Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 46


__ADS_3

Kyra dan Andara masuk ke dalam mobil milik Jodi.


" Ini ada apa Kyra ? " tanya Jodi yang keheranan melihat kondisi Andara dengan matanya yang sembab.


" Udah, gak usah banyak nanya. Sekarang anterin kita ke Rumah Sakit Cahaya Harapan " titah Kyra.


" Kamu sakit Dar ? Sakit apaan ? " tanya Jodi lagi sambil menjalankan mobilnya. Ia merasa khawatir melihat keadaan Andara. Jodi pikir Andara merasa sangat kesakitan sehingga ia menangis dan harus segera dibawa ke Rumah Sakit.


" Idih... Buruan deh ! Dah dibilangin gak usah banyak nanya. Ini malah nanya-nanya terus " sewot Kyra.


" Udah, Ra... Gue gak apa-apa kok. Mendingan kita pulang aja, ok " ucap Andara sambil memegang lengan Kyra.


" Gak bisa gitu dong Dar... Lo mesti ke Rumah Sakit, terus temuin Kak Fabian " seru Kyra.


" Lain kali aja, Ra... Kak Fabian pasti lagi sibuk " tukas Andara.


" Dara sayang... Ini semua harus diberesin sesegera mungkin. Semuanya harus ada kejelasan, gak bisa kayak gini terus. Gue gak mau Lo begini... " ucap Kyra.


" Aku gak apa-apa kok, Ra... Beneran... " sahut Andara mencoba menyembunyikan lara yang menyelimuti hatinya.


" Kalau Lo gak apa-apa, gak perlu nangis juga kan ? Udah Dara, gak usah sok kuat di depan gue ! " Kyra bersungut dan Andara tak lagi menyahut dan menimpali ucapan Kyra.


" Dara... Jadi perempuan itu gak boleh lemah. Kita harus kuat supaya gak ada yang bisa nginjek-nginjek kita, maksa-maksa kita... " tambah Kyra lagi.


Mendengar pembicaraan dua gadis yang duduk di belakangnya membuat Jodi menggaruk-garuk kepalanya.


Ini ada apaan sih ? Ke rumah sakit bukannya karena sakit kan ? Tapi kok malah jadi lemah, nginjek sama maksa sih ?


Pikir Jodi dalam hati.


Hah... Dasar cewek, emang gak bisa dibaca jalan pikirannya !!


Batin Jodi lagi sambil melirik kedua gadis cantik itu melalui kaca spion.


Menyadari jika Jodi memperhatikan mereka, mata Kyra menyipit sambil balas menatap Jodi dari spion.


" Nyupir yang bener ! Matanya gak usah belanja, jalan tuh ada di depan " oceh Kyra membuat Jodi segera mengalihkan pandangannya ke depan.


" Ya ampun, Kyra... Jangan galak gitu, entar malah suka lho ! " ingat Andara setengah berbisik.


Kyra membulatkan matanya, bisa-bisanya Andara bicara seperti itu. Padahal dia ini kekasih sang kakak.


" Ish... Jadi kamu doain gitu " sewot Kyra dengan mata yang mendelik.


" Astaga Kyra... Kamu kenapa sih jadi ambekan gini. Lagi PMS ya ? " selidik Andara.

__ADS_1


Kyra membenturkan punggungnya pada jok. Ia mengurut pelipisnya.


" Sorry ya Dar... Lagi mumet nih gue. Eh tapi iya kali gue lagi PMS, bawaannya emosi terus apalagi gue gak bisa ketemu Om doteng terus ditambah dia ngintilin melulu " ucap Kyra sambil menunjuk Jodi dengan mengangkat dagunya.


" Sabar, Non... Kan tadi lo bilang sendiri. Semua akan indah pada waktunya. Bener kan ? " ingat Andara mengulang ucapan Kyra yang tadi diucapkan padanya.


Akhirnya mobil yang dikemudikan Jodi tiba di pelataran Rumah Sakit. Kyra turun bersama Andara. Sebenarnya Jodi bermaksud turun juga namun Kyra melarangnya.


Kyra dan Andara menuju cafetaria setelah menghubungi Fabian dan menunggu Fabian disana. Selang berapa lama, Fabian datang menemui mereka.


" Hai Kyra... Hai sayang ! " sapa Fabian saat melihat Kyra dan Andara. Ia lantas duduk diantara mereka.


" Lho, kamu kenapa ? " tanya Fabian yang melihat raut wajah sang kekasih yang nampak sedih.


