
Kyra menapaki lantai di klinik milik sang suami. Satu rutinitas baru yang dilakukan oleh Kyra setelah resmi menyandang gelar sebagai Nyonya Hamiz 2 bulan yang lalu. Setelah selesai kuliah, ia akan pergi ke klinik Hamiz dan menunggu sang suami selesai praktik untuk pulang bersama.
Kyra menunggu di depan ruang praktik Hamiz, menunggu antrian pasien sang suami habis. Hingga akhirnya hanya tersisa satu orang pasien, seorang wanita muda dengan penampilan yang begitu seksi.
Mata Kyra memicing, memindai dan mengamati wanita muda tersebut. Sebelum masuk, wanita tersebut masih sempat memperbaiki make upnya.
Dih, mau berobat apa mau godain orang sih ?
Decak Kyra dalam hati, bola matanya menatap sinis.
Tak lama, wanita itu dipanggil masuk oleh perawat. Wanita itu masuk dengan penuh percaya diri. Tak lama, perawat yang memanggilnya keluar dari ruangan praktik Hamiz.
" Lho, Mba Mia kok keluar ? " tanya Kyra menghampiri Mia, suster yang menjadi asisten sang suami.
" Iya nih Mba Kyra... Disuruh bawain injek vitamin C buat pasien yang tadi. Saya permisi dulu ya Mba... " jawab Mba Mia sambil bergerak menuju loket farmasi.
Ih, berarti tuh perempuan lagi berduaan dong sama Om doteng. Wah... Gak bisa dibiarin nih !
Batin Kyra.
Tanpa mengetuk pintu, Kyra melenggang masuk ke dalam ruang praktik Hamiz. Kyra bisa melihat wanita itu tengah duduk sambil berbincang dengan Hamiz.
" Hai, Om... belum selesai ? " tanya Kyra sambil mendekati Hamiz dan melingkarkan tangannya di bahu sang suami.
Hamiz tersenyum sumringah melihat kedatangan sang istri. Berbeda dengan wanita yang ada di hadapan mereka, yang menatap tak suka pada Kyra.
" Sebentar lagi ya, sayang... Kamu tunggu dulu ya ! " jawab Hamiz sambil menatap Kyra penuh sayang.
" Kyra tunggu disini aja, boleh ya Om " pinta Kyra manja sesekali ia melirik wanita di hadapannya.
" Ya, boleh... " ucap Hamiz, sambil menyentuh pipi sang istri.
" Maaf dokter... Tapi saya keberatan jika gadis ini menunggu disini. Saya ini kan pasien dokter, jadi saya butuh privasi " ucap wanita tersebut.
Kyra mendelik kesal mendengar ucapan wanita tersebut.
" Memangnya kamu siapanya dokter Hamiz sampai butuh privasi ? " pancing Kyra mendekati wanita itu sambil bersidekap di dada.
Melihat hal itu, Hamiz membiarkan saja sang istri bertingkah sesukanya. Melihat Kyra dalam mode cemburu dan mempertahankan apa yang menjadi miliknya sungguh membuat Hamiz merasa bahagia sekaligus gemas terhadap istri kecilnya itu.
Wanita itu menatap Kyra dengan tatapan tak suka, namun ia berusaha untuk tampil tenang dan anggun agar dapat menarik simpati dari Hamiz.
" Adik manis... Sebaiknya kamu tunggu di luar dulu. Biar Om kamu ini bisa bekerja dengan tenang. Oke ! " ucapnya sok akrab. Wanita itu menatap Hamiz dengan genitnya.
Kyra melotot ke arah sang suami, namun Hamiz menggidikkan bahunya.
__ADS_1
" Lho, Mba Kyra ada disini ? Saya pikir tadi nunggu di depan " ucap Suser Mia saat memasuki ruangan.
" Suster, tolong ya adik ini diantar ke luar... Saya butuh privasi untuk konsultasi dengan dokter " titah wanita itu kepada suster Mia.
" Mba Mia... Pasien ini mau suntik vitamin C aja kan ? " tanya Kyra pada suster Mia.
Suster Mia mengangguk, lalu melirik kepada sang dokter.
" Mba Mia bisa kan nyuntik ? Udah tahu kan caranya ? " tanya Kyra lagi.
" Bisa Mba... " jawab Suster Mia singkat.
" Ya udah, disuntiknya sama Mba Mia aja. Biar dokter Hamiz bisa pulang " tambah Kyra sambil melirik ke arah sang suami yang hanya tersenyum melihat tingkahnya.
" Tidak bisa, saya kan maunya sama dokter Hamiz bukan sama suster ini " tolak wanita itu.
" Mbanya... Cuma mau disuntik aja kan ? Suster Mia juga bisa " jawab Kyra.
" Lho... Dok, ini gimana sih ? " tanyanya tak terima.
