
Kyra sudah siap saat ayah dan ibunya datang untuk membawanya ke Singapura. Mereka pun segera pergi menuju bandara dengan diantar oleh Zaid dan Adinda.
Sesampainya di Bandara, Hamiz sudah menunggu di depan pintu masuk. Kyra melihat Hamiz lalu segera menghampiri sang pujaan hati.
" Om... Kyra pergi dulu ya. Jaga diri Om baik-baik, inget jangan nakal lho ! " ucap Kyra dengan sedikit gurauan untuk menghibur hatinya yang akan berpisah sementara waktu dengan sang kekasih.
" Aku pasti akan merindukanmu " ucap Hamiz sambil menatapi Kyra dengan sendu.
" Kyra juga, Om... Segera setelah ini semua terlewati, kita akan selalu bersama " sahut Kyra sambil memeluk Hamiz.
" Aku akan selalu menunggumu kembali padaku " ucap Hamiz membelai rambut Kyra.
Kyra melepaskan pelukannya setelah sang ibu menarik tangannya.
" Kamu tidak lupa syaratnya kan ? Semoga kalian bisa menjalaninya dengan baik, lagipula ini kan hanya sementara saja. Aku yakin kamu pasti bisa menepati janjimu " ucap Pertiwi mengingatkan mereka berdua.
" Aku mengerti " balas Hamiz.
" Dah, Om... Tunggu Kyra kembali, ya ! " seru Kyra lagi sambil melambaikan tangannya.
Hamiz membalas lambaian tangan Kyra hingga sang kekasih menghilang dari pandangannya.
Satu tepukan membuat Hamiz menoleh ke arah samping. Ia melihat Farhan yang berdiri di sampingnya.
" Kamu tenang saja, aku akan selalu menjaga Kyra. Dan masalah Pertiwi, aku harap kamu bersabar. Yakinlah jika kalian akan bersama. Apapun yang terjadi nanti, ku harap kamu bisa mengerti... Ingatlah jika kalian memang berjodoh, maka kalian pasti akan bersama entah dengan jalan apa Tuhan menyatukan kalian " ucap Farhan.
" Aku tahu itu... " timpal Hamiz.
Farhan pun segera masuk untuk menyusul istri dan juga putrinya.
" Sabar ya Kak... Semua pasti akan indah pada waktunya " ucap Adinda menyemangati Hamiz.
" Dinda benar... Jangan putus harapan, yakinlah jika kalian akan bahagia bagaimanapun jalan yang harus kalian tempuh " tambah Zaid membenarkan ucapan sang istri.
Hamiz mengangguk, ia pun setuju dengan apa yang Adinda dan Zaid katakan. Akhirnya mereka pun berpisah.
Kyra... Segera setelah semua ini terlalui, aku akan menjadikanmu satu-satunya cinta dalam hidupku. Cinta terakhir yang aku ingini...
Kyra....Aku akan memperjuangkan cinta kita sampai akhir...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kyra dan kedua orang tuanya baru saja sampai di kediaman mereka di Singapura. Farel serta Opa Esa sudah menyambut kedatangan mereka.
Kyra memeluk kakeknya yang sudah lama.ia rindukan.
" Maafin Kyra, opa... Kyra baru bisa datang sekarang. Opa sudah sehat ? " tanya Kyra sopan.
" Ya, opa sudah mendingan sekarang. Apalagi sudah bertemu dengan cucu opa yang cantik ini. Opa merasa lebih sehat " jawab sang kakek.
" Kalau gitu, Kyra akan temani opa disini " beber Kyra.
" Jadi kamu akan tinggal disini ? " tanya opa Esa.
" Hanya sementara, Opa... " jawab Kyra apa adanya.
" Ck....Memangnya kamu tidak ingin menemani Opa disini ? Papi kamu sibuk di kantor. Farel juga begitu, selain kuliah dia membantu papimu di kantor. Mamimu sibuk mengurus rumah sakit kita disini. Opa ini kesepian..." cerita Opa Esa.
" Sekarang Kyra disini Opa... Jadi Opa.gak.usah khawatir karena Kyra gak akan biarin Opa kesepian " sahut Kyra memeluk sang kakek kembali.
Opa Esa tersenyum, merasa bahagia karena akhirnya keluarga mereka bisa berkumpul bersama seperti ini.
" Kyra... Besok, kamu sudah bisa kembali lagi ke Indo " ucap Pertiwi kepada sang anak.
" Hah ? Beneran nih Mi... Kyra bisa pulang ke Indo ? " tanya Kyra memastikan apa yang didengarnya itu benar.
" Iya, sayang....Kamu sudah boleh kembali ke Indo. Mami mengerti jika kamu harus kembali kuliah, tidak bisa seperti ini terus " jawab Pertiwi.
