta Om Doteng jauhin Kyra ? " tanya Kyra kembali. Ia menatap Tantenya yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri itu dengan tatapan kecewa.


" Kyra... Masih banyak laki-laki selain Kak Mario " ucap Adinda.


" Tapi Kyra maunya Om Hamiz, Om Dotengnya Kyra. Bunda kan tahu apa yang sudah Kyra lakukan untuk mencari, memperjuangkan cinta Kyra. Bunda juga bilang kalau usia tidak masalah. Lalu kenapa sekarang Bunda dengan mudahnya meminta Om Hamiz buat tinggalin Kyra... Kenapa Bunda ? " tanya Kyra dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


" Bunda lakuin ini semua untuk kebaikan Kyra " sahut Adinda sambil menatap Kyra yang berderai air mata.


" Kebaikan Kyra ? Kalau Bunda mau yang terbaik untuk Kyra, Bunda seharusnya tahu kalau cuma Om Hamiz yang paling baik untuk Kyra " tukas Kyra menahan emosi.


" Kamu belum tahu saja siapa sebenarnya pria yang kamu cintai ini " sahut Adinda dengan suara meninggi.


" Kyra tahu Bunda... Kyra tahu semua tentang masa lalu Om Hamiz " balas Kyra yakin.


" Kamu yakin dia sudah memberitahumu semuanya ? " timpal Adinda sambil melirik ke arah Hamiz.


" Baiklah... Kalau begitu kamu harusnya sudah tahu kalau mami kamu adalah mantan tunangan yang sudah dikhianatinya " tambah Adinda lagi yang kini justru membuat Kyra tersentak.


" A ... Apa ? Mami mantan tunangan Om Hamiz ? Jadi, perempuan yang Om cintai itu Mami Pertiwi ? " racau Kyra kemudian Kyra menjatuhkan dirinya, terduduk di sofa.


Kyra masih tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Adinda. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya.

__ADS_1


__ADS_2