" Mba ini bukan muhrim sama dokter Hamiz, lagian dokter Hamiz ada kerjaan lain, dia juga harus nyuntik istrinya " jawab Kyra asal dengan penekanan.
Hamiz berusaha menahan tawa mendengar ucapan sang istri.
Hamiz lantas bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Kyra.
" Ya, saya baru saja menikah. Dan gadis ini adalah istri saya yang tercinta " jawab Hamiz sambil merengkuh pinggang Kyra.
" Bukannya dia ini keponakan dokter, tadi kan dia manggil Om... " sanggahnya.
" Memangnya kenapa kalau saya manggil Om ? Asal mbanya tahu, Om itu panggilan kesayangan saya sama suami saya ! " sahut Kyra ketus.
Wanita itu nampak sangat terkejut. Ternyata ia bisa dikalahkan oleh seorang gadis muda untuk mendapatkan hati Hamiz.
" Maaf nona, sepertinya saya tidak dapat melayani pasien yang tidak memiliki kepentingan selain sakit. Saya yakin anda paham maksud saya. Untuk injeksi, suster Mia dapat membantu anda. Beliau sudah sangat berpengalaman dan beliau juga asisten saya " ucap Hamiz, lalu merapikan peralatan dan tasnya.
Hamiz meraih jemari sang istri, lalu membawa Kyra keluar dari ruangannya meninggalkan Suster Mia dan wanita yang coba mencari perhatiannya.
Hamiz membukakan pintu mobil untuk sang istri kemudian ia pun menyusul masuk. Kyra hanya diam, tak mengeluarkan sepatah kata pun.
" Sayang... Kamu kenapa ? Kok diem aja ? " tanya Hamiz heran karena biasanya sang istri selalu banyak bicara.
" Seneng ya, disamperin sama perempuan seksi kayak tadi ? Udah berapa kali dia datang ke klinik ? Berapa kali minta disuntik ? " Kyra memberondong Hamiz dengan banyak pertanyaan.
Hamiz tersenyum, ia bahagia saat melihat Kyra cemburu.
__ADS_1
" Ih... Malah senyum lagi... Om lagi bayangin perempuan tadi ya ? Seneng didatangin perempuan seksi ? Ih... Om Jahat ! " dumel Kyra sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
Hal itu tentu saja membuat Hamiz semakin gemas. Ia menepikan mobilnya, kemudian melahap bibir sang istri.
Kyra mendorong dada Hamiz hingga tautan bibir mereka terlepas.
" Iih....Om ! " cebik Kyra.
" Kalau lagi ngambek gemesin banget sih, istriku ini " ucap Hamiz sambil mencubit ujung hidung sang istri.
" Coba bilang, udah berapa kali dia datang ke klinik ? " tanya Kyra kemudian.
" Astaga, masih mau bahas yang tadi ? " Hamiz balik bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kyra menekuk wajahnya.
" Tadi itu baru 2 kali dia datang. Yang pertama dia cuma konsultasi aja. Nah tadi tuh yang kedua kali. Kamu kan tahu dia mau apa " jelas Hamiz.
" Kalau tadi Kyra gak datang, gimana coba ? Pasti Om gak akan bilang kalau Om udah punya istri kan ? Pasti itu perempuan bakal datang lagi dan lagi " sahut Kyra dengan tangan terlipat di dada.
" Sayang... Kamu gak perlu cemburu gitu. Buat aku gak ada perempuan mana pun yang bisa mengambil hati aku selain kamu. Apa kamu gak bisa ngerasa kalau aku tuh sayang banget, cinta sama kamu ! " tukas Hamiz tegas.
" Kyra cuma takut Om berpaling... " sahut Kyra lirih.
" Aku yang seharusnya takut kamu berpaling... Takut kamu akan meninggalkanku ! Aku akan melakukan apapun untukmu " timpal Hamiz sambil menatap wajah cantik sang istri.
" Kyra gak akan pernah tinggalin Om. Kyra juga sayang dan cinta sama Om " ungkap Kyra sambil mengelus wajah Hamiz.
" Om... " ucap Kyra kemudian.
" Kenapa sayang ? " tanya Hamiz lembut.
" Om beneran sayang kan sama Kyra ? " tanya Kyra lagi.
" Tentu saja, tidak perlu kamu ragu ! " jawab Hamiz pasti.
" Kalau gitu, Om mau kan turutin maunya Kyra " pinta Kyra manja.
Hamiz mengerutkan keningnya,
" Kamu mau apa, sayang ? " tanya Hamiz sambil menyelipkan rambut Kyra ke belakang telinganya.
" Kyra mau es krim dung dung ditambah ketan item diatasnya " jawab Kyra sambil membayangkan makanan manis tersebut.
" Hah... ? "
__ADS_1