Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 30


__ADS_3

Papi... Papi... merestui hubunganmu dengannya " ucap Farhan menatap lekat Kyra.


Kyra terkesiap, matanya melebar. Sungguh, ia tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut sang ayah.


" Ma... Maksud Papi... ? " tanya Kyra lagi, ia ingin meyakinkan kembali jika yang diucapkan oleh sang ayah itu benar adanya.


Farhan menarik sang putri hingga masuk ke dalam dekapannya.


" Iya... Kyra sayang... Papi merestui hubunganmu dengan Hamiz " jelas Farhan lagi.


Seketika air mata Kyra jatuh, ia memeluk erat sang ayah.


" Terima kasih, Papi... Terima kasih ! " ucap Kyra penuh haru.


Farhan mengusap kepala Kyra, air matanya pun kini lolos sudah.


" Papi harap kamu bahagia, sayang... " harap Farhan sambil membelai rambut Kyra.


Lama keduanya saling memeluk, hingga akhirnya terdengar bunyi dari perut Farhan.


Kruuk...kruuk...


Kyra melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata di wajahnya juga di wajah sang ayah.


" Papi lapar ? " tanya Kyra menautkan alisnya.


Farhan mengangguk


" Ya... Tadi Papi langsung berangkat kemari setelah menelpon Om Zaid " jelas Farhan.


" Kenapa Papi telpon ayah Zaid ? " tanya Kyra heran.


" Untuk menanyakan hubunganmu dengan Om Dotengmu itu " jawab Farhan sambil mencubit hidung Kyra dengan gemas.


" Papi jauh-jauh datang hanya untuk memastikannya ? " tanya Kyra terbersit rasa bersalah karena membuat sang ayah harus terbang ratusan km ke tempatnya.


" Maafin Kyra, Pi... Kyra udah nyusahin Papi... " ucap Kyra lirih.


" Kyra... Apapun akan Papi lakukan untuk kebahagiaanmu. Jika dia adalah sumber kebahagiaanmu, maka Papi bersedia menerimanya. Merestui hubungan kalian..."


" Papi... " Kyra kembali memeluk sang ayah dengan erat. Memeluk laki-laki pertama yang ia cintai dalam hidupnya. Laki-laki yang senantiasa melindunginya dan memberinya cinta dan kasih sayang. Selamanya posisi sang ayah tak akan pernah tergantikan.


Farhan kembali memeluk sang putri tercinta. Putri yang ia besarkan dengan penuh cinta kasih. Demi sang putri, ia bahkan rela jika harus kehilangan nyawanya.


" Sudah sayang... Papi lapar nih ! " ucap Farhan membuat Kyra segera melepaskan pelukannya dan menatap sang ayah.

__ADS_1


" Ah, iya... Maaf Pi... Kalau gitu kita ke apartemen Om Hamiz " ajak Kyra.


" Kenapa harus kesana ? Memangnya disini gak ada makanan ? " tanya Farhan merasa heran.


" Disini gak ada makanan, Pi... Tadi kan pas Papi datang, Kyra lagi masak disana. Jadi sekarang kita kesana lagi, Kyra mau lanjutin masak. Habis itu kita makan bareng " jawab Kyra lalu membawa sang ayah kembali ke apartemen Hamiz.


Akhirnya mereka makan bersama, mungkin kebersamaan mereka akan lebih sempurna jikalau Pertiwi ada diantara mereka. Walaupun begitu, Kyra sudah merasa bahagia karena telah mengantongi restu sang ayah. Kini PR yang harus mereka hadapi yaitu mendapatkan restu dari sang ibu.


Farhan berpamitan pada Kyra dan juga Hamiz. Ia harus segera kembali ke Singapura mengingat ia tidak memberitahu kepergiannya kepada sang istri. Sebelum bertolak, ia berpesan kepada Kyra untuk tinggal di mansion milik mereka atau di rumah Adinda. Walaupun ia sudah memberi restu, tapi tetap saja Farhan harus melindungi Kyra dari hal yang buruk. Selain itu, ia juga masih berkewajiban dan bertanggung jawab menjaga Kyra sebelum putrinya itu resmi menikah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pertiwi berjalan memasuki ruang kantor milik sang suami, ia disambut oleh Kevin, asisten kepercayaan Farhan.


" Maaf, nyonya... Tuan Farhan sedang keluar " ucap Kevin memberi tahu istri atasannya itu.


" Keluar  kemana ? " tanya Pertiwi sambil duduk di sofa.


" Ng... ke... " Kevin tak meneruskan ucapannya.


" Kemana, Vin ? " tanya Pertiwi sedikit curiga dengan sikap Kevin.