" Mami gak bohongin Kyra kan ? " tanya Kyra kembali.
" Hei... Untuk apa Mami bohongin Kyra. Mami tuh serius " jawab Pertiwi bersungguh-sungguh.
Perasaan bahagia menyelimuti Kyra, karena akhirnya ia bisa kembali dekat dengan sang kekasih meskipun belum bisa berjumpa. Namun, Kyra pun sedikit curiga karena sikap sang ibu saat ini.
" Mami gak ngerencanain apapun kan ? " selidik Kyra menatap sang ibu dengan ragu.
" Rencana apa, sayang ? Apa kamu lupa syarat yang Mami kasih waktu itu bahkan kamu sudah menyetujuinya " ucap Pertiwi mengingatkan Kyra.
" Terus, maunya Mami gimana ? " tanya Kyra yang masih meraba-raba keinginan sang ibu.
__ADS_1
" Kamu bisa kembali ke Indo, kembali kuliah asalkan kamu mau ditemani oleh Jodi " jawab Pertiwi dengan santai.
" Hah ? Maksud Mami, Jodi ? "
" Iya, waktu itu kan Mami bilang kamu harus deket sama orang yang Mami pilih. Dan Mami sudah memilih Jodi. Baik Jodi maupun Tante Vanesa gak keberatan tuh dengan keinginan Mami mendekatkan kamu dengan Jodi " jawab Pertiwi.
Jelas aja gak keberatan....Orang dia pengen banget deketin Kyra
" Kenapa harus Jodi sih, Mi... ? " rengek Kyra tak terima.
" Terserah Mami dong ! Lagian Jodi itu anak yang baik. Kamu belum kenal aja sama dia. Jadi 1 bulan yang tersisa ini, kamu coba lebih mengenal Jodi ya ! Mana tahu kamu cocok sama dia. Kalau memang gak cocok juga, Mami janji akan merestui hubunganmu dengan Hamiz " jabar Pertiwi.
Kyra nampak berpikir keras, ia sebenarnya malas berurusan dengan Jodi. Apalagi terakhir bertemu dengan Jodi, sang kekasih sudah memperlihatkan kecemburuannya. Tapi, ini adalah jalan yang harus ia ambil agar bisa secepatnya kembali. Biarlah, nanti ia akan menceritakan semja pada sang kekasih.
" Baiklah Mi... Kyra terima tawaran, Mami. Tapi Mami gak boleh ingkar janji ya ! Kalau nanti hati Kyra tak berpaling, maka Mami mau tidak mau harus merestui hubungan Kyra dengan Om Hamiz " tawar Kyra meminta kesepakatan kepada sang ibu.
Pertiwi menyetujui keinginan Kyra. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia berharap jika jalinan kasih sang anak segera berakhir. Dan ia akan melakukan segala cara untuk memisahkan sang anak dengan Hamiz.
Pertiwi mengatakan keinginannya kepada sang suami mengenai kepulangan Kyra ke Indonesia dan rencananya untuk mendekatkan Jodi dsngan Kyra.
Pada awalnya, Farhan tidak setuju. Fathan lebih memilih jika Kyra lebih baik tinggal.di.Singapura saja bersama mereka hingga batas waktu yamh diberikan oleh sang istri berakhir. Namun mengingat Kyra yang sudah ijin kuliah terlalu lama, membuat Farhan akhirnya menyetujui ide dari sang istri.
Farhan kemudian masuk ke dalam kamar Kyra. Kyra sedang membereskan barang-barang yang akan dibawanya pulang ke Indonesia.
" Kyra... "
" Eh, Papi... Kyra lagi beres-beres nih, kan besok Kyra mau pulang ke Indo " jelas Kyra.
" Ya, Papi tahu... Kamu senang ? " tanya Farhan.
" Senenglah Pi... Akhirnya Kyra bisa lebih deket sama Om Hamiz. Ya, walaupun belum boleh ketemu tapi gak apa-apa sih " jawab Kyra.
" Lalu bagaimana dengan Jodi ? " pancing Farhan. Ia ngin tahu pendapat sang putri.
Kyra melengos, lalu berhenti merapikan barang-barangnya.
" Yah, mau gak mau harus mau, Pi " ucap Kyra pasrah.
" Kyra... Jika kamu benar-benar mencintai Hamiz. Apapun yang terjadi nanti, kamu harus percaya pada hatimu. Jangan biarkan kebimbangan merasukimu, karena itu hanya akan membuatmu tak bisa berpikir logis " seru Farhan.
__ADS_1
" Iya, Pi....Kyra akan mengikuti kata hati Kyra "