" Ck... Kak Fabian ini sebenarnya sayang gak sih sama Andara ? " tanya Kyra dengan kedua tangannya bersedekap di dada.


" Ya, sayanglah ! Sayang banget malah " jawab Fabian tegas menggengam tangan Andara.


" Buktiin dong, kalau Kak Fabian emang beneran sayang sama Andara ! " sahut Kyra.


" Sayang... Ini ada apa sih ? " tanya Fabian pada Andara. Ia merasa bingung dengan sikap ketus Kyra.


" Ra... " ucap Andara sambil menatap Kyra.


Kyra menghela nafasnya, lalu menghembuskan nafasnya kasar.


Kyra segera berlalu dari cafetaria, ia menuju parkiran mobil tempat Jodi menunggu namun ia tak menemukan Jodi disana.


" Iih... Kemana sih tu orang ? " gumam Kyra sambil menghentakkan kakinya, memutar pandangannya mencari keberadaan Jodi.


Hingga tak lama kemudian Jodi datang.


" Dari mana sih ? " hardik Kyra.


" Sorry, Ra... Habis dari toilet " jawabnya.


" Ayo, buruan pulang ! " seru Kyra masih bernada ketus.


" Andara gak ikut pulang ? " tanya Jodi basa basi.


" Enggak, Dara sama pacarnya " jawab Kyra.


"Oooh... " sahut Jodi sambil membuka pintu depan mobilnya.


" Gue duduk di belakang aja " ucap Kyra sambil membuka tuas pintu belakang, namun segera dicegah oleh Jodi.

__ADS_1


" Please, duduk di depan ya Ra... Andara kan udah gak ada. Berasa jadi sopir kalau kamu duduk di belakang " pinta Jodi.


" Baru nyadar ya kalau Lo itu cuma dijadiin supir sama Mami. Dah gitu mau aja lagi " cibir Kyra dengan nada mengejek.


Namanya juga usaha, apa aja gue jabanin demi Lo, Kyra !


" Please, Ra... Please... ! " mohon Jodi. Untuk mendapatkan simpati dari Kyra, dia harus memohon seperti itu.


Kyra menghela nafas, selanjutnya ia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Jodi.


" Thanks ya Ra " ucap Jodi dengan senyum sumringah.


" Heem... " sahut Kyra singkat tanpa melihat Jodi.


Kemudian, Jodi melajukan mobilnya meninggalkan Rumah Sakit untuk mengantarkan Kyra ke kediaman Adinda.


Sementara itu, di cafetaria...


" Kamu kenapa sayang ? " tanya Fabian sambil memperhatikan Andara yang sejak tadi hanya diam.


" Kak... Hubungan Kak Bian sama tunangan kakak gimana ? " tanya Andara.


Fabian menatap Andara dengan lekat, ia seolah mencari tahu hal yang mengganggu sang kekasih.


" Ada masalah yang mengganggumu mengenai hal itu ? " tanya Fabian menyelidik.


Andara menarik nafas lalu menghembusnya perlahan. Andara melihat sekeliling cafetaria. Ada beberapa yang terlihat memperhatikan mereka.


" Kak... Apa tidak apa jika kita bertemu disini ? " tanya Andara lagi merasa tak nyaman.


Fabian langsung melihat sekeliling dan mendapati beberapa orang yang memperhatikan mereka.


Fabian menggenggam tangan Andara dengan erat, seolah mengetahui kerisauan sang kekasih.


Andara menarik tangannya namun Fabian tak membiarkannya lepas.


" Kak... Lepas Kak ! Nanti orang akan berpikiran buruk tentang kakak " ucap Andara.


" Aku tidak peduli dengan pikiran orang. Yang aku pedulikan hanya dirimu dan kita " Fabian membalas ucapan Andara dengan penekanan.


" Tapi Kak... Apa yang akan orang tua Kak Fabian rasakan jika mereka mengetahui hubungan kita... Kak, jangan buat mereka malu ! " kilah Andara menatap Fabian.


" Biar saja, biar semua tahu hubungan kita berdua... Biar semua tahu jika wanita yang aku cintai hanya dirimu bukan yang lain " tukas Fabian.


" Tapi, Kak... "

__ADS_1


" Sudahlah Dara... Aku tidak ingin membahas yang lain selain hubungan kita. Aku akan memutuskan hubunganku dengan Stella... " tegas Fabian.


__ADS_2