Aduh... Harus bilang apa nih ? Pikir Kevin.


" Maaf, Nyonya... Tadi mendadak Tuan ada urusan penting. Jadi buru-buru pergi... " jawab Kevin.


" Iya, ada urusan... Tapi pergi kemana ? " tanya Pertiwi sambil menatap tajam ke arah Kevin.


Kevin menelan salivanya dengan susah payah saat istri dari tuannya itu menatapnya tajam.


" Tuan... Tuan ada urusan di Indonesia, Nyonya " jawab Kevin memilih berterus terang kepada Pertiwi.


" Hah ke Indo ? Kok gak bilang sih... " ucap Pertiwi heran.


" Sepertinya ada masalah di Indonesia, sehingga Tuan Farhan memutuskan untuk pergi kesana. Tapi, sekarang Tuan sedang dalam perjalanan kembali " jelas Kevin.


Pertiwi manggut-manggut...


" Pantesan, ditelponin gak diangkat-angkat... " gumam Pertiwi sambil melihat ponselnya.


" Ya sudah... Kalau begitu saya pulang saja. Terima kasih infonya, ya Vin... " pamit Pertiwi  kemudian keluar dari ruangan sang suami.


Kevin mengantarkan istri tuannya itu hingga menuju lift.


Pertiwi segera meluncur menuju ke kediaman mereka. Tadi sepulangnya menunggui papi Esa di rumah sakit, ia sengaja mampir ke kantor sang suami. Namun apa daya, ternyata Farhan sedang ada dinas luar. Alhasil Pertiwi kembali ke rumah seorang diri. Farel bergantian dengan sang ibu menunggui sang kakek.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Pertiwi langsung masuk ke kamar dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Cukup lama Pertiwi berendam dalam bath tube. Ia merilekskan tubuhnya setelah seharian ini hanya duduk menunggui ayah mertuanya yang masih terbaring di rumah sakit.


Setelah cukup rileks, Pertiwi menyudahi acara mandinya. Ia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bath robe. Pertiwi asyik memilih pakaian yang akan dikenakannya hingga ia dikejutkan oleh sebuah pelukan dari belakang tubuhnya.


" Papi kapan datang ? " tanya Pertiwi yang sudah mengetahui jika pelakunya adalah sang suami bahkan tanpa membalik badannya.


Farhan mengendus harum tubuh sang istri kemudian mencium tengkuk Pertiwi membuat Pertiwi kegelian.


" Ih... Papi... Geli ! " ucap Pertiwi, berusaha melepaskan diri dari dekapan Farhan.


" Papi kangen, Mi..." ucap Farhan lagi sambil mengusek wajahnya ke leher Pertiwi.


" Papi... ih ! " kesal Pertiwi.


Farhan tersenyum menyeringai, kemudian membalik badan sang istri hingga menghadapnya. Ia menatap wajah cantik sang istri yang nampak segar kemudian tanpa ragu segera mencium bibir ranum Pertiwi.


Farhan mengusap bibir sang istri yang baru saja dilumatnya, kemudian ia menyunggingkan senyum.


" Ish... Papi nih, kebiasaan ! " gerutu Pertiwi.


Farhan terkekeh dengan sikap sang istri yang selalu nampak menggemaskan di matanya.


" Kevin bilang kalo Papi tadi ke Indo ? Kok gak ngabarin ? " tanya Pertiwi sambil memakai piyama tidurnya.


" Ada masalah mendadak sayang... Tapi sekarang sudah clear " jelas Farhan masih asyik menatapi sang istri.


" Ohh... " Pertiwi hanya ber oh ria, lalu mendekati sang suami yang duduk di tepi ranjang.


" Papi ketemu Kyra disana ? " tanya Pertiwi kemudian.


" Ya... Tadi Papi sempatkan menemui Kyra sebentar di apartemennya " jawab Farhan jujur.


" Kyra baik-baik aja kan, Pi ? " tanya Pertiwi lagi.


" Iya, sayang... Kyra baik-baik saja " jawab Farhan sambil menatap Pertiwi.


" Syukurlah kalau Kyra baik-baik saja. Lalu... Apa Papi sudah dapat informasi tentang pacarnya Kyra itu ? " selidik Pertiwi.


Glek... Farhan kesulitan menelan salivanya.


Ia tak tahu harus berkata apa pada sang istri mengenai kekasih sang anak...


Nah lho... Kira-kira Papi Farhan bakalan kasih tahu Mami Pertiwi gak ya ? 🤔🤔


Ikutin terus lanjutan cerita Kyra dan Om Doteng ya 😉🤗 Thank you all 😘😘

__ADS_1


__ADS_2